1. Sejarah AIKIDO yang sebenarnya


Sejarah AIKIDO yang sebenarnya




Menjelang Perang Dunia ke 2, Master Shioda Gozo (pendiri aliran Yoshinkan Aikido) datang ke Indonesia.
Beliau berkunjung ke kota Pontianak, Makassar dan Surabaya. Pada kesempatan tersebut, beliau sempat memperkenalkan Aikido kepada orang-orang Jepang yang tinggal di tiga kota tersebut.

Pada tahun 1968, salah seorang murid Master Tomiki Kenji yang bernama Shimizu Toshio (DAN 2) mensosialisasikan Aikido aliran Tomiki (Shodokan Aikido) kepada beberapa warga Surabaya selama 2 tahun. Pelatihan dilakukan di jalan Bawean 27, Surabaya, di dojo Judo milik almarhum Bapak G.W. Pantouw (Judoka senior Indonesia).
Pelatihan ini tidak berlanjut saat Bapak Shimizu pulang ke Jepang (karena tidak diorganisir).

Pada tahun 1972,
Bapak Prawira Widjaya dan Bapak Kochi Eiichi (dengan bantuan Bapak Willy Pantouw) mensosialisasikan Aikido aliran AIKIKAI di dojo milik Bapak G.W. Pantouw (sampai akhirnya pindah ke dojo sendiri sekitar tahun1974).
Bapak Prawira Widjaya pernah mengikuti pelatihan Aikido aliran Tomiki. Sebelumnya, beliau juga pernah mendapat bimbingan secara tidak langsung dari Bapak Pencipta Aikido, O Sensei Ueshiba Morihei (1967 - 1968).

Pada tahun 1973, Bapak Prawira Widjaya (atas dorongan moril Hombu-cho AIKIKAI, Master Tohei Koichi (DAN 10), Presiden Hong Kong Aikido Association, Bapak Wong Sui Shing, dan Master Soma Kiyoshi, utusan khusus AIKIKAI Hombu Dojo, Jepang) mendirikan AIKIDO SURABAYA CLUB pada tanggal 27 Desember 1973.

Selanjutnya, AIKIDO diperkenalkan ke beberapa kota lain, antara lain:
  1. Gresik, di Jawa Timur, dikoordinasi oleh Bapak Mayor TNI AD. Soeprapto.
  2. Makassar (saat itu bernama: Ujung Pandang), di Sulawesi Selatan, dikoordinasi oleh Bapak Glenn Wala.
  3. Jakarta, dikoordinasi oleh Bapak Imam Kurnain.

Kemudian, untuk pengembangan AIKIDO lebih lanjut di Indonesia, secara resmi didirikan organisasi (lengkap dengan dojo pusat latihan dan perpustakaan yang didanai sendiri oleh Bapak Prawira Widjaya) yang mempunyai misi mengayomi dan membina pelatihan AIKIDO di Indonesia.

Organisasi tersebut bernama: INDONESIA AIKIKAI (didirikan pada tanggal: 25 April 1975)

Logo INDONESIA AIKIKAI, oleh Bapak Prawira Widjaya, ditetapkan untuk sesuai dengan logo INTERNATIONAL AIKIDO FEDERATION (IAF).

Pertama kali (1975), warna inti logo INDONESIA AIKIKAI masih sama dengan warna logo IAF, tetapi selanjutnya (sejak akhir 1980) logo INDONESIA AIKIKAI secara keseluruhan hanya memakai dwi warna bendera Indonesia, seperti di bawah ini.

Catatan:
  1. AIKIDO SURABAYA CLUB tidak punya hubungan apapun dengan perkumpulan baru yang dinamai Aikido Surabaya Dojo (yang merupakan cabang sebuah organisasi Aikido di Jakarta).
  2. INDONESIA AIKIKAI tidak mempunyai hubungan manajemen dan tidak mempunyai misi yang sama dengan Yayasan Indonesia Aikikai (yang didirikan di Jakarta pada tahun 1983, digagas oleh beberapa warga Jakarta, antara lain Bapak Robert Felix - yang pernah datang untuk minta surat kuasa yang semula dikatakan untuk tujuan mencari dana pelatihan Aikido di Jakarta), meskipun logo dan nama Yayasan Indonesia Aikikai sama atau nyaris sama dengan logo dan nama organisasi INDONESIA AIKIKAI.



Dokumen-dokumen bukti sejarah Aikido di Indonesia:



Koran
DJAWA POS (edisi 29 Djuli 1972) menunjukkan bukti bahwa
SURABAYA adalah tempat awal perintisan AIKIDO
(terutama AIKIDO dari aliran AIKIKAI) di INDONESIA.


Berita Konvensi IAF ke 2 (1978) menunjukkan
prestasi Bapak Prawira Widjaya, Surabaya, dan Indonesia,
yang telah diakui oleh forum internasional AIKIDO.

Situs ini merupakan bagian dari:
http://sites.google.com/site/aikidosurabaya



Comments