Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Forman Norvindo Sidjabat
Fakultas Ilmu Kesehatan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
Henry Setyawan
Bagian Epidemiologi Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang
Suharyo Hadisaputro
Bagian Epidemiologi Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang
DOI:
Keywords: Lelaki Seks Lelaki, Aktivitas Seksual, Kesehatan ReproduksI
ABSTRACT
Pendahuluan:LSL akan mudah terkena HIV akibat perilaku hubungan seksual yang tidak aman, baik yang dilakukan secara anal maupun oral. Hubungan seksual melalui anal (anal intercourse) yang banyak dilakukan oleh LSL merupakan teknik hubungan seks yang paling berisiko menularkan HIV/AIDS.Kasus HIV/AIDS pada kelompok LSL terus meningkat tiap tahun sementara tidak banyak data dan penelitian dilakukan.Tujuan Penelitian:Penelitian ini untuk mengetahuiaktifitas seksual dan bagaimana proses kelompok LSL memulai aktifitas seksualnya.Metode Penelitian:Metode penelitian ini menggunakanpendekatan explanatory researchyangdilakukan di Kota Semarang dengan sampel 108 orang LSL yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Semua responden adalah laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki minimal satu kali. Data dianalisis menggunakan metode field research dengan melakukan observasi dan berinteraksi di dalam lingkungan sosial.Hasil Penelitian:Hasil penelitian menemukan LSL melakukan aktifitas seksual berisiko tinggi untuk mendapatkan sensasi dan kepuasan seksual. Aktivitas seksual yang dilakukan diantaranya memasukkan jari ke dubur dan menjilati dubur pasangan, memakai obat pembangkit gairah saat melakukan seks grup serta melakukan dan mendapatkan kekerasan saat berhubungan seksualyang akan menyebabkan perlukaan/peradangan/infeksi yangmemudahkan penularan HIV.Aktifitas seksual dimulai dengan mencari pasangan seksual melalui pertemuan komunitas atau LSL baru lainnya di pertemuan rutin, tempat umum atau tempat khusus gay lain yang lebih dahulu mereka temui secara viral dimedia sosial atau jejaring sosial internet gay lainnya.
REFERENCES
1. Asia Pasific Coalition on Male Sexual Health. Defining “MSM” [Internet]. [cited 2016 Apr 3]. Available from: http://www.msmasia.org
2. Kementerian Kesehatan RI. Estimasi Populasi Dewasa Rawan Terinfeksi HIV 2009. Jakarta; 2009.
3. Caceres C, K K, M P, Chatterjee. A, Lyerla R. Estimating The Number of Men Who Have Sex With Men in Low And Middle Income Countries. Sex Transm Infect. 2006;82(Suppl 3):iii3-iii9.
4. Gessang Y. Laporan Pemetaan dan Penelitian Juli-Agustus 2007 (Pengetahuan, Sikap dan Perilaku MSM di 10 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Terhadap HIV/AIDS. Surakarta; 2007.
5. Goldstone, SE., Welton M. Anorectal Sexually Transmitted Infections in Men Who Have Sex with Men—Special Considerations for Clinicians. Clin Colon Rectal Surg J. 2004;17(No.4):235–239.
6. Kementerian Kesehatan RI. Estimasi dan Proyeksi HIV/AIDS di Indonesia Tahun 2011-2016. Jakarta; 2013.
7. KementerianKesehatan RI. STBP Surveilans Terpadu Biologis dan Perilaku 2011. 2011.
8. Nafikadini I. Fenomena Kucing Pada Kelompok Laki-Laki Suka Seks dengan Laki-Laki (LSL) dan Pemaknaan Simboliknya di Kota Semarang. Universitas Diponegoro; 2009.
9. Kementerian Kesehatan RI. Statistik Kasus HIV/AIDS di Indonesia Dilapor s/d Maret 2016. Jakarta; 2016.
10. The Genderbread Person [Internet]. http://www.msmasia.org. [cited 2016 Apr 3]. Available from: http://itspronouncedmetrosexual.com/
11. UNAIDS. Men Who Have Sex With Men. Geneva; 2006.
12. Hartanto D. Aku Memang Gay. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan UNY; 2006. 11-18 p.
13. Wahyudi RS. Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: PKBI; 2000. 32-39 p.
14. Wellings, K., Mitchell, K., Collumbien M. Sexual Health: A Public Health Perspective. McGraw-Hill International. United Kingdom; 2012.
15. Columbia Health. Not All Gay Men Have Anal Sex. Go Ask Alice! [Internet]. http://goaskalice.columbia.edu/. 1996 [cited 2016 Apr 2]. Available from: http://goaskalice.columbia.edu/
16. Johnson, EC., Johnson T. Gay Perspective: Things Our Homosexuality Tells Us About The Nature of God & The Universe. Lethe Press; 2008. 139 p.
17. Underwood S. Gay Men and Anal Eroticism: Tops, Bottoms, and Versatiles. Harrington Park Press; 2003. 98-124 p.
18. Kalichman S. Preventing AIDS, A Sourcebook for Behavioral Interventions. London: LEA Press; 1998. 112-131 p.
19. Arida I. Seks dan Kehamilan Pranikah: Remaja Bali di Dua Dunia. Yogyakarta; 2005.
20. Muntengi, A., Ferede A. Effect of Parent Child Communication Regarding Sexuallity, Family Planning, HIV on Reproductive Health Outcomes Among Unmarried Adolescent Girl in Rural Tanzania. 2014.
21. Golden M, Stekler J, Hughes J, Wood R. HIV Serosorting in Men Who Have Sex With Men: Is It Safe? J Acquir Immune Defic Syndr. 2008;49(2):208–12.
22. Thiede, H., Jenkins, RA., Carey, JW., Hutcheson, R., Thomas, KK., Stall, RD., White E. Determinants of Recent HIV Infection Among Seattle-Area Men Who Have Sex with Men. Am J Public Heal. 2009;99:157–164.
23. Read, TR., Hocking, J., Sinnott, V., Hellard M. Risk Factors for Incident HIV Infection in Men Having Sex With Men: a case-control study. Csiro pubhlising Sex Heal. 2007;4(1):35–9.
24. Handoyo A. Aktivitas Komunikasi dan Pembentukan Realitas Sosial: Suatu Telaah Tentang Bagaimana Kelompok “Gay” Memulai Aktifitas Komunikasi Mengonstruksi Homoseksualitas Sebagai Realitas Sosial. Universitas Indonesia; 2002.
25. La Trobe University. The Dynamic An Contexts of Male to Male Sex In. Melbourne; 2006.
26. Jewkes. R., Dunkle K. Factor Associated With HIV Sero-Status in Young Rural South African Women: Conection Between Intimate Partner Violence and HIV. Int J Epidemiol. 2006;35:1461–8.
27. Flores S. Gay Identitiy Related Factors And Sexual Risk Among Men Who Have Sex With Men in San Fransisco. AIDS Educ Prev. 2009;21(2):91–103.