Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Novia Luthviatin
Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember
DOI:
Keywords: mantra, healing, Osing Tribe
ABSTRACT
Most Indonesian people use traditional medication to prevent and cure the disease. Mantra is a part of tradition and healing which practiced by Osing Tribe in Banyuwangi. This study aimed to explore how the traditional healers use mantra for healing in traditional medication in Osing tribe. This study used a qualitative approach of phenomenology with depth interviews, participatory observation, documentary materials and browsing the internet material. This study located in 4 traditional village, involves five (5) informants.Mantra is combined with massage,rajah, giving herbs and water, and attaching tools. The time required in a relatively short treatment is 15-20 minutes, while the time it takes patients to recover is one day to a week. The conclusion that mantra is used by Osing Tribe in Banyuwangi to cure the disease.
REFERENCES
1. Kalangi, N. 1994. Kebudayaan dan Kesehatan. Jakarta: Megapoin. Publishing
2. Meda, P. 2012. Penggunaan Pengobatan Alternatif Dalam Proses Penyembuhan Penyakit lontar.ui.uc.id/file?file=digit al/20315942. 17 Oktober 2013).
3. Notnatmodjo, S. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta
4. Budiarto 2011 Perancangan Film Dokumenter Tribute to East Java Herritage Seri Kebudayaan Suku Osing. http//digilib.its.ac.id/ITS-Undergraduate-3100010040572/14075/tribute-to-east-java-heritage. [8 Oktober 2013).
5. Kusnadi 1993, "Santet dalam Pandangan Orang Osing", Surya, 11 September 1993
6. Saputra, H. 1999. Mantra Using Suatu Pemahaman Awal. Jember. Unej Press.
7. Marwoto, dkk. 1999. "Kajian Hermeneutik Mantra Osing Banyuwangi, Laporan Penelitian, Jember: Universitas Jember
8. Moleong L 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung PT. Remaja Rosdakarya
9. Ipa, M., Prasetyo, D.A, Arifin, J., Kasnodihardjo. 2014. Balutan pikukuh Persalinan Baduy. Jakarta. Lembaga Penerbitan Balithangkes.
10. Agung W, M.G., Purwaningsih, E., Zamzami, L., Rahanto, S. 2014. Turuk Sikerei. Jakarta. Lembaga Penerbitan Balitbangkes.
11. Swasono, M.F. 1998. Kehamilan, Kelahiran, Perawatan Ibu dan Bayi dalam Konteks Budaya, Jakarta UI-Press
12. Handayani, S. Churniawati, L., Salahuddin, Pratiwi, N.L. 2014. Hembusan Topo Tawui dalam Persalinan. Jakarta Lembaga Penerbitan Balitbangkes.
13. Geertz, C 2014. Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Komunitas Bambu. Jawa Depok
14. Dinata, A. 2014.Rumah Sehat jumata radakng. Jakarta. Penerbitan Balitbangkes.