Materi
Dzikir
LAMPIRAN 1
Bahan Ajar (Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik)
A. KETENTUAN DZIKIR DAN DO’A
1. Pengertian Dzikir
Kata dzikir berasal dari bahasa Arab yang berarti- ذَكَرَ- يَذْكُرُ -ذِكْرًا - menyebut, mengingat, menuturkan, atau merenungi. Dzikir dalam istilah agama Islam berarti mengingat Allah (dengan cara menyebut sifat-sifat keagungan-Nya atau kemuliaan-Nya, seperti membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil.firman Allah Al-Baqarah ayat 152 berikut.
فَاذْكُرُوْنِيْ أذْكُرْكُمْ وَأشكُرُوْا لِيْ وَلاَ تَكْفُرُوْنَ
Artinya: "Maka ingatlah kepada-Ku Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. (QS. Al-Baqarah: 152)
Al-Qur'an menganjurkan umat manusia supaya memperbanyak dzikir. sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Ahzab ayat 41 berikut:
يَأَيُّهَا الَذِيْنَآامَنُوْا أَذْكُرُوْا اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya (QS. Al-Ahzab 41)
Mengucapkan dzikir pada dasarnya tidak dibatasi jumlah bilangannya. Demikian pula mengenai lafal, waktu, cara, dan tempat melaksanakannya. Allah swt berfirman:
وَٱذۡكُر رَّبَّكَ فِي نَفۡسِكَ تَضَرُّعٗا وَخِيفَةٗ وَدُونَ ٱلۡجَهۡرِ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلۡغَٰفِلِينَ
Artinya: "Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah. (QS. Al-A'raf/7: 205)
Firman Allah swt. di atas memuat tata cara (adab) berdzikir, antara lain, sebagai berikut:
a. Dzikir hendaknya dilakukan dengan sikap tadaruk (merasa dirinya hina dihadapan Allah swt.).
b. Dzikir dilakukan dengan rasa takut kepada Allah swt..
c. Dzikir dilakukan dengan suara yang lirih.
2. Pengertian Do'a
Secara bahasa kata do’a berasal dani bahasa Arab- - يَدْعُو- دُعَاءَ ْ - دَعَاyang berarti panggilan atau seruan. Menurut istilah syar'i, do'a berarti permohonan sesuatu kepada Allah swt yang disampaikan oleh hambanya sebagai makhluk, baik untuk kepentingan hidup di dunia maupun di akhirat kelak. Dalil tentang perintah berdo'a, antara lain, tercantum dalam surah Al-Mukmin ayat 60 dan surah Al-Baqarah ayat 186.
وَقَالَ رَبُّكُمْ اُدْعُوْنِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman, "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu." (QS. Al-Mukmin/40 60)
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِي وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ
Artinya:"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat, Aku kabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila dia berdo'a kepada-Ku Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada Ku, agar mereka memperoleh kebenaran." (QS. Al-Baqarah: 186)
Dari firman Allah swt, di atas, diperoleh pelajaran sebagai berikut.
a. Allah swt. akan mengabulkan permohonan manusia yang memohon kepada Nya.
b. Agar manusia berada tetap istiqomah di atas jalan yang benar dan memperoleh rida dari Allah swt. manusia harus beriman dan memenuhi perintah dan menjahui larangan-Nya.
B. TATA CARA BERDZIKIR DAN BERDO'A
1. Tata Cara Berdzikir
Berdzikir dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu sebagai berikut
a. Dzikir dengan hati
Dzikir dengan hati ialah dengan mencurahkan dan memusatkan pikiran dan hati kepada Allah swt. Untuk dihadirkan ke hadlirat Allah karena memperhatikan kebesaran dan kekuasaan ciptaan Allah. Dengan dzikir seperti ini akan dapat menambah keimanan seseorang kepada Allah swt.. 2)
b. Dzikir dengan ucapan (lisan)
Dzikir dengan lisan ialah dengan cara membaca dan menyebut nama Allah atau mengucapkan kalimat Thoyibah. Ucapan yang mengandung lafal Asma Allah itu misalnya sebagai berikut:
1) Ucapan Basmalah بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيم
(dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
2) Ucapan Tahmid ٱلۡحَمۡدُلِلَّهِ
(segala puji bagi Allah)
3) Ucapan Takbir اللهُ أكْبَر
(Allah Mahabesar)
4) Ucapan Tahlil لَا إلهَ اِلّا اللَّه
(Tiada Tuhan selain Allah)
5) Ucapan Istighfar اَسْتَغْفِرُ اللهَ اْلعَظِيْمِ
(aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung)
6) Ucapan Tasbih سُبْحَانَ الله
( Mahasuci Allah )
7) Ucapan Hauqalah لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِالله
(tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah)
8) Ucapan Taawuz أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم
(aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk)
c. Dzikir dengan perbuatan
Dzikir dengan perbautan ialah dzikir yang dilakukan dengan caral menjalankan segala yang diperintahkan Allah swt. dan menjauhi segala laranganNya. Contoh dzikir dengan perbuatan lalah menuntut ilmu, menolong orang lain, silaturahmi shalat, dan amalan-amalan yang diperintahkan agama.
2. Tata Cara Berdo'a
Jika kita berdo'a hendaklah memperhatikan tata cara sebagai berikut.
a. Mengucapkan istighfar tiga kali.
b. Mengucapkan puji-pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi saw...
c. Memohon dengan khusyuk dan tawaduk serta rendah diri
d. Berdo'a dengan suara yang lembut dan penuh harap.
e. Menghadap ke arah kiblat
f. Mengulangi do'anya sampai tiga kali.
Rasulullah saw bersabda
عَنْ عَبْدِ اللهِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمْ كَانَ يُحِبُّهُ أَنَّ يَدْعُوْ ثَلَاَثا. (رواه ابو داود)
Artinya: "Dari Abdillah bin Mas'ud bahwa Rasulullah saw sering berdo'a tiga kali." (H.R. Abu Dawud)
g. Mengangkat kedua telapak tangan pada waktu berdo'a dan mengusapkannya pada wajah setelah selesai berdo'a. Dari Umar bin Khatab ra. rasulullah saw bersabda:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ فِيْ الدُعَاءَ لَمْ يَحُطَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ.
Artinya: “Rasulullah saw apabila mengangkat kedua tangannya ketika berdo'a dan belum menurunkannya hingga beliau mengusapkan kedua tangan itu ke wajahnya."
h. Menutup do'a dengan membaca shalawat dan hamdalah
i. Waktu-waktu yang makbul.
1) Tengah malam atau pertiga malam
2) Sesudah shalat lima waktu.
3) Pada hari Jumat
4) Antara adzan dan iqomah.
5) Bulan Ramadhan, khususnya pada malam lailatul qodar
6) Wukuf Arafah
7) Ketika turun Hujan
8) Ketika i'tidal akhir
9) Ketika sujud
10) Ketika Saat genting
11) Saat teraniyaya
12) Habis minum air zam-zam
13) Khatmil Qur'an
Adapun sebab-sebab tidak atau belum terkabulnya do'a, antara lain, sebagai berikut
a. Boleh jadi ditunda untuk lain waktu
Dalam sebuah hadits, diriwayatkan sebagai berikut
مَامِنْ مُسْلِمٍ يَنْصِبُ وَجْهَهُ للهِ عَزَّ وَجَلَّ فِيْ مَسْأَلَةٍ إِلَّا أَعْطَاهَا إِيّاهُ إِمَّا اَنْ يُعَجِّلَهَا وإِمَّا أنَّ يُدَّخِرَهَا لَهُ. (رواه احمد و الحاكم)
Artinya: “Tidaklah seorang muslim yang menengadahkan wajahnya (memohon) kepada Allah tentang sesuatu kecuali Allah pasti mengabulkannya. Kadang-kadang dipercepat dan kadang-kadang diperlambat/ditunda (HR. Ahmad dari Abu Hurairah dan Al-Hakim)
b. Boleh jadi ditangguhkan di akhirat atau dikabulkan dalam bentuk yang lain
c. Boleh jadi tidak baik (jika dikabulkan) bagi pemohon itu sendiri