ALTERNATIF BISNIS PERTANIAN


HOME                                                                                                                                                                                KONTAK

 

PEMBUATAN MINUMAN GEL LIDAH BUAYA

 

Nama tumbuhan lidah buaya ( Aloe vera ) sudah melakat di masyarakat Indonesia.Bahkan,sejak para orangtua dulu sudah dikenal sebagai salahsatu tanaman  yang mempunyai manfaat dan kegunaan bagi kehidupan manusia.

Lidah buaya yang nama latinnya Aloe vera L, tergolong ke dalam suku Liliaceae.Aloe artinya “senyawa pahit yang bersinar “. Tumbuhan ini menyerupai kaktus. Daunnya meruncing berbentuk taji ,bagian dalamnya bening,bersifat getas dengan tepi bergerigi. Eksudat ( getah ) tanaman ini pahit rasanya, tetapi dapat digunakan sebagai obat penyembuh pada berbagai penyakit kulit.

Lidah buaya telah lama dijuluki sebagai medical plant ( tanaman obat ) atau master healing plant ( tanaman penyembuh utama ). International Aloe Science Council mengatakan lidah buaya sebagai tanaman ajaib abad ini.

Kandungan Gizi Lidah Buaya

 

Lidah buaya mempunyai kjandungan zat gizi yang diperlukan tubuh dengan cukup lengkap, yaitu vitamin A,B1,B2,B3,B12,C,E,Choline,inositol dan asam folat. Kandungan mineralnya antara lain terdiri dari : kalsium ( Ca ), magnesium ( Mg ), potassium ( K ), sodium ( Na ), besi ( Fe ), zinc ( Zn ), dan kromium ( Cr ). Beberapa unsure vitamin dan mineral tersebut dapat berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami, seperti vitamin C, vitamin E, vitamin A, magnesium, dan zinc. Antioksidan ini berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan berbagai penyakit degeneratif.

Selain itu, daun lidah buaya segar mengandung enzim yang diperlukan oleh tubuh, yaitu amylase, catalase, cellulose, carboxypeptidase, dan lain-lain. Sejumlah asam amino terdapat dalam lidah buaya, meliputi arginin, asparagin, asam asparatat, alanin, serin, valin, glutamate, treonin, glisin, lisin, prolin, hisudin, leusin, dan isoleusin.

 

 

 

 

 

Komponen nutrisi Lidah Buaya per 100 gr gel

Komponen

Jumlah

Karbohidrat

Kalori

Lemak

Protein

Vitamin A

Vitamin C

Thiamin

Riboflavin

Niacin

Kalsium

Besi

0.300 gr

1.750 – 2.300 kal

0.050 – 0.090 gr

0.010 – 0.061 gr

2.000 – 4.600 IU

0.500 – 4.200 mg

0.003 – 0.004 mg

0.01 – 0.04 mg

0.038 – 0.040 mg

9.920 – 10.920 mg

0.060 – 0.320 mg

 

Khasiat Lidah Buaya

 

Dalam bidang pertanian, lidah buaya digunakan sebagai tanaman hias di pekarangan serta sebagai komoditas pertanian yang dapat dikembangkan sebagai usaha agribisnis, hal ini dikarenakan lidah buaya secara alami maupun olhannya dapat memberikan beragam manfaat .

Lidah buaya mempunya beragam kegunaan lain, baik untuk perawatan kesehatan, kecantikan maupun untuk pengobatan. Masih melekat di ingatan kita, lidah buaya sejak dulu memiliki manfaat sebagai obat penyubur rambut sehingga lebih dikenal di kalangan kaum ibu rumah tangga sebagi obta penyubur rambut bagi anak-anaknya. Saat ini, sejumlah salon menggunakan sari lidah buaya sebagai salahsatu treatment untuk cream bath.

Manfaat lain dari lidah buaya yang cukup dikenal oleh masyarakat adalah untuk perawatan kulit. Zat lignin yang dikandungnya diyakini dapat menembus dan meresap ke dalam kulit dan menahan hilangnya cairan dari permukaan kulit sehingga kulit tidak cepat kering dan akan tetap lembab.

Selain itu, tanaman Lidah buaya juga diyakini mamiliki khasiat sebagi penurun panas bagi anak-anak, nyeri lambung ( mag ), sembelit, penyembuh luka bakar, mengobati bisul, batuk yang membandel, radang tenggorokan, serta menghilangkan jerawat dan noda hitam. Lidah buaya berhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri, dan membantu proses regenerasi sel. Di samping itu, lidah buaya dapat menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AIDS . Lidah buaya yang baik digunakan untuk obat adalah Aloe barbadensis  milleer.

 

Pemanfaatan Lidah Buaya

 

Saat ini lidah buaya banyak digunakan sebagi bahan utama produk-produk seperti hair conditioner, krim cukur, suntan lotion, pelembab kulit, pembersih muka, penyegar dan anti deodorant, dan untuk pengobatan berbagai penyakit.

Hal itulah yang kemudian mendorong munculnya makanan kemasan dari lidah buaya, menyerupai nata de coco, yang dikenal sebagai nata  de aloe yang sekarang banyak dijumpai di supermarket dan took-toko. Bentuk kemasan yang saat ini sudah menjadi populer, mampu menyaingi kemasan makanan / minuman lainnya.

Daun lidah buaya juga dapat diolah menjadi berbgai produk makanan dan minuman lainnya, berupa sejenis jeli, minuman segar sejenis jus, dawet, dodol, selai, dan lain-lain. Makanan dan minuman hasil olahan lidah buaya sangat berpotensi sebagai makanan / minuman kesehatan. Hal tersebut disebabkan oleh kombinasi kandungan zat gizi dan non gizi yang memiliki khasiat untuk mendongkrak kesehatan. Mengingat besarnya manfaat lidah buaya, maka perlu dipelajari pengolahan lidah buaya.  

BUDIDAYA LIDAH BUAYA

 

Tanaman lidah buaya tumbuh baik di daerah tropis ( daerah beriklim panas dengan ketinggian 800 m ) dan memebutuhkan sinar matahari yang cukup.

langkah-langkah yang dilakukan untuk budidaya lidah buaya yaitu:

1.      Pemilihan bibit

bibit yang ditanam, harus dijamin varietas yang memiliki daging tebal dan berstektur kenyal

  1. Pengolahan Lahan

Dibuat bedengan dengan ukuran tinggi 0,5 m lebar 1 m dan panjang disesuaikan ( maksimal 10 m ), dan jarak antar bedengan 0,5 m

  1. Penanaman

Dibuat lubang pada bedengan, dengan garis tengah 0,25 m sedalam 30 cm, diberi pupuk organic matang + 0,5 kg dan pupuk anorganik ( campuran TSP, KCL ) sebanyak 20 gr per pohon. Pupuk-pupuk tersebut dicampur dengan tanah ( 1 : 1 ). Bibit ditanam dengan jarak 1 m dan sekelilin tanaman perlu sedikit dipadatkan.

  1. Pemupukan

Pemupukan susulan perlu dilakukan dengan periode 3 bulan sekali terdiri dari pupuk organic 0,5-1 kg / pohon, pupuk organic campuran urea,TSP, KCL sebanyak 30 gr / pohon

  1. Perawatan

Secara teratur, rumput-rumput dibersihkan dan disemprot dengan pestisida bila ada gejala serangan hama penyakit, terutama yang disebabkan oleh jamur dan bakteri.

  1. Panen

Pemanenan bisa dilakukan minimal setelah tanaman berusia 1 tahun setelah tanam per pohon secara bekala ( 1 bulan, 1 kali ) diambil satu buah daun yang paling tua dengan cirri daging daun agak keras dan ujung-ujung duri tidak mudah patah dsan berwarna hijau tua. Pemetikan dengan cara menyayat ketiak daun, kemudian memisahkan dari batangnya. Rata-rata setiap pohon mampu menghasilkan 0,5 kg sampai 1 kg daun segar setiap kali pemanenan.  

 

SKEMA PEMBUATAN MINUMAN GEL LIDAH BUAYA

 

Pengupasan dan pengirisan

 

      

Perebusan / Blanching

                                                                         

Pencucian

         

Pengemasan dalam Cup

Terlebih dahulu dicampur sirup

      

Sterilisasi

      

Pengemasan dalam karton

      

Pemasaran