Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Nadie Fatimatuzzahro
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember
Rendra Chriestedy Prasetya
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember
Winda Amilia
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember
DOI:
Keywords: Karies gigi, Perilaku, Siswa SD, Indeks DMF-T
ABSTRACT
Pendahuluan: Karies gigi merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi selain penyakit periodontal. Penyakit ini menjadi masalah nasional di beberapa Negara berkembang terutama di Indonesia.
Tujuan Penelitian: Etiologi utama karies pada anak adalah pola makan. Kelompok usia sekolah dasar mempunyai kebiasan jajan yang lebih tinggi dari kelompok usia lain khususnya makanan manis, sehingga menyebabkan meningkatnya indeks karies gigi. Kegiatan ini didanai oleh Kemenristekdikti, yang dilakukan pada 2 SD yaitu SDN 03 dan SDN 04 Bangsalsari. Metode Penelitian: Jumlah responden adalah siswa kelas 3 sebanyak 70 orang di SDN 03 Bangsalsari dan 51 orang di SDN 04 Bangsalsari yang diperoleh dengan menggunakan metode total sampling. Penyuluhan dan praktek gosok gigi bersama dilakukan kepada para siswa untuk memberi pengetahuan serta memperbaiki perilaku mengenai kesehatan rongga mulut.
Hasil Penelitian: Hasil pemeriksaan menunjukkan indeks DMF-T rata-rata untuk siswa SDN 03 Bangsalsari yaitu 6,1, sedangkan rerata indeks DMF-T untuk siswa SDN 04 Bangsalsari yaitu 5. Indeks gigi yang karies (D) lebih dominan yaitu sekitar 67% dibanding gigi yang telah dicabut (M) sebanyak 2% dan gigi yang telah ditambal (F) hanya 1%. Masih tinggi nya gigi yang karies (D) dibandingkan gigi yang sudah ditambal (F) menunjukkan masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran siswa SD serta orang tua dalam menjaga kesehatan rongga mulutnya. Status karies gigi pada siswa SDN 03 dan 04 Bangsalsari berada pada kategori Tinggi berdasarkan kriteria WHO.
REFERENCES
[1] Sinaga, A. 2013. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Ibu dalam Mencegah Karies Gigi Anak di Puskesmas Babakan Sari Bandung,Jurnal Darma Agung:(21);1-10.
[2] Roberson, TM., Harald O.H., dan Edward J.S. 2006, Sturdevant’s Art and Science of Operative Dentistry, Fifth Edition, St. Louis:Mosby Elsevier, hal. 68-69, 283-285.
[3] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
[4] Haryani W. 2003. Hubungan antara Konsumsi Karbohidrat dengan Tingkat Keparahan Karies Gigi pada Anak Usia Prasekolah di Kecamatan Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. http://etd.ugm.ac.id/index.php? mod=penelitian_detail&sub=Penelitian Detail& act= view&typ=html&buku_id= 19632 &obyek_ id =4
[5] Warni L. 2009. Hubungan Perilaku Murid SD Kelas V dan VI pada Kesehatan Gigi dan Mulut terhadap Status Karies Gigi di Wilayah Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009. http://repository.usu.ac.id/ bitstream/123456789/7903/1/10E00470. pdf
[6] Suyuti, M. 2003. Pengaruh Makanan Serba Manis dan Lengket Terhadap Terjadinya Karies Gigi pada Anak Usia 9-10 Tahun di SD Negeri Monginsidi II Makasar.Media Kesehatan Gigi.
[7] WHO. 2006. Caries Prevelence: INDEKS DMF-T dan DMF-S. http//www.whocollab.od.mah.se/expl/ohisgv.html. [13 Februari 2013].
[8] Raharja, Sugiharta. (2005). Hubungan Pola Makan Makanan Kariogenik Sehari-hari terhadap Karies Gigi Anak Prasekolah (Studi kasus Di TK.ABA Bodeh Gamping Sleman. Skripsi. Universitas Diponegoro.
[9] Suci, E. S. T. 2009. Gambaran Perilaku Jajan Murid Sekolah Dasar di Jakarta. Psikobuana Vol.1
[10] Amalia, Angela. 2005. Pencegahan Primer pada Anak yang Berisiko Karies Tinggi. Majalah Kedokteran Gigi (Dental Journal): Vol.38 (3).
[11] Rumini, Evi. 2006. Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Praktek Kesehatan Gigi dan Mulut terhadap Kejadian Karies Gigi (Studi Kasus pada Anak SD Mlati dan SD Sendang Adi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Yogyakarta). Skripsi. FKMUniversitas Diponegoro Semarang.
[12] Veriza, E. 2003. Hubungan Perilaku Kesehatan Gigi dengan Karies Gigi pada Anak SD Islam Al-Azhar 2 Rawabambu Pasar Minggu. Skripsi. Program Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Depok.
[13] Wargiati, Nina Sih. 2006. Hubungan Kandungan Fluor dalam Air Minumdan Kumur dengan Karies gigi Siswa SD Kota Bandung. Tesis. FKM UniversitasIndonesia.
[14] Nurbayani, Siti. 2008. Hubungan Perilaku Kesehatan Gigi dengan Status Karies pada Murid SD Kelas VI di Wilayah Kecamatan Cibodas Kota Tangerang. Tesis FKM Universitas Indonesia Depok.
[15] Wendari. 2001. Peran Kebersihan Rongga Mulut pada Pencegahan Karies dan Penyakit Periodontal. Surabaya: Majalah Kedokteran Gigi Universitas Airlangga.
[16] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Riset Kesehatan Dasar 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
[17] 17. Persatuan Dokter Gigi Indonesia. 2015. Buku Pedoman Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS), Kemenkes 201