PASAL - 1 PEKERJAAN PERSIAPAN





PASAL - 1 PEKERJAAN PERSIAPAN , PASAL - 2 PEKERJAAN GALIAN TANAH , PASAL - 3 PEKERJAAN URUGAN PASIR , PASAL - 4 PEKERJAAN PONDASI BATU BELAH , PASAL - 5 PEKERJAAN ANTI RAYA, PASAL - 6 PEKERJAAN BETON NON STRUKTURAL, PASAL - 7 PEKERJAAN KAYU NON STRUKTURA, PASAL - 8 PEKERJAAN LOGAM NON STRUKTURAL , PASAL - 9 PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA, PASAL - 10 PEKERJAAN PELAPIS DINDING , PASAL - 11 PEKERJAAN WATER PROOFING , PASAL - 13 PEKERJAAN KOSEN, DAUN PINTU DAN DAUN JENDELA, PASAL - 14 PEKERJAAN SANITAIR , PASAL - 15 PEKERJAAN KACA DAN CERMIN , PASAL - 16 PEKERJAAN ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI, PASAL - 17 PEKERJAAN LANGIT - LANGIT, PASAL - 18 PEKERJAAN PENGECATAN , PASAL - 19 PEKERJAAN PENUTUP ATAP GENTENG DAN ATAP KACA/ SKY LIGHT. , PASAL - 20 PEKERJAAN PERKERASAN, PASAL - 21 PEKERJAAN DRAINAGE



PASAL - 1

 

PEKERJAAN PERSIAPAN

 


1.      PENGUKURAN TAPAK KEMBALI

 

         1.1     Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah, letak pohon-pohon, letak batas-batas tanah dengan mengggunakan alat optik.

 

1.2         Ketidak-cocokkan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Perencana untuk dimintakan keputusannya. Kontraktor tidak diperkenankan membuat keputusan sendiri.

 

 

1.3         Pengukuran sudut siku-siku dengan prisma atau benang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil.

 

1.4         Instalasi-instalasi yang sudah ada dan masih berfungsi harus diberi tanda yang jelas dan dilindungi dari kerusakan-kerusakan yang mungkin terjadi akibat pekerjaan proyek ini, dan untuk itu harus dicantumkan dalam gambar pengukuran seperti disebutkan dalam pengukuran sesuai dengan ayat 1.  Kontraktor bertanggung jawab atas segala kerusakan akibat pekerjaan yang  dilaksanakannya.

 

1.5         Gambar pengukuran tapak proyek ini harus mendapat persetujuan pengesahan Kanisius, yang meliputi antara lain:

-          Sistem koordinat, sesuai ketentuan gambar

-          Peil sesuai titik simpul koordinat dan transis dengan tinggi internal 1 m.

-          Rencana lokasi, kantor proyek Kontraktor, tempat simpan bahan terbuka, tempat simpan bahan tertutup, los kerja sumber air dan reservoir.

-          Kontraktor wajib menyerahkan gambar site plan rencana tahapan  pelaksanaan pekerjaan.

 

 

2.      PAPAN PATOK UKUR

                       

2.1      Papan patok ukur dipasang pada patok kayu yang kuat, tertanam pada cor beton setempat sehingga tidak bisa digerak-gerakkan atau dirubah-rubah.

 

2.2      Papan patok ukur dibuat dari kayu klas II, dengan ukuran tebal 3 cm, lebar  20 cm, lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya.

 

2.3      Tinggi sisi atas papan bouwplank harus sama satu dengan lainnya kecuali dikehendaki lain oleh Kontraktor atas persetujuan Pengawas.

 

2.4      Papan patok ukur dipasang sejauh 150 cm dari as dinding terluar, sehingga tidak menggangu pelaksanaan pekerjaan.

 

2.5      Setelah selesai pemasangan papan patok ukur Kontraktor harus melapor kepada Pengawas untuk dimintakan persetujuannya, serta harus menjaga dan memelihara keutuhan serta ketetapan letak papan patok ukur sampai tidak diperlukan lagi .

 

 

3.      KANTOR KONTRAKTOR DAN LOS KERJA

 

               3.1     Ukuran luas  Kantor proyek Kontraktor dan los kerja serta tempat simpan bahan bakar dibicarakan dengan Pengawas dengan tidak mengabaikan faktor keamanan, kebersihan dan bahaya kebakaran, serta memperhatikan tempat yang tersedia sehingga tidak mengganggu kelancaran pekerjaan,  harus disediakan minimal 1 (satu) buah penyemprot api extinguisher jenis  powder  typ A,B dan C  dengan kapasitas  6 kg/cm2, 1 (satu) di Kantor proyek Kontraktor, 1 (satu) diletakkan di daerah yang strategis di Los Kerja.

             

         3.2     Khusus untuk tempat simpan bahan-bahan seperti pasir, kerikil sebaiknya dibuatkan kotak simpan di pagar dengan dinding papan, sehingga masing-masing bahan tidak tercampur dengan lainnya.

 

4.             PENYEDIAAN AIR DAN DAYA LISTRIK UNTUK KERJA

 

4.1      Air untuk bekerja disediakan oleh Owner  di area proyek, dengan cara Kontraktor membuat instalasi sendiri menyambung dengan instalasi yang sudah ada, air harus bersih dari lumpur, minyak dan bahan kimia lainnya dengan dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium

 

4.2     Reservoir/bak atau drum air untuk kerja, berkapasitas kurang lebih 4 m3 dan senantiasa terisi penuh

 

         4.3     Listrik untuk bekerja harus disediakan Owner dengan cara Kontraktor menyambung sementara  selama masa pembangunan dengan daya secukupnya.

 

5.             PEKERJAAN BONGKARAN

 

5.1   Lingkup pekerjaan:

Menyediakan tenaga kerja, peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan ini

 

5.2   Pekerjaan ini meliputi

Semua pembongkaran dinding bata, plat beton, balok, dan kolom beton, besi beton atap, plafon dan lain-lain yang diisyaratkan untuk dibongkar untuk pelaksanaan pekerjaan yang baru baik yang berupa struktural ataupun yang non struktural

 

5.3   Syarat pembongkaran

-          Semua pembongkaran harus menggunakan cara dan alat-alat khusus yang tidak akan merusak bagian-bagian yang tidak diisyaratkan di bongkar

-          Tidak diperkenankan menggunakan bahan peledak atau alat yang dapat membahayakan orang lain, kecuali atas rekomendasi Kanisius

-          Semua puing dan sisa bongkaran harus dibuang secepatnya di luar kawasan proyek atau atas persetujuan Pengawas sisa bongkaran tersebut harus dikumpulkan di suatu tempat diareal proyek

-          Untuk bongkaran genteng, kayu, plywood dan paku harus dikumpulkan sebagai berikut :

                                Paku.  Semua paku yang menepel pada kayu harus dicabut     

                                dan dikumpulkan.

                                                   Kayu.  Semua kayu harus dikupulkan menurut ukuranya      

                                                   dan disusun berdiri sesuai dengan panjangnya.

                                                   Untuk papan dan plywood harus dikumpulkan dengan       

                                                   ditumpuk sesuai dengan ukuranya .

 

-          Kontraktor wajib memperbaiki atau mengganti dengan yang baru apabila ada bagian-bagian bangunan yang rusak akibat pembongkaran tersebut dengan semua biaya ditanggung Kontraktor

-          Semua sisa puing/sisa bongkaran tidak diperkenankan di daur ulang untuk pekerjaan yang baru kecuali atas persetjuan pengawas .

 

AKHIR DARI PASAL - 1


lanjutan :

PASAL - 2 PEKERJAAN GALIAN TANAH



Comments