Sertipikat Elektronik sebagai Instrumen Pencegahan Korupsi Pertanahan: Analisis Kritis atas Kerentanan Tata Kelola Sistem Elektronik
Sertipikat Elektronik sebagai Instrumen Pencegahan Korupsi Pertanahan: Analisis Kritis atas Kerentanan Tata Kelola Sistem Elektronik
Muhammad Dzulfikar Ar Rasyid , Desinta Maestro Putri
Politeknik Agraria STPN dan Universitas Jember
ABSTRACT
This study aims to analyze the legal position of electronic land certificates as an anti-corruption instrument in the land sector and to examine governance vulnerabilities within the electronic land administration system. Systemic corruption in land services is rooted in complex manual bureaucracy, asymmetric information, and the pervasive operations of the land mafia. Although digital transformation via electronic certificates is implemented to minimize these risks, it creates new institutional and technological vulnerabilities if unaccompanied by robust governance. This study utilizes a normative legal research method with statute, conceptual, and library approaches, analyzing primary and secondary legal materials through a qualitative prescriptive method. The findings demonstrate that electronic certificates serve as a strategic e-government mechanism to restrict administrative discretion, eliminate predatory intermediaries, and secure data authentication. However, critical governance vulnerabilities persist, including unauthorized system access, potential data manipulation, a lack of transparent digital audit trails, and ambiguous administrative accountability. This study concludes that while electronic certificates effectively suppress conventional, manual-based corruption, their ultimate efficacy as an anti-corruption tool depends heavily on establishing comprehensive digital governance, clarifying legal liability, and reinforcing external digital oversight mechanisms.
Keywords: Electronic Certificates, Corruption Prevention, Land Administration, Governance Vulnerabilities, E-Government.
REFERENCES
Abyan Jagadhita, M. (2025). Transformasi digital sertifikat tanah dan respons masyarakat terhadap penerapannya. Jurnal USM Law Review, 8(3), 1600–1620. https://journals.usm.ac.id/index.php/julr/article/view/12448
Alimuddin, N. H. (2021). Implementasi sertifikat elektronik sebagai jaminan kepastian hukum kepemilikan hak atas tanah di Indonesia. SASI, 27(3), 335. https://doi.org/10.47268/sasi.v27i3.509
Anam, M. A., & Mahfud, M. A. (2026). Digitalisasi pendaftaran tanah: Transformasi menuju tata kelola pertanahan yang transparan dan akuntabel. JIM: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 5(1), 424–437. https://doi.org/10.38035/jim.v5i1
Andari, D. W. T., & Mujiburohman, D. A. (2023). Aspek hukum layanan sertifikat tanah elektronik. Al’ Adl: Jurnal Hukum, 15(1), 154–170. http://dx.doi.org/10.31602/al-adl.v15i1.7367
Andiyanto, K., Mujibrohman, D. A., & Budhiawan, H. (2021). Penerapan pendaftaran hak tanggungan terintegrasi secara elektronik di Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, 6(1). https://ojs.unud.ac.id/index.php/ActaComitas/article/view/63353
Azhar, N. N., Made, I., & Dharsana, P. (2024). Efektivitas penggunaan sertifikat elektronik dalam mencegah pemalsuan dokumen tanah. JIHHP, 5(2). https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i2.3323
Cahya, B. D. (2025). Hak milik atas tanah dalam era digitalisasi (Studi penggunaan sertifikat elektronik) [Skripsi, Universitas Sriwijaya]. Sriwijaya University Repository. https://repository.unsri.ac.id/184795/4/RAMA_74201_02011382126513_%200001116501_9900008889_01_front_ref.pdf
Ermala, E., Feriandref, A. C., Ballan, O., & Aryadi, D. (2025). Efektivitas sertifikat elektronik sebagai bukti kepemilikan hak atas tanah dalam rangka mewujudkan e-government. HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis, 3(7). https://humanisa.my.id/index.php/hms/article/view/546
Fitrial, N., Islami, T. A., Noho, M. D., Faruq, A., Kusumawati, I. R., Hasbillah, A. U., & Andriyansyah, F. (2025). Implementasi kebijakan sertifikat elektronik hak atas tanah Kabupaten Jombang perspektif maslahah mursalah. Prosiding Seminar Nasional Sainsteknopak IX, 361–368.
https://ejournal.unhasy.ac.id/index.php/SAINSTEKNOPAK/article/view/10378
Habibi, S. A., Prambudi, G. S., Trisnawati, T., & Wulandari, R. (2025). Transformasi digital administrasi pertanahan: Implementasi dan tantangan sertipikat elektronik di Indonesia. Rio Law Jurnal, 6(1), 499–507. https://ojs.umb-bungo.ac.id/index.php/RIO/article/view/1582
Hidayah, S., Hariyani, E., Mukarromah, L., Niravita, A., & Fikri, M. A. H. (2024). Tantangan dan peluang sertifikat elektronik dalam reformasi pendaftaran tanah di era digital. Jurnal Ilmiah Nusantara (JINU), 1(6). https://ejournal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/view/2793
Hilmi, S. I., Akhyar, M., & Niravita, A. (2025). Implementasi pendaftaran tanah melalui elektronik guna mewujudkan kepastian hukum. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(1).
https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jmia/article/download/3166/2909/13024
Kantor Pertanahan Kota Kendari, & Amdar, R. (2023). Implementasi e-government (Aplikasi Sentuh Tanahku) dalam meningkatkan kualitas informasi pelayanan sertifikat tanah. PAMARENDA: Public Administration and Government Journal, 2(3). https://ojs.uho.ac.id/index.php/pamarenda/article/view/31260
Kayati, I. T., Indarti, S., & Adriadi, R. (2025). Analisis penerapan e-government pada penggunaan aplikasi Sentuh Tanahku. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 356–370.
https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/20262/13510
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2023). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 2023 tentang Penerbitan Dokumen Elektronik dalam Kegiatan Pendaftaran Tanah. https://peraturan.bpk.go.id/Details/269663/permen-atrkepala-bpn-no-3-tahun-2023
Kompas.com. (2024, November 14). Ada 48.000 kasus mafia tanah di Indonesia, 79 persen sudah beres. Kompas.com.
Masri, E., & Hirwansyah. (2023). Kebijakan penerbitan sertipikat elektronik pada sistem pendaftaran tanah di Indonesia untuk mewujudkan kepastian hukum. Krtha Bhayangkara, 17(1), 157–174.
https://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/KRTHA/article/view/827
Maulana, H., Nugraha, N., Arinda, R., Fikri, M., & Wahanisa, R. (2024). Urgensi sertifikat elektronik dengan pemantauan berbasis AI untuk efisiensi pendaftaran tanah dan mitigasi mafia tanah di Indonesia. Journal Customary Law, 2(1). https://journal.pubmedia.id/index.php/jcl/article/view/3304/3239
Mubarok, A., & Ramadhan, A. C. (2026). Peranan alat bukti elektronik dalam meningkatkan efektivitas pembuktian tindak pidana korupsi. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 572–579.
https://ejurnal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/3110
Pamungkas, A. J. (2025). Integrasi digitalisasi dalam hukum administrasi pertanahan: Rekonstruksi tata kelola agraria di era transformasi digital. Jurnal Sasana, 11(2), 284–295. https://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/SASANA/article/view/4706
Puspita, E. F. D., & Supriyo, A. (2022). Perlindungan hukum kepemilikan dan hak atas tanah melalui sertifikat tanah elektronik. Widya Bhumi, 8(2). https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/pagaruyuang/article/view/6219
Republik Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.
https://peraturan.bpk.go.id/Details/51310/uu-no-5-tahun-1960
Republik Indonesia. (2024). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. https://peraturan.bpk.go.id/details/274494/uu-no-1-tahun-2024
Samad, M., Hidjaz, M. K., & Arief, A. (2025). Efektivitas penerapan sertifikat tanah elektronik dalam mencegah praktek mafia tanah. Jurnal Dialogica, 1(1), 1–14. https://jurnal.fh.umi.ac.id/index.php/legal/article/view/1687
Saputri, A. A., & Mubarok, A. (2024). Tinjauan hukum terhadap implementasi sertifikasi tanah elektronik di Indonesia. Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora (ASH), 1(2), 44–51. http://almufi.com/index.php/ASH/article/view/288
Say’ah, S. R., & Urahmah, N. (2025). Penerapan e-government melalui aplikasi Sentuh Tanahku dalam menunjang sistem pelayanan pada Kantor Pertanahan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Al Lidara Balad: Jurnal Administrasi Negara, 6(2), 864–874. https://ejurnal.stiaamuntai.ac.id/index.php/aliidarabalad/article/view/954
Sekarwangi, B. P. I., & Iranda, R. (2025). Eksistensi sertifikat elektronik dalam kebijakan Menteri ATR/Kepala BPN terhadap upaya pencegahan mafia tanah. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 25(2), 1286. https://doi.org/10.33087/jiubj.v25i2.5863
Sukarno, K. S. (2025). Legitimasi dan kepastian hukum sertifikat elektronik: Transformasi digital sistem pertanahan Indonesia. IJLJ: Indonesian Journal of Law and Justice, 2(2), 66–73.
https://kurniajurnal.com/index.php/ijlj/article/view/529
Surdin, J. (2016). Analisis kelayakan implementasi e-government dalam pelayanan publik di bidang keagrariaan di Kabupaten Pinrang. Jurnal Komunikasi KAREBA, 5(1).
https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/1892
Susantio, C., & Dewi, R. A. R. M. (2024). Penggunaan sertifikat elektronik untuk meningkatkan efisiensi pendaftaran tanah dalam upaya pencegahan mafia tanah. Jurnal Syntax Admiration, 5(9), 3382–3392.
Syafitri, E., Yogopriyatno, J., & Zulhakim, A. A. (2024). Kesiapan implementasi layanan penerbitan sertifikat elektronik di Kantor Wilayah BPN Provinsi Bengkulu. IAPA Proceedings Conference, 196.
https://journal.iapa.or.id/proceedings/article/view/1053
Tetama, A. R. (2023). Politik hukum pendaftaran tanah elektronik pasca Undang-Undang Cipta Kerja. Tunas Agraria, 6(1), 30–40.
https://doi.org/10.31292/jta.v6i1.201
Winda, S., Indriastuti, D., Kusumawardhana, A., Dwisaputro, E., Ferdinand, J., & Kholil, I. (2021). Potensi korupsi pada layanan penerbitan sertifikat pertanahan di Kementerian ATR/BPN [Kajian Sistemik]. Komisi Pemberantasan Korupsi. https://www.kpk.go.id/id/publikasi-data/kajian/potensi-corupsi-pada-layanan-penerbitan-sertifikat-pertanahan-di-kementerian-atrbpn
Yusuf, A. M. R., Kurniati, N., & Rukmana, Y. Y. (2024). Pelaksanaan pendaftaran tanah secara elektronik pada Badan Pertanahan Nasional dan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Acta Diurnal: Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 7(2). https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/acta/article/view/1900
License:
Copyright (c) 2026 Politeknik Agraria STPN, Universitas Jember
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-Non Commercial 4.0 International License.