Tembang Sunda

diposkan pada tanggal 13 Apr 2010 21.36 oleh wing pandoe   [ diperbarui13 Apr 2010 22.21 ]

Tembang sunda or usually called as Seni Mamaos Cianjuran or just Cianjuran is a form of sung poetry which arose in the colonial-era Kabupaten of Cianjur. First known as an aristocratic art, Cianjuran composer was R.A.A Kusumahningrat ( Dalem Pancaniti ) ruler of Cianjur (1834 - 1862). the instrument of Cianjuran is Kacapi Indung, Kacapi rincik and suling or bamboo flute and Rebab for Salendro composition. The lyrics are typically sung in free verse, but a more modern version, panambih, is metrical. Cianjur is a city west of Bandung, the provincial capital of West Java, Indonesia. ...


Tembang sunda atau biasa disebut Seni Mamaos Cianjuran atau hanya Cianjuran adalah bentuk puisi dinyanyikan yang muncul di era kolonial-Kabupaten Cianjur.
Pertama kali dikenal sebagai seni aristokrat, komposer Cianjuran adalah RAA Kusumahningrat (Dalem Pancaniti) penguasa Cianjur (1834-1862). instrumen Kacapi Indung Cianjuran adalah, Kacapi rincik dan suling atau seruling bambu dan Rebab untuk komposisi Salendro. Lirik biasanya dinyanyikan dalam ayat bebas, tetapi versi yang lebih modern, panambih, adalah dangding.
Comments