Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Oktovina Rizky Indrasari
Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
DOI:
Keywords: Pengetahuan, perkembangan motorik halus, balita
ABSTRACT
Introduction: Pada masa balita ini perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional, dan intelegensi berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Salah satu hal terpenting pada proses perkembangan adalah perkembangan motorik karena merupakan awal dari kecerdasan dan emosi sosialnya. Perkembangan motorik halus adalah gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan otot-otot kecil tetapi diperlukan koordinasi yang cermat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang status gizi dengan perkembangan motorik halus balita.
Methode: Jenis penelitian ini adalah korelasi dan desain penelitian menggunakan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Kota Wilayah Utara Kota Kediri dan sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 32 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling.
Result: Berdasarkan tabulasi silang di atas menunjukkan bahwa reponden yang berpengaetahuan baik dengan perkembangan motorik halus normal sebanyak 24 responden (75%). Responden yang berpengatahuan kurang dengan perkembangan motorik lambat sebanyak 3 responden (9,4%) dan berpengetahuan kurang dengan perkembangan motorik halus normal sebanyak 5 responden (15,6%). Dari uji chi square menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan ibu tentang status gizi dengan perkembangan motorik halus dengan nilai koefisien 6.008 dan tingkat signifikansi 0.014 (α = 0.05).
Conclusion: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang status gizi dengan perkembangan motorik halus balita.
REFERENCES
[1] Hasdianah H, Siyoto S, Peristyowati Y. 2014. Gizi, Pemanfaatan Gizi, Diet, dan Obesitas. Yogyakarta: Nusa Medika
[2] Adriani M, Wirjatmadi B. 2012. Peranan gizi dalam siklus kehidupan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
[3] Soetjiningsih. 2004. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
[4] Anggraeini M.N. 2014. Perkembangan Motorik Halus pada anak usia 3-5 tahun berdasarkan status gizi di desa sindurjan kecamatan purworejo kabupaten purworejo. Gizi dan Kesehatan, Vol 6 No.2. Diunduh tanggal 17 Januari 2017.
[5] Penelitian B, Kesehatan P. 2013. Laporan Riskesdas. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
[6] Kediri DKK. 2014. Data Lapoan Bulanan Gizi. Kediri: Dinas Kesehatan Kota Kediri
[7] Depkes R. 2012. Manajemen Terpadu Balita Sakit. Jakarta: Depkes RI
[8] Almatsier S. 2005. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
[9] Notoatmodjo S. 2010. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka cipta
[10] Istiani, Rusilanti. 2013. Penilaian Status Gizi dalam Gizi Terapan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
[11] Hidayat. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika
[12] Rohmalia. 2012. Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Tumbuh Kembang Anak Dan Perkembangan Motorik Halus Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Penumping Surakarta. Di unduh tanggal 17 Januari 2017