Seminar Pendidikan Profesi Guru
Samaria Barasa, S.Si
9223610144
PPG Prajabatan Kimia Gelombang 1 Tahun 2022
Pada mata kuliah Literasi Lintas Mata Pelajaran, saya belajar tentang Strategi Literasi Lintas Mata pelajaran.
Pada topik ini saya memahami bahwa:
Pembelajaran yang menerapkan strategi literasi penting untuk menumbuhkan pembaca yang baik dan kritis dalam bidang apapun. Literasi dalam pembelajaran melibatkan penggunaan strategi pembelajaran yang dapat secara efektif membantu peserta didik mendapatkan pengetahuan konten di bidang dan mata pelajaran apapun. Salah satu tujuan utama dari literasi dalam pembelajaran adalah untuk menghasilkan pembelajar yang mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah. Strategi literasi adalah alat yang digunakan guru untuk membantu peserta didik mencapai tujuan tersebut.
Literasi dalam pembelajaran adalah kemampuan untuk menggunakan mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan memirsa untuk mendapatkan informasi dalam disiplin tertentu. Lima keterampilan ini membantu peserta didik mengembangkan kemampuan metakognitif. Dengan kata lain, peserta didik diharapkan mampu berpikir kritis ketika mereka menerima, memproses, dan menghasilkan informasi.
Integrasi strategi literasi dalam pembelajaran telah terbukti meningkatkan pemahaman bacaan, membangun pengetahuan konseptual, dan menumbuhkan keterampilan memecahkan masalah. Tujuan dari pembelajaran di disiplin ilmu atau mata pelajaran apapun adalah menghasilkan peserta didik yang bijaksana dan berpengetahuan luas; oleh karena itu, strategi literasi harus digunakan di semua disiplin ilmu untuk memastikan bahwa peserta didik memiliki kesempatan untuk belajar dengan cara yang efektif.
Contoh literasi dalam bidang seni yaitu keterampilan bermusik serupa dengan keterampilan literasi. Ketika peserta didik menulis tentang musik, hal ini memperluas pemahaman mereka tentang kosakata dan konsep. Ketika mereka menyanyikan lagu-lagu hafalan, maka keterampilan berbicara dan mendengarkan mereka akan berkembang. Selain itu, ketika mereka membaca musik maka kemampuan mereka untuk membaca teks dan simbol juga akan berkembang.
Pembelajaran yang menerapkan strategi literasi perlu memiliki 7 (tujuh) karakteristik agar dapat mengembangkan kemampuan metakognitif,yaitu:
Memantau proses pemahaman teks pada tiga tahap dalam pembelajaran (sebelum, ketika, dan setelah membaca)
Menggunakan teks multimoda selama pembelajaran
Memberikan Intruksi yang jelas dan eksplisit dengan menggunakan modelling
Menggunakan alat bantu seperti pengatur grafis
Mengembangkan respon tehadap berbagai jenis pertanyaan
Membuat pertanyaan
Melakukan analisis, sintesis, evaluasi, dan refleksi terhadap teks
Penerapan strategi literasi mencerminkan pembelajaran konstruktivis. Berbeda dengan model transmisi di mana guru mendominasi proses pembelajaran, dalam model konstruktivis, peserta didik berbincang tentang apa yang mereka baca dan tulis agar mereka dapat belajar dan membuat keterkaitan antar gagasan. Selain itu, peserta didik juga menghasilkan pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka sebelumnya.
Ada 8 (delapan) strategi literasi yang dapat dilakukan untuk mendorong pengembangan keterampilan berbahasa di mata pelajaran non bahasa, yaitu :
Memupuk kolaborassi
Mendorong diskusi
Menggunkan pengatur grafis
Membuat keterkaitan antar teks
Model Think Aloud
Representasi visual
Mengintegrasikan kosakata yang menarik
Mendorong keterampilan menulis secara autentik
Topik Strategi Literasi Lintas Mata pelajaran sangat penting dipelajari karena membantu peserta didik berpikir kritis ketika mereka menerima, memproses, dan menghasilkan informasi. Selain itu, integrasi strategi literasi dalam pembelajaran telah terbukti meningkatkan pemahaman bacaan, membangun pengetahuan konseptual, dan menumbuhkan keterampilan memecahkan masalah.
Saya mempelajari topik Strategi Literasi Lintas Mata pelajaran yang ada pada mata kuliah ini dengan memahami betapa pentingnya peranan literasi dalam dunia Pendidikan untuk mewujudkan karakter profil pelajar Pancasila.
Strategi yang diimplementasikan dalam melakukan Strategi Literasi Lintas Mata pelajaran tersebut penting bagi saya karena rendahnya membaca peserta didik saat ini sehingga hal ini dapat mempengaruhi kegiatan pembelajaran. Selain itu, peserta didik cenderung bertanya sebelum membaca, padahal apa yang ditanyakan sudah diberikan informasi secara lengkap. Akibatnya peserta didik menjadi kurang aktif dan kurang percaya diri dalam memberikan pendapat karena kurangnya wawasan yang di miliki, sehingga tidak berani tampil di depan untuk memberikan pendapat. Oleh karena itu, minat peserta didik dalam hal membaca perlu ditingkatkan.
Berikut ini link google drive hasil artefak pada topik Strategi Literasi Lintas Mata pelajaran untuk mendukung hasil refleksi pengalaman belajar “Literasi Lintas Mata Pelajaran”:
https://drive.google.com/drive/folders/1gqJ9RWbPXM7aZJZGMmrj3HfqUrM6AIau?usp=share_link
Pada bagian Koneksi Antar Materi, kami belajar bagaimana sebuah topik dapat terkait dengan berbagai mata pelajaran. Misalnya topik ‘proses penjernihan air .’ Bagaimana topik ini dapat dikaitkan dengan minimal 3 (tiga) mata pelajaran
Pembelajaran bermakna (good practices)
Secara garis besar, makna dalam topik Strategi Literasi Lintas Mata pelajaran yaitu literasi dalam pembelajaran melibatkan penggunaan strategi pembelajaran yang dapat secara efektif membantu peserta didik mendapatkan pengetahuan konten di bidang dan mata pelajaran apapun. Salah satu tujuan utama dari literasi dalam pembelajaran adalah peserta didik diharapkan mampu berpikir kritis ketika mereka menerima, memproses, dan menghasilkan informasi.