Dekorasi Dinding


Dekorasi Dinding; Dengan 12 Langkah Mudah, Part 1

Tahukah anda bahwa anda bisa menciptakan sendiri dekorasi dinding interior rumah dengan berbagai cara. Berikut 12 langkah mudah mendekorasi dinding ruangan yang bisa anda terapkan sendiri. 

1. Polesan cat polos
Polesan cat ini biasanya digunakan semua permukaan dinding yang sudah diplester. Anda bisa memilih warna yang sesuai dengan desain rumah dan selera anda. Perhitungkan pencahayaan alami (sinar matahari langsung) untuk aplikasi warna cat yang kontras atau gelap sebagai aksen. Gunakan pelapis antijamur jika dinding anda memiliki kelembapan tinggi dan aplikasikan cat dalam beberapa tahap agar hasilnya memuaskan.

2. Polesan cat tekstur
Untuk dinding di ruang-ruang yang memerlukan unsur dekoratif, seperti ruang tamu, ruang keluarga dan ruang tidur, anda cukup mengaplikasikannya pada satu atau dua bidang dinding saja, tidak perlu keseluruhannya. Karena cat tekstur akan menampilkan efek sesak, jika teksturnya terlalu kasar.

3. Tempelan wallcover
Gunakan di kamar tidur atau ruang keluarga. Sebaiknya pilih motif yang memberi kesan ceria pada kamar anak-anak atau yang memberi kesan suasana yang intim pada kamar tidur utama. Untuk ruang keluarga, pilihlah motif yang tak banyak warna dan hindari penggunaan wallcover di ruang-ruang yang lembap atau sering terkena air.

4. Tempelan benda seni
Pilih benda seni dengan ukuran, bentuk dan warna yang sesuai bidang dinding. Ukuran yang terlalu lebar atau panjang akan memberi efek sempit pada dinding. Sebaliknya jika terlalu kecil, keindahannya tak akan terlihat. Komposisikan peletakannya sesuai dengan area dinding, terutama jika benda seni yang akan dipajang bukan cuma satu buah. Agar tampilannya lebih dramatis dan terlihat menonjol, beri pencahayaan khusus berupa spotlight.

5. Lukisan atau mural
Kamar anak-anak bisa tampil atraktif jika menggunakan dekorasi ruang dengan lukisan dinding yang dapat membangkitkan karakter mereka. Jangan ragu jika ingin menampilkan mural (lukisan besar yang menonjol pada dinding). Mural dapat diaplikasikan pada ruang khusus seni atau ruang keluarga yang cukup luas. Tampilkan mural dengan warna lembut atau warna yang sama dengan dinding polos pada bagian lainnya untuk mural di ruang keluarga. Sesuaikan desain lukisannya dengan karakter ruang. Misalnya, lukisan pemandangan di ruang untuk bersantai.

6. Lapisan keramik
Lapisan ini banyak digunakan pada back panel atau dinding belakang kitchen set di dapur/ pantry dan dinding bawah kamar mandi. Anda bisa memilih keramik polos atau mozaik untuk back panel, sedangkan di kamar mandi cukup yang polos dengan aksen lis. Lapisi mulai dari atas lantai sampai batas plafon di ruang mana pun yang berdinding lembab. Namun cukup melapiskannya pada satu atau dua bidang dinding saja. Lapisan ini akan memberi tampilan yang menonjolkan unsur dekoratif. Jika menggunakan keramik ukuran besar, beri aksen pada nat atau garis bevel agar tampilannya tidak flat.  (ee/ net)


Dekorasi Dinding; Dengan 12 Langkah Mudah, Part 2

Jika anda bisa menciptakan sendiri kreasi untuk mendekorasi dinding ruangan, kenapa harus dikerjakan orang lain kan? Berikut lanjutan dari 12 langkah mudah mendekorasi dinding interior hunian anda.

7. Lapisan batu alam
Sebaiknya digunakan pada ruang khusus sebagai sudut atau ruang seni, sehingga eksplorasinya lebih bebas. Namun jika anda ingin mengaplikasikannya pada ruang fungsional, seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan atau dapur, sebaiknya pilih batu alam bertekstur halus agar kesannya tak menyempitkan ruangan. Pilih warna alami bebatuan yang netral, misalnya batu Paras Yogya atau yang sedikit berwarna krem. Sebaiknya hindari batu candi, karena akan membuat ruangan anda terkesan 'gelap'. Jangan lupa lapisi dengan coating agar memudahkan anda merawatnya.

8. Lapisan material logam/ kaca/ dll
Jika anda berniat melapis cermin atau kaca pada dinding, sebaiknya beri ruang antara agar kelembapan dinding tak masuk ke material ini. Ruang antara itu bisa digunakan untuk rangka sebagai tempat untuk menempelkan material tersebut. Agar tampilan kaca atau cermin lebih indah, beri bingkai. Bentuk dan penempatan bingkai dapat dikreasikan, seperti menyerupai jendela atau kisi-kisi. Sebaiknya pelapisan material logam tidak untuk menutupi keseluruhan bidang dinding. Aplikasi di bagian bawah saja, atau sebagai lis akan membuat tampilannya tak mendominasi, sehingga ruang tak berkesan keras. Kreasikan material logam untuk ditempelkan pada dinding, seperti dibuat berlekuk-lekuk atau diolah jadi bertekstur, untuk melembutkan tampilannya.

9. Cerukan/ niche
Ruang dengan lahan terbatas dapat mengaplikasikan dekorasi dinding bercoak atau berupa cerukan (niche). Jadi, tak perlu ada rak atau lemari pajangan karena ceruk di dinding bisa berfungsi sebagai tempat memajang pernak-pernik. Cerukan pada dinding ini dapat dibuat vertikal atau meninggi, bisa juga berukuran besar, misalnya 60cmx100cm, yang berfungsi sebagai rak. Agar pernak-pernik pajangan anda tampil indah, tambahkan pencahayaan pada cerukan ini.

10. Tonjolan/ ambalan
Jika dinding tak memungkinkan untuk dibobol atau dibuat cerukan, buatlah ambalan. Dinding menjadi lebih fungsional dengan tambahan rak yang menempel. Fungsinya sebagai tempat memajang aneka aksesori ruang. Ambalan bisa dibuat dari gipsum atau papan kayu. Perhatikan cara menempelkan agar hasilnya memuaskan, misalnya dengan angker yang ditancapkan ke dinding. Namun jika anda menggunakan siku-siku sebagai penahan ambalan, pastikan tempelannya rapi.

11. Ekspos material
Umumnya material yang diekspos adalah batu-bata, beton ringan aerasi, gipsum dan plester kamprot. Bisa diaplikasikan pada ruang publik untuk menciptakan kehangatan. Pilih material yang bagus dengan tampilan yang rapi dan presisi. Perhatikan pemasangan material yang akan diekspos, terutama bagian finishing-nya. Kerapian merupakan kunci untuk memperoleh hasil terbaik. Jangan lupa beri coating yang sesuai karakter materialnya agar tampilan alami yang diinginkan tercapai.

12. Olahan artwork
Sediakan ruang khusus untuk mendekorasi ruang dengan olahan dinding berupa artwork. Misalnya, studio atau ruang entertainmet. Anda bisa bebas berkreasi, seperti dinding artifisial dari semen atau ukiran kayu dan logam. Cara ini dapat diaplikasikan untuk membangun suasana seni yang kental atau untuk mendukung kebebasan berekspresi anda. So, punya ide kreatif? Langsung saja anda wujudkan.  (ee/ net)






Exploring the Wall; Dinding Tampil Lebih Hidup

Tahukan anda bahwa dinding tak sekadar tempat mengantungkan lukisan dan pigura foto. Anda bisa bereksperimen dengan dinding agar ruang tidak terkesan kaku dan dingin.

Hal termudah adalah dengan melihat kreasi dinding di buku interior. Namun, bantuan desainer interior sangat diperlukan mengingat dinding merupakan elemen penting. Penggunaan elemen lain menjadi sangat penting agar dinding tampil lebih hidup. Bahan materi kayu atau kaca dapat menjadi pendamping. Juga pewarnaan yang tepat mampu menyeimbangkan atmosfir ruang yang bersanding dengan perabotnya.

Untuk membuat dinding dekoratif penuh warna dan corak, sempurnakan lagi permukaannya. Ratakan dengan dempul tembok. Untuk dinding retak, anda harus menyuntik bagian retak tersebut dengan cairan khusus. Haluskan permukaan dinding dengan ampelas. Kemudian cat dua kali, satu untuk warna dasar dan satu lagi dengan warna-warna pilihan anda.

Untuk memisahkan dua warna yang berbeda, gunakan isolasi kertas yang ditempel mengikuti garis batas. Buatlah ornamen dengan cat lain. Serasikan pajangan dindingnya, untuk nuansa etnik pilihlah warna-warna yang sedikit lebih gelap.

Cat minyak merupakan pilihan tepat agar dinding tidak lembab dan kotoranpun tidak mudah melekat. Untuk membersihkannya, cukup mengusap bagian yang kotor tersebut dengan busa dan air sabun saja.

Jika salah satu ruangan anda memiliki sebuah jendela yang tidak lazim, maka anda akan memiliki siluet sinar matahari yang unik pada dinding anda. Bentuk jendela bunga pada dinding bak sebuah lukisan sinar. Sementara untuk menyatukan dua ruang yang terpisah, jangan ragu memberi lubang pada dinding. Tambahan elemen kayu sebagai bingkai, ini memberi efek menyerupai lukisan ruang bagi ruang di sebelahnya. 

Selain mengekspos batu bata tanpa plesteran, batu alam juga dapat ditempel di permukaan plester. Tekstur batu alam yang beragam ini dapat bertahan di dalam maupun di luar ruangan. 

Pajangan aquarium yang menarik juga dapat diaplikasi dengan dinding. Batu bata ekspos terlihat lebih natural sebagai media air nan bening. Penambahan rangka beton dinding yang kuat bisa menopang beban air aquarium yang berat. Demi keamanan, perhatikan sisi kekuatannya.

So, masih punya dinding kosong yang belum tereksploitasi? Banyak pilihan yang bisa anda lakukan.  (ee)

Comments