Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Eri Witcahyo
Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember
DOI:
Keywords: timbal, kebijakan, pencegahan, pengemudi
ABSTRACT
Timbal merupakan salah satu polutan udara yang memiliki dampak bagi kesehatan manusia. Penggunaan timbal masih dapat dijumpai sebagai penambah nilai oktan pada bahan bakar, meskipun dengan jumlah yang sangat terbatas. Pengemudi merupakan salah satu kelompok yang terpapar oleh pajanan timbal dan karena sifatnya yang memiliki waktu paruh lama, timbal dalam darah dapat terakumulasi pada tulang dan memberikan dampak kesehatan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar timbal dalam darah responden dan mengkaji kebijakan organisasi dalam upaya pencegahan terhadap paparan timbal. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan rancang bangun cross sectional.Unit analisis penelitian ini adalah seluruh pengemudi lyn TV Kota Surabaya dengan sampel sejumlah 29 responden. Hasil penelitian menunjukkan kadar Pb darah responden lebih banyak terdistribusi pada ≤10 μg/dl dengan persentase 72,4%. Distribusi rerata nilai kadar Pb dalam darah responden (8,74 ± 1,80 μg/dl) memiliki nilai minimum sebesar 5,480 μg/ dl dan 11, 784 μg/ dl pada nilai maksimumnya atau berkisar pada nilai rata-rata 8,7428 μg/ dl. Selain itu belum adanya upaya di organisasi untuk mengurangi paparan timbal bagi pengemudi sehingga perlu diadakan tindakan pencegahan dengan pemeriksaan kesehatan minimal 6 bulan sekali.
REFERENCES
1. Anonim. 2010. Tentang Timbalpada Bensin.https://mathusen.wordpress.com/2010/01/24/tentang-timbal-pada-bensin/. [11 Juni 2015].
2. Anonim. Tanpa Tahun. Pedoman Praktis Memantau Status Gizi Orang Dewasa..
3. Ardiyanto, D. 2005. Deteksi Pencemaran Timah Hitam (Pb) dalam Darah Masyarakat yang Terpajan Timbal (Plumbum).Jurnal Kesehatan Lingkungan, vol.2, no.1.
4. Badan Pengelola Lingkungan Hidup. 2009. Pencemaran Pb (Timbal) terhadap Kesehatan. Jawa Barat.
5. Benoff, S., Jacob, A., Hurley, I. 2000. Male Infertility and Environmental Exposure to Lead and Cadmium.Hum. Repro.
6. DeRoos, F. 1997. Smelters and Metal Reclaimens in Occupational, Industrial, Environmental Toxicology.Mosby Year Book. New York.
7. Depkes RI. 2003. Pedoman Pembinaan Kesehatan Usia Lanjut bagi Petugas Kesehatan.Jakarta: Depkes RI.
8. Lemeshow, S.; Hosmer, DW.; Klar, J. 1997. Besar Sampel dalam Penelitian Kesehatan.Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
9. Mukono. 2007. Toksikologi Lingkungan.AirlanggaUniversity Press. Surabaya.
10. Naria, Eva. 2005. Mewaspadai Dampak Bahan Pencemar Timbal (Pb) di Lingkungan terhadap Kesehatan. Jurnal Komunikasi Penelitian. Vol. 17 (4) 2005.
11. Nordberg G. 1998. Metal: Chemical Poperties and Toxicity. In: Stellman Jm (ed); Encyclopedia of Occupational Healtha and Safety (4 ed).Geneva: ILO.
12. Nugroho. 2012. Public Policy. Jakarta: PT Elex Media Kompetindo.
13. Palar, H. 2004. Pencemaran & Toksikologi Logam Berat.Rineka Cipta. Jakarta.
14. Rendry, Putra. 2013. Premium Indonesia Apakah Masih Mengandung Timbal?. http://additifbbm.blogspot.com/2013/05/premium-indonesia-apakah-masih.html. [10Juni 2015]
15. Rifa, H. 2003.Distribusi Logam Berat Timbal dalam Tanaman Mahoni Akibat Emisi Kendaraan Bermotor di Kawasan Pemukiman Lingkar Timur dan Lingkar Utara Kota Yogyakarta. Tesis.Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
16. Robbins. 1995. Buku Ajar Patologi I.Jakarta: EGC.
17. Triwiyono. 2012. Apakah Bensin Pemium Bebas Timbal?.http://triwisibolang.blogspot.com/2012/12/apakah-bensin-premiumbebas-timbal.html. [10Juni 2015].
18. Witcahyo, Eri. 2009. Hubungan antara Kadar Timbal dalam Darah dengan Kualitas Sperma pada Sopir Angkot Lyn TV Kota Surabaya. Tesis. Surabaya: Universitas Airlangga.
19. Witjahjo, Bambang; Putri, Minartika. 2010. Pengaruh Timbal (Pb) pada Udara Jalan Tol terhadap Gambaran Mikroskopis Paru dan Kadar Timbal (Pb) dalam Darah Mencit Balb/C Jantan. Semarang: Fakultas Kedokteran –Universitas Diponegoro.160