Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Agus Aan Adriansyah
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Budhi Setianto
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Nikmatus Sa’adah
Program Studi S1 Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
Indah Lestari
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Nur Sa’adah Nashifah
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Fauziah Rizki Anggarwati
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Pinky Ayu Marsela Arindis
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Keywords: insiden keselamatan pasien, kerja tim, koordinasi, rumah sakit
ABSTRACT
Peningkatan insiden keselamatan pasien di rumah sakit sering terjadi. Kerja tim antar individu dalam unit kerja dan koordinasi antar unit pelayanan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi lejadian yang terkait dengan masalah keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan kerja tim antar individu dalam unit kerja dan koordinasi antar unit pelayanan terhadap terjadinya insiden keselamatan pasien (IKP) di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan di RS Islam Surabaya pada tahun 2020, dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Unit analisis ditentukan secara total sampling meliputi 18-unit kerja yang memberikan pelayanan kepada pasien dengan responden adalah pimpinan unit atau ruangan, penanggung jawab shift kerja dan penanggung jawab mutu keselamatan pasien. Pengumpulan data responden terkait kerja tim dan koordinasi dalam penanganan keselamatan pasien. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan menggunakan google form, dan dianalisis menggunakan tabulasi silang serta pendekatan Pareto (memiliki keterkaitan jika ditemukan perbedaan >20% antara variabel bebas dan variabel terikat). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas kerja tim sudah baik (83,3%), pelaksanaan koordinasi mayoritas masih kurang baik (83,3%) dan insiden keselamatan pasien masih tergolong tinggi (33,3%). Insiden didominasi oleh Nyaris Cedera dengan peringkat hijau, dan unit rawat jalan memiliki insiden tertinggi. Kerja tim dan koordinasi berperan penting terhadap insiden keselamatan pasien dengan selisih persentase masing-masing sebesar 40,0% (> 20,0%) dari setiap kategori pada kerja tim maupun koordinasi. Penelitian ini menunjukkan kerja tim dan koordinasi berperan penting terhadap terjadinya IKP di rumah sakit. Oleh sebab itu, perlu saling support antar individu dalam tim di setiap unit kerja serta rutin melakukan pertemuan secara bersama membahas patient safety.
REFERENCES
1] AHRQ (2017)Agency for Healthcare Research and Quality. “TeamSTEPPS”. [Online] Available at: (http://www.ahrq.gov/teamstepps/about-teamstepps).
2] Anggraeni D (2016) Pengaruh Budaya Keselamatan Pasien terhadap Sikap Melaporkan Insiden pada Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoe.Jurnal Aplikasi Manajemen14(No. 2):420–427.
3] Bass BM, Jung DI and Berson Y(2013)Predicting Unit Performance by Assessing Transformational and Transactional Leadership.Journal of Applied Psychology88(No. 2): 207–218.
4] Buhari B (2019) Budaya Keselamatan Pasien Rumah Sakit Pemerintah dan Rumah Sakit Swasta di Kota Jambi.Jurnal Aisyiyah Medika3(No. 1): 1–18.
5] Depkes RI (2014) Undang Undang Kesehatan No 23 Tahun 2014. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
6] Evelyn M, Trisnantoro L and Zaenab N (2012) Evaluasi Implementasi Kebijakan Bantuan Operasional Kesehatan di Tiga Puskesmas Kabupaten Ende ProvinsiNusa Tenggara Timur Tahun 2011.Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia1(No. 3): 43-48
7] Fleming (2006) Patient Safety Culture Management Tool: Development and Guidelines Use.Healthcare Quarterly11(No. 1): 557–576.
8] Friyanti ES (2015) Analisis Kualitas dan Kuantitas Tenaga Keperawatan Terhadap Persepsi Insiden Keselamatan Pasien di RS XJakarta Tahun 2015. Jurnal ARSI2(No. 1).
9] Funke G and Knott BEDA (2016) Conceptualization and Measurement of Team Workload A Critical Need. Human Factors The Journal of the Human Factors and Ergonomics Society58(No. 2): 36–51.
10] Gallup (2014). Five Ways to Improve Employee Engagement Now. Retrieved from http://businessjournal.gallup.com/content/166667/five-ways-improve-employeeengagement.aspx
11] Gandhi TK, GraydonBE and Huber CN (2005) Closing the Loop: Follow_up and Umpan Balik in a Patient Safety Program.Journal on Quality and Patient Safety31(No. 1): 11–20.
12] Gittel J(2010) A Relational Model of High Performance Work System Work. New York: Organization Science.
13] Hakim L (2014) Optimalisasi Proses Koordinasi Program Keselamatan Pasien (Patient Safety)di Rumah Sakit X Surabaya.Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia2(No. 3): 198–208.
14] Hasibuan H (2010) Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
15] Henriksen K and Margaret A (2018) Understanding Adverse Events: A Human Factors Framework in Quality. Patient Safety and Quality:Evidence-Based Handbook for Nurses. United States: AHRQ Publication.
16] Herawati YT (2015) Budaya Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Kabupaten Jember.Jurnal IKESMA11(No. 1):52–60.
17] Ilyas Y(2013) Kiat Sukses Manajemen Tim Kerja. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
18] Iriviranty A (2015) Analisis Budaya Organisasi dan Budaya Keselamatan Pasien Sebagai Langkah Pengembangan Keselamatan Pasien diRSIA Budi Kemuliaan Tahun 2014.Jurnal ARSI1(No. 3): 196–203.
19] Ismainar H (2015) Efektivitas Kepemimpinan dan Komunikasi Tim Keselamatan Pasien diRSI Ibnu Sina Pekanbaru Riau. Jurnal Kesehatan Komunitas2(1): 2–8.
20] Ivana A (2017) Analisa Komitmen Manajemen Rumah Sakit (RS) Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)Pada RS Prima Medika Pemalang.Jurnal kesehatan Masyarakat2(No. 1): 35–41.
21] Kaya SD and Yuceler A(2016) The Role of Teamwork in Patient Safety at Healthcare Institutions. Sofia: Kliment Ohridski University Press.
22] Kemenkes RI (2017) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Pasien. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
23] Kohn JM (2010) Patient Safety: The Role of Human Factors and Systems Engineering.Stud Health Technol Inform153(No. 2): 23–46.
24] Kusumapradja R (2019) Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Pendidikan. Forum Ilmiah16(No. 3): 309–325.
25] Mangindara M (2020) Gambaran Budaya Keselamatan Pasien di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.Jurnal Manajemen Kesehatan6(No. 2): 102–108.
26] Manser T (2007) Teamwork and patient safety in dynamic domains of healthcare: a review of the literature.Acta Anesthesiol Scand53(No. 2):143–151.
27] Maringka F (2019) Analisis Pelaksanaan Program Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) di Rumah Sakit Tingkat II Robert Wolter Mongisidi Kota ManadoJurnal KESMAS8(5): 1–10.
28] Panesar SS, Carson SAand Sheikh (2017) Patient Safety and Healthcare Improvement at a Glance. New York: John Wiley & Sons Ltd.
29] Pidada IADU (2018) Kerja Sama Tim Perawat Dalam Meningkatkan Keselamatan Pasien Berbasis Tri Hita Karana.Jurnal Manajemen Bisnis15(2): 829–837.
30] Purba CE (2021) Pengaruh Kerja Sama Tim terhadap Upaya Pengurangan Risiko Infeksi di Unit Rawat Inap Rumah Sakit.Jurnal Health Sains4(No. 2): 53–59.
31] Rahma A(2016) Pengaruh Penerapan Konsep Team Work dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Perawat.Diponegoro Journal Of Managemen3(No. 4):1–11.
32] Riana LW(2019) Pengaruh Kerjasama Tim dan Kepuasan Kerja terhadap Kualitas Pelayanan.Psikoborneo7(No. 1):76-82.
33] Rivai F (2016) Faktor Yang Berhubungan dengan Implementasi Keselamatan Pasien di Rsud Ajjappannge Soppeng Tahun 2015.Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia5(No. 4): 152–157.
34] Salawati L (2020) Penerapan Keselamatan Pasien Rumah Sakit.Jurnal Averrous, 6(No. 1):98–107.
35] Saraswati LPC (2017) Prevalensi Demam Berdarah Dengue (DBD) Primer Dan Sekunder Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Serologis Di Rumah Sakit Balimed Denpasar.E-Jurnal Medika5(No. 1): 84-89
36] Sembiring SF (2019) Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit Umum Daerah KabanjaheKabupaten Karo Sumatera Utara.Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia1(No. 1):10–17.
37] Shabrina MA and Damayanti NA (2017) Analisis Mekanisme Koordinasi dalam Pelaksanaan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit X Surabaya.Jurnal Ilmiah Kesehatan Mediahusada6(No. 2):235–244.
38] Singer S, Shoutzu L and Falwell P (2009) Relationship Safety Climate and Safety Performance in Hospital.Helath Sevices Research44(No. 2):399–421.
39] Siregar IHA (2017) Pengaruh Kerja Tim, Komunikasi dan Budaya Keselamatan Pasien terhadap Capaian Sasaran Keselamatan Pasien.Media Kesehatan Masyarakat Indonesia1(No. 1):1–22.
40] Tampubolon S (2019) Kerjasama Setiap Profesi di Rumah Sakit dalam Meningkatkan Keselamatan Pasien.Jurnal Medikes3(2): 13–19.
41] Tulus MH and Studi P (2015) Redesain Sistem Identitas Pasien sebagai ImplementasiPatient Safety di Rumah Sakit.FK Universitas Brawijaya2(No. 1).
42] Ulfah A (2018) Kontribusi Karakteristik Perawat yang Memengaruhi Budaya Keselamatan Pasien diRumahSakit Kelas C Jakarta Selatan.Jurnal Keperwatan Abbdurab2(No. 1):42–50.
43] Ulva F (2019) Gambaran Komunikasi Efektif Dalam Penerapan Keselamatan Pasien.Jurnal Pembangunan Nagari2(No. 1):95–102.
44] WHO (2009) Human Factor in Patient Safety: Review on Topic and Tool.in Report for Methods and Measuring Working Group of WHO Patient SafetySwiss: World Health Organization, pp. 1–55.
45] Wijaya AS(2018) Analisis Budaya Keselamatan Pasien di RSI PKU Muhammadiyah Bantul.Jurnal Kesehatan2(No. 1):52–59.
46] Yarnita Y (2019) Budaya Keselamatan Pasien Pada Perawat di Instalasi Perawatan Intensive Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau.Jurnal Keperawatan Priority2(No. 2):109–119.
47] Zaccaro SJand Marksb MA (2001) Team Leadership.The Leadership Quarterly12(No. 1):451–483.
48] Zadvinskis IM, Smith JG and Yen PY (2018) Nurses’ Experience With Health Information Technology: Longitudinal Qualitative Study. JMIR Med Inform.6(No. 2): 38.