Analisis Yuridis Kewenangan Penyidikan oleh KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian dalam Tindak Pidana Korupsi di Indonesia
Analisis Yuridis Kewenangan Penyidikan oleh KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian dalam Tindak Pidana Korupsi di Indonesia
Alicia Nurul Hidayah , Desvita Khanza Salsabila, Aryono
Universitas Duta Bangsa Surakarta
ABSTRACT
Corruption remains a major challenge to governance and the rule of law in Indonesia, requiring effective and coordinated law enforcement efforts. Under Indonesian law, the authority to investigate corruption cases is shared among the Corruption Eradication Commission (KPK), the Attorney General’s Office, and the Indonesian National Police. Although this arrangement is intended to strengthen the fight against corruption, it also creates legal issues due to overlapping authority and unclear jurisdictional boundaries among these institutions. This study aims to analyze the legal basis of the investigative powers held by each institution and to examine the juridical implications arising from overlapping authority in corruption cases. The research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches. Legal materials were collected through the study of legislation, legal doctrines, judicial decisions, and relevant academic literature, and were analyzed qualitatively. The findings show that all three institutions possess legitimate authority to investigate corruption offenses under different legal frameworks. However, the coexistence of these powers has resulted in concurrent jurisdiction, which may lead to legal uncertainty, procedural inefficiency, and institutional conflicts. Such conditions can hinder the effectiveness of corruption eradication and undermine public confidence in law enforcement agencies. Therefore, harmonization of regulations, clearer delineation of institutional authority, and stronger coordination and supervision mechanisms are necessary to ensure legal certainty, enhance institutional cooperation, and improve the effectiveness of anti-corruption enforcement in Indonesia.
Keywords: Corruption; Investigative Authority; KPK; Attorney General’s Office; Indonesian National Police.
REFERENCES
Adji, I. S. (2020). Korupsi dan penegakan hukum. Diadit Media.
Atmasasmita, R. (2021). Sekitar masalah korupsi: Aspek nasional dan aspek internasional. Mandar Maju.
Mahendra, Y. I. (2022). Dinamika hukum dan politik pemberantasan korupsi di Indonesia. Prenadamedia Group.
Kepolisian Negara Republik Indonesia. “Kapolri Resmikan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.” Polri, 2023. https://www.polri.go.id
Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. “KPK dan Kejaksaan Agung Berkoordinasi dalam Penanganan Dugaan Korupsi LPEI.” KPK RI, 2024. https://www.kpk.go.id
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. “Putusan Nomor 28/PUU-XXI/2023 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan Republik Indonesia terhadap UUD NRI Tahun 1945.” Mahkamah Konstitusi RI, 2024. https://www.mkri.id
Al Asyari, H. (2022). The evolution of cyberterrorism: Perspectives and progress from the European Union and Association of Southeast Asian Nation. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 29(1), 1–23. https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss1.art1
Arum, P. A. S. (2024). Penguatan kepastian hukum kewenangan kejaksaan sebagai penyidik dalam tindak pidana korupsi sidang perkara Nomor 28/PUU-XXI/2023. As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 6(3), 1005–1018. https://doi.org/10.47467/as.v6i3.5524
Assegaf, A. F. (2022). Eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Jurnal Yudisial, 15(2), 211–228. https://doi.org/10.29123/jy.v15i2.512
Chandra, H. S. Y., & Irawan, S. P. (2022). Perluasan makna partisipasi masyarakat dalam pembentukan undang-undang pasca putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 19(4), 766–793. https://doi.org/10.31078/jk1942
Integrative Perspectives of Social and Science Journal. (2025). Peran jaksa sebagai dominus litis dalam sistem peradilan pidana Indonesia (Kritik terhadap diferensiasi fungsional dalam RKUHAP). Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 2(2), 1509–1517.
Maulana, M. A., & Irawan, A. D. (2022). Kedudukan KPK sebagai lembaga negara independen pasca perubahan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019. Jurist-Diction, 5(2), 589–608.
Minarno, N. B. (2021). Kedwenangan penyidikan tindak pidana korupsi oleh KPK dan Kepolisian. Jurnal Hukum dan Peradilan, 10(2), 145–160. https://doi.org/10.25216/jhp.10.2.2021.145-160
Nasuha, R. P., & Isharyanto. (2024). Independensi Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) pasca perubahan Undang-Undang KPK. Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik, 8(1), 11–22. https://doi.org/10.20961/respublica.v8i1.68866
Nelson, F. M. (2021). Batasan kewenangan KPK dalam penanganan perkara korupsi pasca revisi Undang-Undang KPK. Jurnal Hukum dan Peradilan, 10(1), 1–22.
Radityo GK, R. M. B., Kristiwanto, & Sinaulan, R. L. (2021). Kepastian hukum penyadapan penyidikan kejaksaan dalam melakukan kewenangan atas tindak pidana korupsi. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 8(5), 1467–1482. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v8i6.23307
Rahmawati, D. E. (2022). Koordinasi antar lembaga penegak hukum dalam penanganan tindak pidana korupsi. Jurnal Ius Constituendum, 7(1), 88–103. https://doi.org/10.26623/jic.v7i1.5432
Ratman, D. (2022). Sengketa kewenangan penyidikan dalam rangka pemberantasan korupsi. Kertha Wicaksana, 16(2), 123–139. https://doi.org/10.22225/kw.16.2.2022.123-139
Sosiawan, U. M. (2019). Peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 19(4), 517–538. https://doi.org/10.30641/dejure.2019.V19.517-538
Sudiadi, M. H. (2024). Implementasi asas dominus litis dalam sistem peradilan pidana modern di Indonesia. Journal of Interdisciplinary Legal Perspectives, 1(1), 1–15. https://doi.org/10.70837/9re7s725
Tallaut, L. J., & Adhari, A. (2022). Kepastian hukum penerapan kriteria kewenangan penyidikan perkara tindak pidana korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. Jurnal Analisis Hukum, 5(1), 26–39. https://doi.org/10.38043/jah.v5i1.3426
Wijaya, F. (2022). Problematika kewenangan penyidikan tindak pidana korupsi di Indonesia. Jurnal RechtsVinding, 11(1), 45–60. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v11i1.808
License:
Copyright (c) 2026 Universitas Duta Bangsa Surakarta
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-Non Commercial 4.0 International License.