Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Dwi Novita Sari
Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember
Christyana Sandra
Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember
Sri Utami
Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember
Keywords: Perception, Inpatient, Brand Equity, Hospital
ABSTRACT
Brand equity is a set of brand assets and liabilities linked to a brand name and symbol, which add to or subtract from the value provided by a product or service. For 3 years, Bed Occupancy Rate haven’t met the optimal standard and shows that the society is still less utilize inpatient services of Baladhika Husada Jember Third-Level Hospital. The objective of this study was describe inpatient's perception about brand equity of Baladhika Husada Jember Third-Level Hospital in 2018. This study used a descriptive study. Results showed that most of the respondents are female, in the age group >45 years old, living in Jember, last education are elementary school/equivalent, housewifes, family income ranged between Rp 1.1 million - Rp 2 million and methods of payment using BPJS Health insurance. Variable brand awareness is good enough because the majority of respondents choose Baladhika Husada Jember Third-Level Hospital as top of mind. Brand association through product attributes, intangible, customer benefits, relative price, and use/application are in good category. Perceived quality through performance, serviceability, reliability, features, conformance to specifications and results are in good category. Brand loyalty dominated by satisfied buyer.
REFERENCES
[1] Aaker,D. A. 2013. Manajemen Pemasaran Strategis. 8th ed. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
[2] Abdilah, A. D. 2009. Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Kesehatan Kartika Stikes A.Yani. 4(6): 56-66
[3] Agustiani, N. 2014. Analisis Brand Equity Menurut Persepsi Pelanggan Poliklinik Anak RS Karya Bhakti. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
[4] Anggraeni, A. 2008. Analisis Kualitas Pelayanan Kesehatan di Paviliun Cendrawasih RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dari Sudut Pandang Manajemen, Dokter, dan Pasien. Tesis. Jakarta: Universitas Indonesia.
[5] Azwar, A. 2010. Pengantar Administrasi Kesehatan. Tangerang: Binarupa Aksara Publisher.
[6] BPJS Kesehatan. 2014. INFOBPJS Kesehatan. Edisi VI. Jakarta: Redaksi BPJS.
[7] Depkes RI, 2006. Pedoman Penyelenggaraaan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit. Jakarta: Direktorat Jendral Bina Pelayanan Medik.
[8] Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. 2014. Profil Kesehatan Kabupaten Jember Tahun 2014. Jurnal IKESMA Volume 14 Nomor 2 September 201899 Jember: Dinas Kesehatan Kabupaten Jember.
[9] Djohan, A. J. 2015. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan dan Kepercayaan untuk Mencapai Loyalitas Pasien Rawat Inap pada Rumah Sakit Swasta di Kota Banjarmasin. Jurnal Aplikasi Manajemen (JAM). 13(2).
[10] Fatma, N. E. 2014. Analisis Desain Wayfinding berdasarkan Aspek Ergonomi di RSUD Karanganyar. Jurnal Rekam Medis. 8(2): 59-66.
[11] Gunarsa, S. 2008. Psikologi Perawatan. Jakarta: Gunung Mulia.
[12] Hatmoko, A. U. 2011. Arsitektur Rumah Sakit. Yogyakarta: PT Global Rancang Selaras.
[13] Hirtanto, T. 2008. Analisis Kebutuhan Parkir Pada Rumah Sakit Umum Kelas B Di Kota Semarang. PILAR. 15(1):51-59
[14] Husin, L. 2004. Hubungan Persepsi Jarak Ke Puskesmas Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan BP Umum Puskesmas di Kota Palembang Tahun 2004. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia.
[15] Justisiani E. I. 2014. Persepsi Masyarakat Tentang Bentuk Komunikasi Verbal Dan Komunikasi Nonverbal Pada Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Jurnal Ilmu Komunikasi. 2(3): 193-206.
[16] Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2012. Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit Ruang Rawat Inap. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
[17] Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
[18] Kotler, P., Shalowitz, J., dan Stevens, R. 2008. Strategic Marketing For Health Care Organizations : Building A Customer-Driven Health System. San Francisco: JosseyBass.
[19] Kurniawan, A. 2012. Pengaruh Karakteristik Pasien Terhadap Indeks Kepuasan Masyarakat Tentang Pelayanan Rawat Jalan Puskesmas Banyumas. Jurnal Kesmasindo. 5(2): 169-179.
[20] Laurencia, S. 2017. Pengaruh Repositioning Sour Sally Terhadap Brand Equity Sour Sally. Skripsi. Bandung: Universitas Katolik Parahyangan.
[21] Maharani, D. N. 2016. Analisis Pengaruh Kepuasan Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan Resep Di Apotek Instalasi Farmasi Badan Rumah Sakit Daerah Luwuk Kabupaten Banggai. GALENIKA Journal of Pharmacy. 2(2):111-117.
[22] Nurlia, C. 2012. Hubungan Bauran Pemasaran Dengan Keputusan Pasien Rawat Inap Memilih Layanan Kesehatan Di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar Tahun 2011. Jurnal AKK. 1(1): 15-21.
[23] Nursalam. 2014. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional. 4th ed. Jakarta: Salemba Medika.
[24] Nurulaini, N. 2010. Analisa Brand Equity Rumah Sakit Islam Jakarta Menurut Persepsi Pelanggan Rawat Jalan di Empat Layanan Dasar pada Tahun 2010. Tesis. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
[25] Pamungkas, F. 2016. Pengalaman Pasien Dirawat Inap di Rumah Sakit sebagai Upaya Penyusunan Strategi Pemasaran. Jurnal Aplikasi Manajemen (JAM). 14(1):109-119.