home‎ > ‎

todays - renungan harian gerak

todays 50 :

Namun Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menjadi pohon yang berbau busuk, pohon anggur liar ! [Yeremia 2, 21]

Bangsa Yahudi sering digambarkan sebagai pohon anggur yang sulung, dari mana tumbuh kemudian cabang-cabang yang lain. Pemilihan Allah kepada bangsa itu adalah kemurahan Allah. Mereka akan tetap menjadi bangsa-Nya jika mereka tetap berada di dalam kemurahan Allah itu dan mereka tidak bertentangan dengan kehendak Allah.
Tetapi bangsa itu adalah bangsa yang sukar mengerti maksud Allah untuk menyelamatkan mereka. Mereka tersandung dalam rencana Allah dengan pengutusan Anak Allah, Tuhan Yesus Kristus. Inilah yang disebutkan dalam ayat harian ini, betapa Allah mengangkat mereka tetapi kemudian mereka menjadi pohon yang tidak baik. Betapa mereka menganggap bahwa pemilihan mereka adalah sesuatu yang eksklusif dan melakukan taurat dianggap sebagai kelebihan mereka dari bangsa-bangsa lain.
Sekali lagi kita melihat betapa Tuhan memakai saringan yang sangat ketat dan serius untuk umat-Nya demi menegakkan keadilan dan kebaikan. Saringan itu juga dipakai Tuhan, tidak berkompromi dalam setiap zaman. Menjadi orang Kristen sudah berpuluh-puluh tahun bukan jaminan mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup. Memiliki iman yang besar juga bukan jaminan bahwa iblis tidak akan menggoda dan mencobai kita. Inilah proses yang terus menerus dan memerlukan ketaatan dan kesungguhan. Tidak hidup sembarangan.
Ini yang dikatakan Tuhan Yesus, "Tetapi banyak yang terpanggil, tetapi sedikit yang terpilih!" [Matius 22,1 4] Oh, itu suatu peringatan yang menakutkan kepada kita untuk tetap memelihara kekudusan hidup dan kesetiaan kepada firman Tuhan dalam hidup kita.
Hendaklah kita tetap setia; sehingga pada saatnya Tuhan menemukan kita berbuah sesuatu yang baik. Yaitu perbuatan-perbuatan dan kesetiaan hidup. Itu hanya bisa dilakukan karena kita selalu dalam pertumbuhan yang terus menerus dalam kebenaran dan perkenan Tuhan Allah.
Comments