Paradigma Pemrograman Imperatif Paradigma ini berfokus pada instruksi yang diberikan secara berurutan untuk mengubah keadaan program. Pemrograman imperatif mengandalkan variabel, pernyataan, dan struktur kontrol seperti perulangan serta percabangan. Contoh bahasa pemrograman yang menggunakan paradigma ini adalah C, Pascal, dan Python (dalam mode prosedural).
Paradigma Pemrograman Deklaratif Paradigma deklaratif menekankan pada apa yang harus dilakukan, bukan bagaimana melakukannya. Program ditulis dalam bentuk deklaratif, di mana pengembang mendefinisikan logika dan aturan tanpa mendikte langkah-langkah spesifik. Contoh paradigma ini meliputi pemrograman fungsional (seperti Haskell dan Lisp) serta pemrograman logika (seperti Prolog).
Paradigma Pemrograman Berorientasi Objek (OOP) Pemrograman berorientasi objek mengorganisasi kode ke dalam objek yang memiliki properti (atribut) dan metode (fungsi). Paradigma ini mendukung enkapsulasi, pewarisan, dan polimorfisme, yang membuat program lebih modular dan mudah dikelola. Contoh bahasa yang berbasis OOP adalah Java, C++, dan Python.
Paradigma Pemrograman Fungsional Paradigma ini didasarkan pada konsep fungsi matematika. Dalam pemrograman fungsional, data dianggap sebagai nilai tetap dan fungsi diperlakukan sebagai entitas utama yang dapat dikomposisikan. Paradigma ini sering digunakan dalam bahasa seperti Haskell, Scala, dan Elixir.
Paradigma Pemrograman Logika Pemrograman logika berfokus pada deklarasi fakta dan aturan, di mana eksekusi program dilakukan melalui inferensi logis. Paradigma ini banyak digunakan dalam kecerdasan buatan dan sistem pakar. Contoh bahasa pemrograman logika adalah Prolog dan Datalog.
Paradigma Pemrograman Paralel dan Konkuren Paradigma ini dirancang untuk memungkinkan eksekusi beberapa tugas secara bersamaan, baik dalam lingkungan multi-threading maupun dalam sistem terdistribusi. Contoh bahasa yang mendukung paradigma ini adalah Go, Erlang, dan Rust.