Mamalia berukuran besar, memiliki beragam jenis kera, banyak hewan endemik, spesies burung memiliki bulu yang kurang menarik namun kicauannya merdu, reptil bervariasi.
CONTOH
Gajah, badak bercula satu, tapir, rusa, banteng, kerbau, monyet, orang utan, macan, tikus, bajing, kijang, kelelawar, landak, babi hutan, kancil, dan kukang.
Buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, biawak, dan bunglon.
Burung hantu, elang, jalak, merak, kutilang, serta berbagai macam unggas.
Belalang dan capung
Berbagai macam ikan air tawar dan pesut (lumba-lumba Sungai Mahakam).
Gajah Sumatera
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Proboscidea
Famili: Elephantidae
Genus: Elephas
Gajah adalah salah satu organisme darat terbesar dan dianggap sebagai spesies megafauna. Gajah adalah hewan pemakan tanaman (herbivora) dan berkembang biak dengan cara melahirkan.
Gajah sumatera adalah salah satu subspesies gajah asia. Habitat gajah sumatera yakni hutan alam di pulau Sumatera sedang mengalami kerusakan parah. Kondisi ini menyebabkan hilangnya sebagian habitat gajah. Gajah sumatera memakan rumput-rumputan, daun, ranting, umbi-umbian dan kadang buah-buahan.
Gajah sumatera bisa ditemukan dalam kelompok yang terdiri dari 20-35 ekor, tetapi juga ada kawanan yang hanya 3 ekor saja. Setiap kelompok dipimpin oleh seekor betina.
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primates
Famili: Cercopithecidae
Genus: Presbytis
Monyet adalah istilah untuk semua anggota primata yang bukan prakera (tarsius, dll) atau kera. Hingga saat ini dikenal 264 jenis monyet yang hidup di dunia. Tidak seperti kera, monyet biasanya berekor dan berukuran lebih kecil.
Surili adalah spesies primata endemik Jawa Barat yang sering disebut sebagai monyet beruban. Surili merupakan nama dalam bahasa Indonesia dan Sunda untuk menyebutkan monyet pemakan daun yang penyebarannya hanya terbatas di Pulau Jawa bagian barat.
Surili Jawa memiliki ukuran tubuh sedang sampai besar. Bulunya berwarna abu-abu namun bagian dadanya berwarna putih. Surili Jawa merupakan hewan yang hidup berkelompok.
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Famili: Agamidae
Genus: Bronchocela
Bunglon adalah sebutan khusus untuk beraneka jenis kadal yang memiliki kemampuan untuk mengubah warna kulitnya. Setiap jenis bunglon setidaknya memiliki beberapa warna dasar mulai dari hijau tua, hijau muda, kuning, merah, oranye, cokelat, abu-abu, pink, sian, bahkan ungu. Bunglon mengubah-ubah warna kulitnya untuk menyamarkan diri dengan lingkungannya.
Bunglon surai merupakan salah satu spesies bunglon asli Nusantara. Bunglon surai mampu mengubah-ubah warna kulitnya, meskipun tidak mencolok seperti perubahan warna pada jenis-jenis dari suku Chamaeleonidae. Bunglon ini biasanya lebih sering ditemui di pepohonan dan semak-semak daripada di permukaan tanah. Dengan tubuh ramping dan ekor panjang yang memungkinkan mereka bergerak dengan lincah di atas ranting-ranting pohon.
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Falconiformes
Famili: Accipitridae
Genus: Nisaetus
Elang adalah salah satu dari jenis burung predator yang terdapat di seluruh Indonesia. Elang adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu pelepah. Elang Jawa merupakan spesies elang berukuran sedang yang merupakan endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Warna kepalanya coklat kemerahan dengan jambul yang tinggi menonjol.
Sesuai dengan namanya, persebaran elang jawa hanya terdapat di sekitar Pulau Jawa. Keberadaannya bisa ditemui di Ujung Barat sampai ujung timur Pulau Jawa.
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mamalia
Ordo: Perissodactyla
Famili: Thinocerotidae
Genus: Rhinoceros
Spesies: Rhinoceros Sondaicus
Badak Jawa atau badak bercula satu, adalah anggota famili Rhinocerotidae yang sangat langka dan merupakan salah satu dari lima spesies badak yang masih hidup. Badak Jawa dulunya dapat ditemukan di banyak daerah di Asia Tenggara, termasuk Jawa, Sumatra, India, dan Cina. Namun, spesies ini sekarang terancam punah dan hanya memiliki satu populasi yang diketahui di alam liar, tanpa individu di penangkaran.
Badak Jawa dapat hidup hingga 30-45 tahun di habitat aslinya. Badak ini merupakan makhluk yang suka menyendiri, kecuali saat pacaran dan saat membesarkan anak. Namun, mereka dapat berkumpul di dekat jilatan garam atau berkubang sesekali.
CARA MELESTARIKAN
1. Memberikan Edukasi dan Sosialisasi
Banyak masyarakat yang tidak tahu jenis satwa apa saja yang dilindungi oleh pemerintah.
Yang harus mendapatkan edukasi dan sosialisasi ini adalah masyarakat yang tinggal di pesisir laut dan juga yang ada di sekitar hutan untuk tidak membunuh atau memburu satwa langka yang dilindungi tersebut.
2. Mendukung Upaya Pelestarian Lingkungan
Dengan cara mendukung upaya pemerintah maupun lembaga lingkungan untuk melakukan pelestarian lingkungan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan bantuan finansial maupun moril dalam setiap kampanye yang dilakukan.
3. Membuat Penangkaran
Mendirikan penangkaran dapat membuat satwa langka bisa berkembang biak agar tidak punah.
4. Membuat Papan Larangan
Membuat papan larangan berburu. Dalam papan tersebut dapat berisikan ancaman pidana atau sanksi jika perburuan tetap dilakukan.
5. Melaporkan Orang yang Berburu Satwa Langka
Hal ini bertujuan agar membuat efek jera terhadap orang yang melakukan perburuan tersebut dan memberikan peringatan terhadap masyarakat lain yang ingin melakukan perbuatan serupa.
Sekiannn dari kami kelompok 1, terimakasihhhhhh <33333333