News & Article‎ > ‎

Advance GDP AS Kuartal Pertama 2018 Lampaui Ekspektasi

posted Apr 29, 2018, 9:50 PM by Rizki Maulana   [ updated Apr 29, 2018, 9:50 PM ]

Ekonomi AS pada kuartal pertama tumbuh lebih lambat dibandingkan gain kuartal sebelumnya, ditengah penurunan belanja konsumen setelah pengeluaran besar-besaran akhir tahun lalu. Meskipun sedikit melambat, Investasi Bisnis AS awal tahun yang solid masih mampu menyokong pertumbuhan ekonomi.

 

Advance GDP AS Kuartal Pertama 2018

 

Laporan Advance GDP AS kuartal pertama tumbuh 2.3 persen, melampaui ekspektasi ekonom dalam sebuah jajak pendapat Reuters sebelumnya yang memprediksi Produk Domestik Bruto Negeri Paman Sam akan tumbuh sebesar 2.0 persen di kuartal pertama 2018. Rilis GDP malam ini masih lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya, yang kala itu mencatatkan pertumbuhan 2.9 persen (direvisi naik dari 2.6 persen).

Angka GDP yang cenderung “mendingin” itu disebabkan oleh perlambatan pada Belanja Konsumen – berkontribusi dua-per-tiga dari ekonomi AS—yang hanya tumbuh sebesar 1.1 persen, gain terkecil sejak 2013. Meski pertumbuhan ekonomi kuartal pertama terlihat sedikit melambat, namun sejatinya mampu menorehkan rekor pertumbuhan periode Januari-Maret paling pesat sejak 2015.

 

Pertumbuhan GDP 2.3 Persen, Diatas Ekspektasi Fed

Sebelumnya banyak ekonom memprediksi ekonomi AS akan tumbuh lebih cepat dibandingkan period yang sama tahun tahun sebelumnya, sebagai dampak dari diberlakukannya pemangkasan pajak seiring dengan semakin membaiknya pasar tenaga kerja.

“Kuartal pertama terus menurus dalam kondisi lemah dalam beberapa tahun terakhir. Kami berharap GDP dapat rebound karena pemotongan pajak akan mendukung belanja konsumen dan investasi bisnis”, ucap David Sloan, ekonom senior di Continuum Economics yang berbicara sebelum rilis Advance GDP AS.

Laju pertumbuhan ekonomi AS sebesar 2.3 persen tersebut telah melampaui ekspektasi Fed, lebih tinggi dari level yang Fed lihat sebagai tingkat potensial untuk mendukung ekonomi jangka panjang. Pejabat The Fed sebelumnya juga telah menegaskan bahwa bila kuartal pertama terjadi perlambatan, maka itu hanya bersifat sementara dan diprediksi ekonomi Negeri Paman Sam akan meraih “milestone” pada kuartal kedua mendatang. Investor juga berharap Fed bakal menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan Juni.

Sumber Artikel : www.seputarforex.com