Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Dede Sutriono
Program Studi Magister Administrasi Publik, Pasca Sarajana STIA Bina Taruna Gorontalo
Sudirman
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Bina Mandiri
Keywords: Kualitas Pelayanan Kesehatan, Instalasi Farmasi, Kepuasan Pasien
ABSTRACT
Peningakatan sistem kualitas layanan di rumah sakit tentunya akan dapat menciptakan serta memberikan kepuasan terhadap pelanggan. Pengukuran terhadap kualitas pelayanan menjadi sangat penting khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dengan tujuan bahwa penyedia mendapatkan pelanggan yang setia. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan di Instalasi Farmasi RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Bulan September-Oktober 2019 di Instalasi Farmasi. Informan penelitian ini berjumlah 5 orang tenaga kesehatan yang berada dan tercatat sebagai pegawai farmasi RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, dan 5 orang pasien yang dipilih berdasarkan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis ISI, kemudian menampilkannya dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kualitas pelayanan kesehatan di Instalasi Farmasi RSUD Prof Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo pada dimensi tangible dan empathy menunjukkan hasil yang kurang memuaskan dimana minimnya sarana prasaran serta pemanfaatannya yang belum maksimal. Dimensi reliability, responsiveness dan assurance kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien/keluarga pasien sudah sesuai dengan standar dan harapan pelanggan dan dikategorikan baik. (2) Faktor sarana prasarana penunjang di ruang tunggu instalasi masih sangat minim, serta ruangan yang masih kurang representatif, selain itu juga SDM yang bertugas di Instalasi Farmasi yang belum sesuai kualifikasi sehingga kepuasan pasien/keluarga pasien tidak terpenuhi. Dapat di simpulkan bahwa Instalasi Farmasi masih dipandang kurang oleh customer sehingga perlu untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada dimensi tangible dan empathy.
REFERENCES
1] Azwar, A., 2015. Menjaga Mutu Pelayanan Ke sehatan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
2] Bustami, 2011. Penjaminan Mutu Pelayanan Kesehatan dan Akseptabilitasnya. Jakarta: Erlangga.
3] Evans, R., 2007. The Economic of Canadian Health care. Toronto: Butterworths.
4] Fahmi, A., 2016. Analisis Penyebab Rendahnya Budaya 3S Pada Karyawan Rumah Sakit XYZ. Jurnal Kesehatan, pp. 24-35.
5] Hidayatullah, F., 2010. Pendidikan Karakter membangun Peradaban bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka.
6] Keputusan Menteri Kesehatan RINomor 1197/MENKES/SK/X/2004, 2004. Tentang Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit Indonesia,
7] Mukarom, Z., 2015. Manajemen Pelayanan Publik. Bandung: Pustaka Setia.
8] Mulayadi,D., Fadli, U. & Kusuma, F., 2013. Analisis manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan PadaRumaha Sakit Islam Karawang. Jurnal Manajemen, pp. 19-30.
9] Pakpahan, S., 2015. Pelayanan Prima. Artikel Ilmiah Rumah Sakit, pp. 15-25.