Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Hardi
Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Program Pasca Sarjana, Universitas Muslim Indonesia
Muh. Ikhtiar
Departemen Kesehatan Lingkungan, Program Pasca Sarjana, Universitas Muslim Indonesia
Alfina Baharuddin
Departemen Kesehatan Lingkungan, Program Pasca Sarjana, Universitas Muslim Indonesia
Keywords: pestisida, kadar colinesterase darah, petani
ABSTRACT
Pestisida banyak digunakan oleh masyarakat efektifitasnya dalam membasmi hama. Namun, WHO dan UNEP mencatat bahwa terdapat 1.5 juta kasus keracunan pestisida yang sebagian besar terjadi di negara berkembang dengan 20.000 kasus berakibat fatal. Indonesia mencatat terdapat 771 kasus keracunan akibat pestisida di tahun 2016. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pemakaian pestisida terhadap kadar cholinesterase darah pada petani sayur. Penelitian ini adalah penelitian observasional-kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Data penelitian adalah hasil tes darah di BBLK, Kota Makassar dari 30 orang responden petani sayur yang dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Hasil analisis statistik terhadap hubungan penggunaan pestisida dan kadar colinesterase darah menunjukkan frekuensi penyemprotan (p=0,039), lama penyemprotan (p=0,021), dan masa kerja (p=0,009). Sehingga dapat disimpulkan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi dan lama penyemprotan pestisida serta masa kerja dengan kadar colinesterase darah petani sayur di Desa Jenetallsa. Sehingga para petani di Desa Jenetallsa disarankan untuk meningkatkan upaya meminimalisisr resiko terpapar pestisida dengan cara disiplin dalam penerapan SOP penggunaan pestisida yang aman dan penggunaan APD yang tepat.
REFERENCES
1] Zulfania, KD., Setiani, O., Dangiran, HL.2017.Hubungan Riwayat Paparan Pestisida Dengan Tekanan Darah Pada Petani Penyemprot Di Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 5(3)
2] Maranata, R., Chahaya,I., Santi, DN. 2014.Perilaku Petani Dalam Penggunaan Pestisida Dan Alat Pelindung Diri (APD) Serta Keluhan Kesehatan Petani Di Desa Suka Julu Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo.Jurnal Lingkungan dan Keselamatan Kerja, vol. 3, no. 3
3] Vitasari dan Suraji C.2018.Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Dengan Praktik Pemakaian APD Masker Pada Petani Padi Saat Melakukan Penyemprotan Pestisida. Jurnal Ilmiah Permas. 8(1), 43-48
4] Novianti, PR., .2017.Analisis Risidu Pestisida Kloropirifos Pada Tomat Dengan Dan Tanpa Pencucian Di Desa Je’netallasa Kecamatan Rumbia Kabupaten Je’neponto.Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin.
5] Lucki, F., Yusniar Hanani D., Yunita D, NA.2018. Hubungan Masa Kerja, Lama Kerja, Lama Penyemprotan dan Frekuensi Penyemprotan Terhadap Kadar Kolinesterase Dalam Darah Pada Petani Di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 6(6)
6] Zulmi, N. 2016.Hubungan Antara Frekuensi Dan LamaPenyemprotan Dan Interval Kontak Pestisida Dengan Aktivitas Cholinesterase Petani Di Desa KembangkuningKecamatan Cepogo.Tesis. Universitas Muhammadiyah Surakarta
7] Ningsih, ER.2016. Analisis Kuantitatif Perilaku Pestisida Ditanah. Yogyakarta:UGM Pres.
8] Zuraida. 2013.Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Keracunan Pestisida Pada Petani Di Desa Srimahi Tambun Utara Bekasi.Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.