RUANG GALERI

 Saat aku mulai mengerti tentang hidup
Aku butuh tumpahan rasa
yang sudi menerimaku apa adanya
Saat mata memandang
hingga lelah dan terpejam
segalanya terasa indah
dengan kehadiran seorang sahabat
Saat bahagia aku kan tertawa bersamanya
menjalani hari-hari penuh senyum bersamanya
namun saat terluka
Aku akan berlari dalam gelap
karena aku malu membaginya
dan tak ingin menjadi beban baginya
Meski rapuh aku tak ingin hancur
Aku harus tetap hidup demi s’mua mimpiku.

 

andai saja aku dilahirkan kembali dan boleh memilih
“aku ingin jadi apa?”

aku ingin menjadi seorang peri.
aku ingin mengabulkan permintaanmu.
aku ingin menghilangkan kegundahan hatimu.
aku ingin kamu bahagia karena aku.
aku tak ingin melihatmu menangis.
aku tak mau berdiam diri melihat penderitaanmu.

tapi..
aku tak sanggup seperti itu.
aku tak mungkin menjadi peri.
aku tak mampu membuatmu lepas dari keterpurukanmu.

seandainya aku bisa berjumpa dengan peri..
ak akan mnta tolong padanya..
agar kamu bahagia dan keluar dari ruangan
yang membelenggumu..
entah apapun syaratnya..
akan tetap kupenuhi..
untukmu..

Aku mengenalmu
pada sebait angka tak kukenal
di malam – malam langit basah
dalam sebuah lingkar
yang kusebut itu waktu…

Ini bukan akhir….
karna esok mentari
kan hadir menyapamu…

Cukuplah aku menjadi kata
menemanimu dalam sepi….
cukuplah aku menjadi embun
menyapamu dalam kesejukan…
cukuplah aku…!!!

Karna….
aku mengenalmu
pada sebait angka tak kukenal

Comments