TANDA-TANDA SAKIT AMBEYEN DAN CARA MENGOBATINYA

Mengenali Tanda Tanda Ambeyen dan Cara Mengatasinya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),  arti tanda-tanda  sama dengan gejala. Gejala  dalam KBBI diartikan sebagai tanda-tanda akan terjadinya sesuatu.  Ini berarti tanda-tanda ambeyen adalah keadaan baik yang bisa dilihat maupun yang bisa dirasakan akan terjadinya atau timbulnya penyakit ambeyen.  Penyakit ambeyen sendiri adalah penyakit yang menyerang area saluran pembuangan atau anus (dubur) pada manusia.  Penyakit ini bisa bisa menyerang siapa saja tanpa kecuali, namun mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit  ambeyen ini cenderung juga akan terkena. Selain itu olahragawan yang menggeluti jenis olah raga tertentu seperti olah raga angkat besi atau angkat berat serta olah raga pernafasan juga rentan terkenan penyakit ini jika salah dalam melakukan gerakan. Kaum wanita juga lebih mudah terkena penyakit  ini dibanding pria, sebab wanita mengalami masa menstruasi dan kehamilan. Pada saat menstruasi dan kehamilan tersebut, pembuluh darah vena mengalami pelebaran dan hal ini dapat menjadi pemicu timbulnya penyakit ambeyen.

Aek Kanopan,Agats,Airmadidi,Ampana,Amuntai,Amurang,Andolo,Arga Makmur,Arosuka,Atambua,Baa,Badung,Bajawa,Balige,Bandar Seri Bentan,Banggai,Bangkalan,Bangkinang,Bangko,Bangli,Banjarnegara,Bantaeng,Banyuwangi,Barabai,Barru,Batang,Batu Bulan,Batulicin,Baturaja,Batusangkar,Belopa,Bengkalis,Bengkayang,Benteng,Biak,Bintuhan,Bintuni,Bireuen,Blambangan Umpu,Blang Kejeren,Blangpidie,Blora,Bojonegoro,Bolaang Uki,Bondowoso,Boroko,Borong,Botawa,Boyolali,Brebes, Bumiayu,Bula (de facto),Bulukumba,Bungku,Buntok,Buol,Buranga,Burmeso,Calang,Ciamis,Cianjur,Cibinong,Cikarang,Cilacap,Ciruas,Curup,Daik, Lingga,Demak,Dobo,Dolok Sanggul,Dompu,Donggala,Elelim,Enarotali,Ende,Enrekang,Fakfak,Fef,Garut,Gedong Tataan,Gianyar,Gorontalo,Gresik,Gunung Sitoli,Gunung Sugih,Gunung Tua,Idi Rayeuk,Ilaga,Indralaya,Indramayu,Jailolo,Jember,Jeneponto,Jepara,Jombang,Kabanjahe,Kaimana,Kajen,Kalabahi,Kalianda (kota),Kandangan,Kanigoro,Karang Baru,Karang Tinggi,Karanganyar,Karangasem,Karawang,Karubaga,Kasongan,Kebumen,Kecamatan Bantul,Kecamatan Sleman,Kecamatan Wates,Kecamatan Wonosari,Kediri,Kefamenanu,Kendal,Kenyam,Kepahiang,Kepanjen,Kepi,Ketapang,Kigamani,Kisaran,Klaten,Klungkung,Koba,Kobakma,Kolaka,Kota Agung,Kota Jantho,Kota Kayu Agung,Kota Liwa,Kota Manna,Kota Mungkid,Kota Pinang,Kotabaru,Kotabumi,Kotamobagu,Kotamulia,Kraksaan,Kuala Kapuas,Kuala Kurun,Kuala Pembuang,Kuala Tungkal,Kudus,Kumurkek,Kuningan,Kupang,Kutacane,Kwandang,Labuan Bajo,Labuha,Lahat,Lahomi,Lamongan,Langgur,Larantuka,Lasusua,Lewoleba,Lhoksukon,Limapuluh,Lotu,Lubuk Basung,Lubuk Pakam,Lubuk Sikaping,Lumajang,Luwuk,Maba,Madiun,Majalengka,Majene,Makale,Malili,Malinau,Mamasa,Mamuju,Manggar,Manokwari,Marabahan,Marisa,Marisa/Tilamuta,Martapura,Masamba,Masohi,Mataram,Maumere,Mbay,Melonguane,Mempawah,Menggala,Mentok,Merauke,Mesuji,Meulaboh,Meureudu,Mojokerto,Morotai Selatan,Muara Aman,Muara Beliti Baru,Muara Bulian,Muara Bungo,Muara Enim,Muara Sabak,Muara Tebo,Muara Teweh,Muaradua,Muaro Sijunjung,Mukomuko,Nabire,Namlea,Namrole,Nanga Bulik,Nanga Pinoh,Negara,Ngabang,Ngamprah,Nganjuk,Ngawi,Nunukan,Oksibil,Ondong Siau,Pacitan,Padang Aro,Painan,Pamekasan,Pandan,Pandeglang,Pangkajene,Pangkajene Sidenreng,Pangkalan Balai,Pangkalan Bun,Pangkalan Kerinci,Pangururan,Panyabungan,Parigi,Paringin,Parit Malintang,Pasangkayu,Pasarwajo,Pasir Pengaraian,Pasuruan,Pati,Pattalassang,Pelabuanratu,Pelaihari,Pemalang,Penajam,Pinrang,Piru (de facto),Polewali,Ponorogo,Poso,Praya,Pringsewu,Pulang Pisau,Pulau Pramuka,Pulau Punjung,Purbalingga,Purukcahu,Purwakarta,Purwodadi,Purwokerto,Purworejo,Putussibau,Raba,Raha,Ranai, Bunguran Timur,Rangkasbitung,Rantau,Rantau Prapat,Rantepao,Rasiei,Ratahan,Raya,Rembang,Rengat,Rumbia,Ruteng,Salak,Sambas,Sampang,Sampit,Sanana,Sangatta,Sanggau,Sarilamak,Sarmi,Sarolangun,Saumlaki,Seba,Sei Rampah,Sekadau,Sekayu,Selatpanjang,Selong,Sendawar,Sengeti,Sengkang,Sentani,Serui,Siak Sri Indrapura,Sibuhuan,Sidikalang,Sidoarjo,Sigi Biromaru,Sigli,Simpang Ampek,Simpang Tiga Redelong,Sinabang,Singaparna,Singaraja,Singkil,Sinjai,Sintang,Sipirok,Situbondo,Slawi,Soe,Soreang,Sorendiweri,Sorong,Sragen,Stabat,Subang,Sugapa,Suka Makmue,Sukadana,Sukamara,Sukoharjo,Sumbawa Besar,Sumber,Sumedang,Sumenep,Sumohai,Sungai Liat,Sungai Raya,Sungaipenuh,Sungguminasa,Suwawa,Tabanan,Tahuna,Tais,Takengon,Taliwang,Taluk Kuantan,Tambolaka,Tamiang,Tanah Grogot,Tanah Merah,Tanjung,Tanjung Balai Karimun,Tanjung Pandan,Tanjungredep,Tanjungselor,Tapak Tuan,Tarutung,Tebing Tinggi,Teluk Dalam,Temanggung,Tembilahan,Teminabuan,Tenggarong,Terempa,Tideng Pale,Tigaraksa,Tigi,Timika,Tiom,Tobelo,Toboali,Toli-Toli,Tondano,Trenggalek,Tuapejat,Tuban,Tulang Bawang Tengah,Tulungagung,Turikale,Tutuyan,Ujung Tanjung/Bagan Siapi-api,Unaaha,Ungaran,Waibakul,Waikabubak,Waingapu,Waisai,Wamena,Wanggudu,Wangi-Wangi,Waris,Watampone,Watan Soppeng,Weda,Wonogiri,Wonosobo,Wonreli

Tanda-tanda ambeyen yang umum terjadi dan mudah dikenali adalah adanya tetesan darah yang ikut keluar bersama feses (tinja) saat seseorang buang air besar. Tanda-tanda seperti ini kebanyakan tidak disertai dengan rasa sakit dan termasuk pada jenis ambeyen internal. Tetesan darah tersebut disebabkan adanya pembuluh darah yang pecah karena tidak kuat menahan tekanan. Namun jika ada darah yang keluar saat buang air besar, kadang orang tidak bisa membedakan apakah hal tersebut gejala ambeyen atau gejala penyakit lain seperti kanker usus besar, maag kronis, dan lain-lain. Jika hal demikian terjadi, untuk memastikannya memang diperlukan pemeriksaan ahli kesehatan atau dokter.

Tanda-tanda ambeyen yang lainnya adalah timbulnya rasa sakit saat buang air besar, ini disebabkan pembengkakan pada anyaman pembuluh darah yang berfungsi sebagai bantalan anus sudah cukup besar dan menonjol keluar, jenis ambeyen seperti ini termasuk ambeyen eksternal.  Rasa sakit yang timbul adalah karena adanya peradangan serta iritasi pada anyaman pembuluh darah yang membengkak tadi akibat bergesekan dengan feses yang akan dikeluarkan. Jika tanda-tanda atau gejala ambeyen sudah dilihat atau dirasakan, segera lakukan langkah-langkah pencegahan ambeyen semakin parah langkah-langkah untuk mengobati atau mengatasinya.

Setelah tanda-tanda ambeyen muncul, langkah-langkah  pencegahan yang dapat dilakukan agar penyakit ambeyen tidak semakin parah di antaranya adalah:

1. Cukupi kebutuhan tubuh akan cairan atau minum air bening sehat minimal 2 liter atau 8 gelas per hari.

2.  Perbanyak mengonsumsi sayuran, buah-buahan, serta makanan lainnya yang memiliki kandungan serat.

3.  Hentikan kebiasaan duduk atau berdiri terlalu lama, kebiasaan ‘nongkrong’ terlalu lama saat buang air besar juga termasuk yang harus dihentikan.

4.  Jangan mengangkat beban yang berat, terutama pada ibu yang sedang hamil.

5.  Hentikan mengonsumsi minuman yang terlalu banyak mengandung kafein, alcohol, dan soda.

Tanda-tanda ambeyen bisa dihilangkan dengan mengatasi penyakit ambeyen nya.  Cara paling aman mengatasi penyakit ambeyen adalah dengan meminum obat herbal ambeyen yang paling ampuh yakni ambeclear. Obat herbal ambeclear ini akan bekerja dari dalam tubuh untuk mengatasi ambeyen. Sementara untuk mempercepat penyembuhan ambeyen, dapat dibantu dengan obat yang bekerja dari luar yakni salep salwa. Salep salwa digunakan dengan cara dioleskan pada bibir anus (dubur) yang mengalami masalah ambeyen. Ambeclear dan salep salwa dapat menghilangkan gejala serta penyakit ambeyen secara aman, efektif, dan efisien. 

Konsultasi gratis

WA : 0857-1558-5781

CALL/SMS : 0851-3040-6868 

BBM : 7E6C5F4D


Comments