News & Article‎ > ‎

Belanja Konsumen AS Desember Meningkat Solid, Greenback Menguat

posted Jan 30, 2017, 9:24 AM by Rizki Maulana   [ updated Jan 30, 2017, 9:24 AM ]

Departemen Perdagangan AS pada hari Senin (30/1) pagi waktu setempat merilis data Belanja Konsumen yang meningkat pesat selama Desember 2016 sehingga memberikan dorongan positif bagi Greenback untuk memangkas pelemahan yang terjadi beberapa hari terakhir versus berbagai major currency.

Consumer Spending atau belanja konsumen di AS secara mengejutkan tumbuh 0.5 persen pada bulan lalu, melewati estimasi ekonom melalui polling Reuters untuk kenaikan 0.4 persen. Sedangkan data November, Belanja Konsumen hanya tumbuh 0.2 persen. Secara keseluruhan, Consumer Spending meningkat 3.8 persen di tahun 2016 setelah tumbuh 3.5 persen di tahun sebelumnya.

Melonjaknya Consumer Spending AS bulan lalu disebabkan oleh peningkatan belanja rumah tangga untuk pembelian kendaraan bermotor ditengah terus menanjaknya trend upah pekerja di Negeri Paman Sam sepanjang tahun 2016 lalu. Data Belanja konsumen AS yang begitu solid ini menunjukan terus meningkatnya permintaan domestik secara berkelanjutan dan akan menyokong pertumbuhan ekonomi AS di awal tahun 2017 ini.

 

Inflasi PCE Desember Tumbuh 0.2 Persen

Selain apiknya rilis data Consumer Spending, di awal sesi New York malam ini juga merilis data Inflasi PCE untuk bulan Desember  merayap naik 0.2 persen setelah tumbuh 0.1 persen di bulan November. Sementara itu Core PCE atau tidak memperhitungkan sektor makanan dan energi maka hanya tumbuh 0.1 persen untuk bulan Desember setelah stagnan 0.0 persen pada periode sebelumnya.

Indeks PCE Price termasuk indikator cukup penting karena bisa mengukur tingkat inflasi konsumen yang akan mempengaruhi Bank Sentral dalam mengambil suatu kebijakan ekonomi khususnya menaikkan/ menurunkan tingkat suku bunga acuan.

Pasca rilis data ekonomi AS yang lumayan baik tersebut, lantas memberikan tenaga tambahan kepada Greenback untuk mencoba bangkit setelah melemah cukup tajam pekan lalu terhadap berbagai major currency. EUR/USD telah melemah sebanyak 0.85 persen sepanjang sejak pembukaan perdagangan pekan ini dan pada pukul 21:18 WIB berada di level 1.0648; Kondisi serupa juga terjadi pada pair GBP/USD yang melemah hingga menyentuh 1.2490 dan kini diperdagangkan pada harga 1.2527.

Sumber Artikel : www.seputarforex.com