Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Hana Ika Putri
Program Studi Gizi Klinik Politeknik Negeri Jember
Heri Warsito
Program Studi Gizi Klinik Politeknik Negeri Jember
Dahlia Indah Amareta
Program Studi Gizi Klinik Politeknik Negeri Jember
DOI:
Keywords: Susu Kambing Ettawa, Hiperkolesterolemia, Kadar Kolesterol
ABSTRACT
Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskuler yang menjadipenyebab kematian utama di dunia. Susu kambing ettawa mengandung asam lemak rantai sedang/Medium Chain Triglycride (MCT) yang mampu menurunkan kadar kolesterol total. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek susukambing ettawa dalam menurunkan kadar kolesterol total. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorik dengan pre test -post test with control group design. Sampel adalah tikus Wistar jantan berusia 2 bulan, diinduksi hiperkolesterolemia, diberi susu kambing ettawa dosis 2,70 ml/200g BB/hari, 3,51 ml/200g BB/hari, dan 4,32 ml/200g BB/hariselama 14 hari. Kadar kolesterol total diperiksa dengan metode GOD-POD. Data dianalisis dengan paired t-testdan Anova, dilanjutkan uji LSD. Terdapat perbedaan kadar kolesterol total sebelum dan sesudah pemberian susu kambing ettawa pada masing-masing dosis. Pemberian susu kambing ettawa dengan dosis 2,70 ml/200g BB/hari, 3,51 ml/200g BB/hari, dan 4,32 ml/200g BB/haridapat menurunkan kadar kolesterol total sebesar 8,3%, 12,8% dan 19,2%.Dosis susu kambing ettawa yang paling menurunkan kadar kolesterol tikus hiperkolesterolemia yaitu dosis III (4,32 ml/200g BB/hari).
REFERENCES
1. Agustina, R.Y. 2013. Pengaruh Pemberian Jus Apel Fuji (Malus Domestica) dan Susu Tinggi Kalsium Rendah Lemak terhadap Kadar Trigliserida pada Tikus Sprague Dawley Hiperkolesterolemia. Skripsi. Semarang : UNDIP Semarang.
2. Alamsyah, A.N., 2005. Virgin Coconut Oil. Minyak Penakluk Aneka Penyakit. Jakarta : PT. Agromedia Pustaka.
3. Haenlein G.F.W. 1992. The Many Medicinal Benefits of Goat Milk. Countryside and Small stock Journal ; Nov/Dec 1992;85,6.
4. Herwiyarirasanta, Intan. 2010. Efek Pemberian Sari Kedelai Hitam (Glycine soja) Terhadap Kadar LDL (Low Density Lipoprotein) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Dengan Diet Tinggi Lemak.Skripsi. Surabaya : Universitas Airlangga.
5. Khan, MuhammadSarwar. 2012. Combination of Ultraviolet and High Pulsed Electric Field Method towards Physical, Chemical and Microbiological Quality of Goat’s Milk Recontaminated by Salmonella Typhimurium ATCC 14028. Journal.
6. Kuncoro, J. 2005. Gempur penyakit dengan VCO. Jakarta: Argo Media Pustaka.
7. Murray, KR., Granner, dan Rodwell. 2009. Biokimia Harper Edisi 27. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
8. Murray, RK. 2003. Sintesis, Pengangkutan, dan Ekskresi Kolesterol. In : Mayes PA, Granner DK, Mayes PA. Biokimia Harper. Edisi 25. Alih bahasa : Andry Hartono. Jakarta : EGC.
9. Poedjiadi, A. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: UI-Press.
10. Rahayu, T. 2005. Kadar Kolesterol Darah Tikus Putih {Rattus norvegicus L) Setelah Pemberian Cairan Kombucha. Jurnal Penelitian Sains & Teknologi. Skripsi. Surakarta : FKIP Universitas Muhammadiyah.
11. Supari, F. 2001. Peran Asam Lemak Omega-9 Pada Penyakit Jantung Koroner Penderita Diabetes. Majalah Kesehatan Masyarakat Indonesia Tahun XXVIII ; 10:607-9.Jurnal IKESMA Volume 10Nomor 2 September 2014102