Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Syifa'ul Lailiyah
Prodi Kesehatan Masyarakat PDD Universitas Airlangga Banyuwangi
Diansanto Prayoga
Prodi Kesehatan Masyarakat PDD Universitas Airlangga Banyuwangi
Setya Haksama
Departemen AKK FKM Universitas Airlangga Surabaya
Ayik Mirayanti Mandagi
Prodi Kesehatan Masyarakat PDD Universitas Airlangga Banyuwangi
DOI:
Keywords: SIMPUS, Si Jempol Sehat Si Jempol Wangi, analisis
ABSTRACT
Pendahuluan: Sistem informasi puskesmas adalah suatu tatanan yang menyediakan informasi untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam melaksanakan manajemen Puskesmas dalam mencapai sasaran kegiatannya. Data dan informasi kesehatan sangat berguna sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan dan meningkatkan manajemen program pembangunan kesehatan.Petugas puskesmas harus melakukan double data entry pada SIMPUS “Si Jempol Sehat Si Jempol Wangi” dan P-Carebaik data pendaftaran maupun pelayanan. Hal tersebut menambah waktu pekerjaan petugas dan waktu tunggu pasien menjadi lebih lama. Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan menganalisis pengembanganSIMPUS “Si Jempol Sehat Si Jempol Wangi” di Kabupaten Banyuwangi.Metode Penelitian:Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dilaksanakan di Bagian Penyusunan Program (Sungram) Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Puskesmas Mojopanggung, dan BPJS Kesehatan Banyuwangi. Data primer didapatkan dari wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder didapatkan dari studi dokumen. Pengolahan dan analisis datasecara deskriptif.Hasil Penelitian:Rekomendasi pengembangan SIMPUSdi Kabupaten Banyuwangi yaitu desain logis yang telah dinormalisasi perlu dilanjutkan pada tahap desain fisik, perlunya penggunaan e-ktp reader untuk mempercepat entry data sehingga mengurangi antrian waktu tunggu pendaftaran pasien;mempercepat proses bridging system P-Care dengan Si Jempol Sehat Si Jempol Wangi;dibutuhkan koordinasi Sub Bagian Penyusunan Program dengan Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, Bidang Pelayanan Kesehatan dan Farmasi, dan Bidang Kesehatan Keluarga untuk menentukan kelompok umur masing-masing penyakit;dan menambahkan aplikasi GIS pada SIMPUS untuk pemantauan wilayah setempat.
REFERENCES
[1] Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. 2015. Profil Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2014. Banyuwangi: Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi.
[2] PemkabBanyuwangi. 2015. Bupati Minta Warga Banyuwangi di Bali Jaga Citra Daerah. http://banyuwangikab.go.id/berita-daerah/bupati-minta-warga-banyuwangi-di-bali-jaga-citra-daerah.html(sitasi 4 Januari 2016).
[3] KementerianKesehatan Republik Indonesia. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas.
[4] KementerianKesehatan Republik Indonesia. 2014. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2014 Tentang Sistem Informasi Kesehatan.
[5] Jogiyanto. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teoridan Praktik Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: ANDI.
[6] O’Brien, James A. 2006. Pengantar Sistem Informasi Edisi 12: Perspektif Bisnis dan Manajerial. Jakarta: Salemba Empat.
[7] Whitten, Jeffery L., Bentley, Lonnie D., Dittman, Kevin C. 2004. Metode Desain dan Analisis Sistem Edisi 6. Yogyakarta: ANDI.
[8] Kadir, Abdul. 2009. Dasar Perancangan dan Implementasi: Database Relasional. Yogyakarta: ANDI.
[9] Yakub. 2008. Sistem Basis Data: Tutorial Konseptual. Yogyakarta: Graha Ilmu.
[10] Pusdatin. 2015. Memfasilitasi Interoperabilitas Antar Fasilitas Kesehatan. http://fiki2015.org/wp-content/uploads/2015/10/PAPARAN-INTEROPERABILITAS-PUSDATIN-DI-FIKI-21okt.pdf (Sitasi 3 Januari 2016)