News & Article‎ > ‎

Dolar AS Masih Menukik, Testimoni Yellen Hari Kedua Tak Menolong

posted Feb 14, 2016, 8:43 AM by Rizki Maulana   [ updated Feb 14, 2016, 8:54 AM ]

12 Feb 2016 11:49    By: N Sabila

Dolar AS masih menukik ke arah penurunan mingguan tertajam di hari Jumat pagi ini dengan para investor yang bersiap menghadapi sentimen-sentimen baru dan menunggu tindakan lebih lanjut dari pemerintah Jepang dalam menghadapipenguatan Yen yang ugal-ugalan

testimoni_yellen


USD/JPY
 sudah mencapai angka 112.05 yen pagi ini, menurun 0.3 persen dari level sebelumnya. Padahal, saat BoJ mengumumkan kebijakan suku bunga negatifnya, USD/JPY melonjak hingga level 121.70 yen.

Menurut Shinichi Kashiwagi dari NAB Tokyo, kebijakan suku bunga negatif BoJ memberikan dampak yang tak terlalu signifikan pada likuiditas bank-bank namun lebih memberikan efek samping pada pasar. Tak banyak yang bisa dilakukan BoJ kecuali menunggu faktor ekonomi eksternal menjadi stabil.

Testimoni Yellen Hari Kedua

Sementara itu, testimoni Ketua The Fed, Janet Yellen, di hadapan Senat AS di Gedung Capitol untuk hari kedua tak begitu membantu mengentaskan dolar dari kepungan sentimen bearish. Pada intinya, Yellen menegaskan kembali pernyataan dalam testimoninya di hari pertama bahwa dirinya masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga secara bertahap tahun ini karena pasar tenaga kerja dan perekonomian lokal AS masih kuat.

Namun, Yellen menegaskan bahwa kondisi tersebut bukanlah satu-satunya patokan bagi para pembuat kebijakan untuk menyusun kebijakan moneter mengingat pasar saham global yang sedang memburuk.

Dolar AS stabil terhadap Euro di angka 1.1325, setelah mempertahankan level tinggi di angka 1.1377 pada sesi perdagangan malam tadi, tertinggi sejak bulan Oktober 2015. EUR/USD sedang berada dalam jalur untuk menggenapkan kenaikan mingguan 1.5 persen.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang mayor tergelincir 0.1 persen ke angka 95.465 menuju kemunduran sebanyak 1.5 persen, terendah sejak Oktober tahun lalu.

                                                                                                                                                           Sumber Berita : www.seputarforex.com

Comments