AD ART

MULAK TUJOLO

 

ANGGARAN DASAR


 

BAB I

MAKSUD DAN TUJUAN

 

  1. Menghimpun semua anggota di dalam suatu ikatan keluarga yang kokoh dan kompak dalam suka cita maupun duka cita serta diikat oleh adat dari leluhur yang turun temurun pada anggotanya yang berdomisili di wilayah Tangerang tanpa memutuskan hubungan dengan Punguan Raja Silaen & Boru JABODETABEK.
  2. Mempererat tali persaudaraanatas dasar kasih sesama anggota tanpa membeda-bedakan anggota dengan tidak bertujuan politik.
  3. Membina dan meningkatkan kesadaran anggota dalam pengembangan adat istiadat Batak ( Dalihan Natolu) di lingkungan masyarakat khususnya keluarga besar Silaen dan boru se Tangerang.

 

 

BAB II

AZAS DAN KEDAULATAN

 

  1. Punguan Raja Silaen dan Boruna wilayah Tangerang berazaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Kedaulatan adalah di tangan anggota dengan cara musyawarah untuk mufakat.
  3. Segala keputusan dalam musyawarah/mufakat Rapat Umum Anggota adalah keputusan tertinggi yang harus dilaksanakan anggota dengan penuh tanggungjawab.

 

 

BAB III

KEPENGURUSAN PUNGUAN

 

  1. Semua anggota mempunyai hak yang sama menjadi Pengurus kecuali untuk jabatan Ketua tetap dipegang oleh marga Silaen.
  2. Semua Pengurus diangkat atas dasar musyawarah. Sudah berkeluarga dan dipandang cakap untuk jabatan tersebut.
  3. Pengurus terdiri dari:  Penasehat, Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Komisaris Wilayah dan Komisaris Kerohanian. Kepengurusan ini dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.
  4. Periode kepengurusan ditetapkan selama 3 (tiga ) tahun, sesudahnya dapat dipilih satu periode lagi.
  5. Jika salah satu pengurus seperti butir tiga diatas, tidak dapat  atau menyimpang dari tugasnya dapat diganti dengan pemilihan melalui musyawarah.
  6. Pengurus tiap tahun harus membuat laporan pada rapat umum anggota.

 

BAB IV

KEANGGOTAAN PUNGUAN

 

  1. Anggota adalah marga Silaen beserta Boruna (Hela), Pemuda/i yang berdomisili di wilayah Tangerang yang memenuhi kewajibannya seperti yang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga.
  2. Anggota dimaksud pada ayat 1 berlaku sejak mereka mendaftarkan dirinya pada Punguan Silaen dohot Boruna wilayah Tangerang.
  3. Keanggotaan dianggap berakhir apabila anggota dimaksud sudah pindah dari wilayah Tangerang.

 

 

BAB V

KEUANGAN

 

  1. Sumber keuangan Punguan berasal dari : Iuran bulanan anggota, donatur atau sumbangan sukarela dari anggota maupun non anggota, hasil kolekte/persembahan pertemuan bulanan, pendapatan lainnya yang tidak melanggar ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Pengurus wajib membuat laporan keuangan tahunan.
  3. Anggota dapat memeriksa pertanggungjawaban keuangan.

 

 

BAB VI

KEROHANIAN

 

  1. Punguan atas dasar kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Punguan tidak membedakan antar agama ataupun sekte yang dianut oleh anggotanya.

 

 

 


 



                    ANGGARAN RUMAH TANGGA
 

 

 

BAB I

KEANGGOTAAN

 

PASAL 1

KEWAJIBAN & HAK  ANGGOTA

 

Anggota berkewajiban :

  1. Menjaga nama baik Punguan dan saling menghormati sesama anggota punguan.
  2. Membayar iuran anggota setiap bulannya kepada Bendahara Punguan.
  3. Membayar kewajiban Tot-tok ripe bila ada suatu kegiatan tertentu oleh Punguan.
  4. Mengikuti seluruh kegiatan punguan yang meliputi dan tidak terbatas pada: Kegiatan Kebaktian Bulanan, Arisan Bulanan, Kegiatan Sosial maupun Ulaon adat yang menjadi kewajiban punguan, kunjungan kasih ke sesama anggota.
  5. Melaksanakan tugas kepanitian tertentu yang dibentuk berdasarkan mufakat rapat anggota.

 

Anggota berhak :

  1. Menjadi Pengurus Punguan dengan tetap mengacu pada BAB III ayat 1 Anggaran Dasar Punguan.
  2. Mendapatkan dukungan dari Punguan baik dalam acara suka cita maupun duka cita.
  3. Mendapatkan bantuan dana sosial, moril dan lainnya sesuai dengan kemampuan keuangan Punguan pada acara dimaksud point 2 diatas dan akan diatur pada bab berikutnya.
  4. Mendapatkan kunjugan kasih apabila anggota mengalami sakit (opname di Rumah Sakit) atau anggota sendir mengalami duka cita ataupun anggota keluarga yang berhubungan langsung 1 tingkat keatas dan kebawah ( Orang Tua dan anak kandung ).

 

 

PASAL 2

JENIS KEANGGOTAAN

 

Jenis keanggotaan terdiri dari 2 (dua ) jenis :

Anggota Aktif dan Anggota Pasif

 

Anggota Aktif adalah anggota yang memenuhi kewajiban anggota dan berhak atas hak-hak anggota seperti dimaksud pada Pasal 1 diatas.

 

Anggota Pasif adalah marga Silaen maupun Boruna baik yang telah mendaftarkan diri maupun belum, yang berdomisili di wilayah Tangerang dengan kriteria sebagai berikut :

  1. Tidak melaksanakan kewajiban anggota seperti dimaksud pada Pasal 1 diatas.
  2. Tidak pernah hadir pada Pertemuan bulanan dan atau tidak membayar iuran bulanan selama 6 (enam )  bulan berturut-turut, setelah dihimbau/diingatkan oleh Pengurus pada bulan ke-4 dan ke-5.
  3. Melakukan perbuatan yang mencemarkan nama baik Punguan.

 

Anggota Pasif tidak dapat menerima hak-hak anggota dari Punguan seperti dimakud pada pasal 1 diatas namun Punguan tidak membatasi/melarang anggota punguan aktif lainnya untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan anggota pasif dimaksud secara pribadi lepas pribadi.

 

 

 

BAB II

KEPENGURUSAN

 

PASAL 3

PENASEHAT

  1. Dipilih dan diangkat secara mufakat oleh anggota melalui Rapat Umum Anggota.
  2. Bertugas sebagai wakil anggota untuk mengangkat ataupun memberhentikan Kepengurusan sesuai hasil Rapat Umum Anggota.
  3. Berhak memberikan nasehat maupun pendapat kepada Pengurus dalam menjalankan roda organisasi, baik diminta maupun tidak diminta.

 

PASAL 4

KETUA

  1. Ketua adalah pimpinan Punguan yang bertugas menjalankan dan mengendalikan kegiatan untuk kemajuan sesuai dengan arahan pada keputusan musyawarah/mufakat pada Rapat Umum Anggota.
  2. Ketua dalam melaksanakan tugas dapat mengambil inisiatif jika dianggap baik dan perlu demi kepentingan punguan tanpa persetujuan Rapat Umum Anggota.
  3. Ketua dapat menunjuk anggota untuk hal-hal tertentu sebagai pelaksana karena keterbatasan waktu dan pengetahuannya dalam menjalankan tugas yang dimaksud.
  4. Ketua juga berfungsi sebagai koordinator kesekretariatan bersama Sekretaris.

 

PASAL 5

WAKIL KETUA

  1. Wakil Ketua bertugas mendampingi Ketua dalam menjalankan kegiatan Punguan.
  2. Wakil Ketua secara otomatis menjadi Pelaksana Tugas (Plt) apabila Ketua berhalangan sementara ataupu berhalangan tetap.
  3. Wakil Ketua juga berfungsi sebagai koordinator dalam hal pengelolan keuangan punguan oleh bendahara.

 

PASAL 6

SEKRETARIS

  1. Sekretaris wajib membantu Ketua dalam hal :
    1. Surat menyurat.
    2. Tata usaha Punguan
    3. Kearsipan
    4. Pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan kesekretariatan.
  2. Sekretaris dalam situasi tertentu adalah pengganti wakil ketua bila berhalangan.

 

PASAL 7

BENDAHARA

  1. Bendahara bertugas mengelola keuangan Punguan yang meliputi: Penerimaan dan Pengeluaran Kas, Pembukuan.
  2. Bendahara berhak menagih dan mengutip iuran anggota ataupun kutipan lainnya yang telah disepakati oeleh Rapat Anggota.
  3. Bendahara bertanggungjawab atas tata kelola keuangan punguan yang dilaporkan secara periodik setiap triwulan kepada pengurus punguan.

 

PASAL 8

KOMISARIS KEROHANIAN

1.      Melaksanan kebaktian pada acara  pertemuan bulanan yang dilakukan secara rutin.

2.      Berperan aktif pada acara kunjungan kasih bagi anggota yang sakit (opname) maupun yang tengah berdukacita (mangapuli).

3.      Merencanakan dan mengusulkan kegiatan rohani insidentil tahunan seperti : Perayaan Natal, Perayaan Tahun Baru, Perayaan Paskah, dan retreat wisata.

 

PASAL 9

KOMISARIS WILAYAH

  1. Menjalankan fungsi kehumasan bagi anggota di sektornya atas segala keputusan dan rencana kegiatan punguan.
  2. Menginventarisir dan mendata anggota seperti dimaksud pada pasal 2 diatas.
  3. Mengumpulkan Iuran anggota di sektornya untuk diserahkan ke Bendahara Punguan.

 

 

BAB III

KEGIATAN PUNGUAN

 

PASAL 10

KEGIATAN RUTIN BULANAN

 

Kegiatan rutin bulanan terdiri dari 2 (dua) kegiatan :

  1. Kebaktian/Ibadah Bulanan:

a.        Ibadah/kebaktian dilakukan secara Oikumene dan apabila tempat memungkinkan dengan prinsip tidak menyinggung sekte lain.

b.       Kebaktian dilakukan atas dasar Alkitab.

c.        Pimpinan kebaktian diperoleh dari anggota ataupun dari luar atas permintaan dan tanggungjawab tuan rumah.

d.       Hasil kolekte/persembahan adalah sumber pendapatan punguan.

 

  1. Arisan Bulanan:

a.        Uang arisan wajib disetor tiap bulan melalui bendahara punguan.

b.       Anggota aktif dianjurkan untuk mengikuti arisan.

c.        Anggota yang sudah mendapat arisan tetapi setelah 3 (tiga) bulan berturut-turut tidak pernah hadir tanpa alasan yang jelas ataupun dengan alasan tertentu, harus menyelesaikan/membayar kewajibannya yang tersisa selama periode arisan.

d.       Anggota yang belum mendapat arisan tetapi mengundurkan diri dari keanggotan dengan alasan pindah domisili dari wilayah Tangerang dapat mengambil uang arisannya yang telah disetorkan dari anggota yang telah mendapatkan arisan.

e.        Bila memungkinkan, uang kas punguan dapat digunakan untuk menutupi/menalangi kekurangan (maksimum 3 bulan) anggota yang tidak bisa hadir.

f.        Biaya komsumsi pelaksanaan arisan ditanggung oleh tuan rumah.

 

 

PASAL 11

KEGIATAN INSIDENTIL

 

Punguan dapat melakukan sendiri maupun melalui Panitia yang dibentuk, kegiatan insidentil temporer, yang bertujuan untuk peningkatan kualitas punguan. Kegiatan dimaksud berupa : Perayaan Natal, Perayaan Bona taon, Perayaan Paskah, dan Retret ataupun Wisata.

 

 

 

BAB IV

BANTUAN SOSIAL / KEUANGAN

 

PASAL 12

KEGIATAN DUKACITA

 

Besarnya nilai nominal bantuan punguan kepada anggota aktif yang mengalami musibah/duka cita adalah sebagai berikut :

1. Anggota meninggal dunia                           = Rp. 350.000,-

2. Anak anggota meninggal dunia                  = Rp  250.000,-

3. Orang tua anggota meninggal dunia           = Rp. 200.000,- (di wilayah JABODETABEK)

    Orang tua anggota meninggal dunia           = Rp. 100.000,- ( di Bonapasogit/kampung )

4. Anggota/anak Opname                               = Rp. 100.000,-

5. Bencana alam/kebakaran                             = Rp. 100.000,-

 

Yang dimaksud dengan Anak Anggota adalah putera-puteri anggota aktif yang masih menjadi tanggungan dan belum berkeluarga.

Anggota Aktif yang mengalami dukacita atas meningggalnya anggota keluarga seperti dimaksud poin diatas berhak mendapatkan kunjungan kasih ( kebaktian penghiburan ) dari punguan.

 

PASAL 13

KEGIATAN SUKA CITA

 

  1. Besarnya nominal tumpak/ulos dari punguan kepada anggota aktif ( baik marga Silaen maupun borunya ) bila Pangoli Anak/Pamuli Boru maupun mengawinkan anak/boru tidak secara adat batak (Resepsi) adalah sebesar Rp. 100.000,-.
  2. Besarnya nominal pengganti kado bagi anggota aktif yang melahirkan adalah sebesar Rp. 100.000,-.

 

PASAL 14

BIAYA SOSIAL TAMBAHAN

 

Besarnya biaya yang dimaksud pada pasal 12 dan pasal 13 diatas belum termasuk biaya-biaya lain (seperti makanan dan transportasi) yang dianggap wajar dan menjadi kewajiban punguan.

Bantuan sosial ini dapat ditambahkan apabila dirasa perlu dengan cara melakukan sumbangan spontanitas ataupun tekenles.

 

 

BAB V

PENUTUP

 

Apabila dikemudian hari terdapat kesalahan/kekeliruan atau hal-hal lain yang dirasa kurang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Punguan Raja Silaen dohot Boruna Wilayah Tangerang ini, dapat dilakukan perubahan dan perbaikan kembali dengan disetujui oleh Anggota melalui Rapat Umum Anggota (RUA)

 

DITETAPKAN DI TANGERANG

PADA TANGGAL      JANUARI 2010


 

KETUA

 

 

 

 

( PARTOGI SILAEN )

  SEKRETARIS

 

 

 

 

( BANGUN SILAEN )

 

 

Mengetahui ,

PENASEHAT

 

 

 

 

 

( BISARA SILAEN, BSc )

 

Comments