Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Kurnia Ardiansyah Akbar
Bagian Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Keselamatan Kerja, Fakutas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember
DOI:
Keywords: health risk management, faktor risiko, PT. Petrosida Gresik
ABSTRACT
Pendahuluan: Kegiatan produksi pada unit insektisida padatan PT Petrosida Gresik masih menggunakan proses manual secara keseluruhan sangat rentan terhadap risiko bahaya bagi pekerja. Bahaya tersebut sangat berpotensi mempengaruhi kesehatan pekerja yang pada akhirnya akan mempengaruhi performa kerja dan produktifitas pekerja. Penggunaan manajemen risiko kesehatan diperlukan dalam upaya preventif terjadinya penyakit akibat kerja dan kecelakaan akibat kerja.Tujuan Penelitian:melakukan health risk managementdi unit insektisida PT. Petrosida Gresik..Metode Penelitian :Kegiatan healthrisk managementmeliputi mengidentifikasi bahaya kesehatan, melakukan analisis penilaian bahaya dan pengendalian risiko bahaya yang tepat di tempat kerja unit insektisida PT. Petrosida GresikMetode observasi partisipatif digunakan sebagai bahan identifikasi, analisis dan pengendalian health risk management. Perhitungan risiko dan pengolahan data dilakukan menggunakan Quantitative Risk Analysis Matrix-Level Of RiskThe Australia Standards / New Zealand Standards4360, 2004.Hasil Penelitian:Hasil penelitian menunjukkan terdapat 63 faktor risiko dengan tingkat risiko Tinggi berasal sejumlah 26 sumber bahaya, risiko sedang berasal sejumlah 35 sumber bahaya, dan risiko rendah berasal sejumlah2 sumber bahayadengan metode pengendalian menggunakan pengendalian berjenjeng sesuai hirarki pengendalian.
REFERENCES
1. Petrosida, 2011. Profil Perusahaan PT. Petrosida Gresik. PT. Petrosida. Gresik
2. Australia Standards/New Zealand Standards 4360 (2004), AS/NZS 4360:2004. AS/NZS 4360:2004 Australian/New Zealand Standard Risk Management, Standards Australia International Ltd., Sydney, New South Wales.
3. Santoso, Gempur. 2004. Ergonomi Manusia, Peralatan Dan Lingkungan. Prestasi Pustaka.Sidoarjo
4. Departemen Tenaga KerjaRepublik Indonesia. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No : SE. 01 / Men / 1997 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Kimia di Udara Lingkungan Kerja. 17 Maret 1997.
5. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri. 26 Oktober 2002.
6. Kementerian Tenaga Kerja dan Transimgarsi Republik Indonesia. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor : KEP–51/MEN/2011 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Di Tempat Kerja. 9 April 2011
7. Ablett, Richard. 2001. Prevention back pain.Positive Health Publication Ltd.London
8. Nurmianto, Eko. 2003. Ergonomi, Konsep Dasar Dan Aplikasinya. Guna Widya. Surabaya