Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Nine Elissa Maharani
Staf Pengajar Bagian Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Univet Bantara Sukoharjo
DOI:
Keywords: hygiene sanitasi penjamah, angka kuman, makanan/minuman jajanan
ABSTRACT
Sekolah merupakan tempat berkumpulnya peserta didik dan warga sekolah dalam kegiatan proses belajar mengajar, dengan demikian kondisi sekolah yang tidak sehat dapat berpengaruh terhadap kesehatan peserta didik. Makanan jajanan yang disajikan harus memenuhi syarat kesehatan.Banyak infeksi yang dapat ditularkan melalui penjamah makanan jajanan, antara lain Staphylococcus aureusditularkan melalui hidung dan tenggorokan, kuman Clostridium perfringens, Streptococcus, Salmonelladapat ditularkan melalui kulit. Oleh karena itu penjamah makanan jajanan harus selalu dalam keadaan bersih dan sehat.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan hygiene sanitasi penjamah makanan dengan angka kuman makanan jajanan di sekitar SMA Negeri 3 Wonogiri.Metode penelitian ini menggunakandesain penelitian cross sectional, dimana variabel bebas hygiene sanitasi penjamah dengan angka kuman diukur dalam satu waktu. Sanitasi penjamah diukur menggunakan kuesioner sedangkan angka kuman diukur dengan pengambilan sampel makanan minuman jajanan kemudian dianalisis di laboratorium kesehatan Sukoharjo. Hasil penelitianmenunjukkanbahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara hygiene sanitasi penjamah makanan dengan angka kuman makanan jajanan di sekitar SMA Negeri 3 Wonogiri (p vaule 0,295 > 0,05).
REFERENCES
[1] Republik Indonesia. 2012. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1429/Menkes/SK/XII/2006 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi dan Warung Sekolah. Dinas Kesehatan. Provinsi Jawa Tengah.
[2] Pusdiklat Jawa Tengah. 2011. Hygiene Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Diklat Teknis Manajemen Penyehatan Lingkungan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Semarang.
[3] Hadi S. 2004. Metodologi Research. Edisi 2. Jilid 2. Penerbit Andi. Yogyakarta.
[4] Republik Indonesia. 2012. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1429/MENKES/SK/XII/2006tentangPersyaratan Hygiene Sanitasi dan Warung Sekolah.Dinas Kesehatan. Provinsi Jawa Tengah.
[5] Kamila Dani. 2009. Hubungan Antara Higiene Sanitasi dengan Angka Kuman Eschericia coli pada Pengelolaan Makanan di Instalasi Gizi RSUD Dr. R. Soedjono Selong Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip. Semarang.
[6] Chairini Tri Cahyaningsih, Hari Purnomo Kuswadiwijaya, Abu Tholib. 2009. Hubungan Higiene Sanitasi Dan Perilaku Penjamah Makanan Dengan Kualitas Bakteriologis Peralatan Makanan. Berita Kedokteran Masyarakat,Vol. 25 No. 4 Desember 2009
[7] Dyah Suryani. 2014. Keberadaan Angka Kuman Ikan Bawal Bakar dan Peralatan Makan Bakar.Jurnal Kesehatan Masyarakat No. 9 (2) 191 –196
[8] Heriani Rimbawati Ika. 2007. Hubungan Antara Praktik Higiene Sanitasi Pengolahan dengan Jumlah Angka Kuman Pada Nasi Kucing yang Dijual di Wilayah Semarang Tengah. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Dian Nuswantoro. Semarang
[9] Sri Suswanti. 2012. Hubungan Antara Sanitasi dengan Angka Kuman Makanan dan Minuman di Kantin Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sederajat Sewilayah Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Univet Bantara. Sukoharjo