Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Rica Naudita Krisna Setioningrum
Jurusan S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga
Lilis Sulistyorini
Fakultas Kesehatan Masyarakat,Universitas Airlangga
Wahyu Istining Rahayu
Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit
Keywords: Kualitas air, air kawasan domestik, Jawa Timur
ABSTRACT
Jawa Timur merupakan provinsi yang memiliki banyak pusat perindustrian dan laju pertumbuhan penduduk 0.64%. Seiring dengan pertumbuhan penduduk maka kebutuhan air bersih juga akan meningkat. Permasalahan yang sering dijumpai di masyarakat berkaitan dengan pelayanan penyediaan air dari segi kualitas dan kuantitas air. Maka dari itu upaya pemenuhan air bersih yang berkualitas dan sehat perlu dilakukan pengawasan air bersih secara rutin. Tujuan penelitian adalah menggambarkan kualitas air secara fisik (suhu, bau, jumlah zat padat terlarut (TDS), kekeruhan, rasa, warna, dan DHL), kimia (pH, fluorida, kromium, timbal, seng, kesadahan, khlorida, nitrat,nitrit, sulfat, zat organik, dan deterjen), dan mikrobiologi (total koliform) pada kawasan domestik di Jawa Timur, tahun 2019. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder yang diperoleh dari BBTKLPP Surabaya pada Bulan Juli-Desember tahun 2019. Sampel yang digunakan sebanyak 54 sampel pemeriksaan kualitas fisik dan kimia, serta 29 sampel pemeriksaan kualitas mikrobiologi. Hasil penelitian kualitas air bersih kategori tidak memenuhi syarat adalah kualitas fisik (5,56%) dari 54 sampel, kualitas kimia sebanyak (9,26%) dari 54 sampel, dan (27,58%) dari 29 sampel. Parameter kualitas air bersih di kawasan domestik kategori tidak memenuhi syarat yaitu parameter fisika (bau, TDS dan rasa), parameter kimia (mangan, kesadahan, khlorida) parameter mikrobiologik (total koliform). Saran perlu adanya pemeriksaan rutin sebagai upaya mempertahankan kulitas air dan dilakukan penelitian lanjut dalam pengolahan air yang benar sehingga memperoleh air yang sesuai baku mutu air bersih.
REFERENCES
1] Alihar,F.2018.Penduduk dan Akses Air Bersih di Kota Semarang.Jurnal Kependudukan Indonesia, 13(1), 67-76
2] Astuti,D., Fatimah., Anie.2016.AnalisisKadar Kesadahan Total Pada Air Sumur Di Padukuhan Bandung Playen Gunung Kidul Yogyakarta. Jurnal Analytical and Environmental Chemistry,1(01), 69–73
3] Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). 2013. Hasil Utama Riskesdas 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
4] Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS).2018. Hasil Utama Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan RI
5] Briawan,D.,Ekawati,I.2011.Kebiasaan Minum dan Asupan Cairan Remaja di Perkotaan.Jurnal Gizi Klinik Indonesia, Vol.8:36-41
6] Chandra.2007.Pengantar Kesehatan Lingkungan.Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta
7] Effendi,H.2003.Telaah Kualitas Air. Kanisius,Yogyakarta
8] Fauziah, A.2010. Efektivitas Saringan Pasir Cepat Dalam Menurunkan Kadar Mangan (Mn) Pada Air Sumur Dengan Penambahan Kalium Permanganat(KMnO4) 1%. Skripsi: FKM USU Medan
9] Hunter, L.2001.Population and Environment: A complex relationship in population matters. Research Brief.Santa Monica,California
10] Izhar, M., Haripurno.2007. Hubungan Antara Kesadahan Air Minum, Kadar Kalsium dan Sedimen Kalsium Oksalat Urin Pada Anak Usia Sekolah Dasar.Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat23(4),200-209
11] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 1990. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air,Jakarta
12] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.2017.Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Pemandian Umum.
13] Kusuma E.,Rasyid.,Endri.2015. Identifikasi Bakteri Coliform pada Air Kobokan di Rumah Makan Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur.Jurnal Kesehatan Andalas, 4(3),845-849
14] Leurs, L.J et al.2010. Relationship between tap water hardness, magnesium, and calcium concetration and mortality due to ischemic heart disease or stroke in the Netherlands. Environmental Health.220(4):736-743
15] Naibaho,B.2007. Analisis Kualitas Fisik dan Kimia di Daerah Medan Sekitarnya, Medan
16] Ngibad,K.,Herawati.2019. Analysis of Chloride Levels in Well and PDAM Water in Ngelom Village, Sidoarjo. Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia,4(01), 1–6,
17] Notoatmodjo, S., 2011. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni.Kesehatan Masyarakat: Ilmu Dan Seni. Rineka Cipta,Jakarta
18] Said, Nusa.2005. Metode Penghilangan Zat Besi dan Mangan di dalam Penyediaan Air Minum Domestik.Jurnal JAI,1(3)
19] Sasongko,E.,Widyastuti.2014.Kajian Kualitas Air dan Penggunaan Sumur Gali Oleh Masyarakat di Sekitar Sungai Kaliasi Kabupaten Cilacap.Jurnal Ilmu Lingkungan, 12(2),72-82
20] Sekarwati,N.,Wulandari.2016.Analisis Kandungan Bakteri Total Coliform Dalam Air Bersih dan Escherecia Coli dalam Air Minum Pada Depot Air Minum Isi Ulang di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Sleman.Kesmas,10(2), 1-12
21] Sekretariat Kabinet RI.2017.Lampiran Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.[Online] http://setkab.go.id/category/peraturan.
22] Sholikhah,E, M., 2017. Pencemaran Lingkungan Di Kabupaten Gresik (1970-1994).Jurnal Kesejarahan, 11(2), 117–128.
23] Sugiyono.2012. MetodePenelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.Alfabeta, Bandung
24] Sunarsih,E,Fikry,A.,Windusari.,Trisaini,I.,Arista,D.,Septiawati,D.,Ardila,Y.,Purba,I.,Garmini,R.,2018.Analisis Paparan Kadmium Besi dan Mangan pada Air Terhadap Gangguan Kulit Pada Masyarakat Desa Ibul Besar Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir.Jurnal Kesehatan Lingkungan,17(2), 63-73
25] Sutrisno,C.T.2006.Teknologi Penyediaan Air Bersih. Cetakan ke enam. Rineka Cipta,Jakarta
26] WHO.2003. Guidline for drinking-water quality, Health criteria and other supporting information.Geneva,WHO
27] WHO.2011.Chloride in Drinking-water. WHO Guedline Drink-Water,WHO28]WHO.2003.Domestic water quantity, service level and health.WHO