Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Agatha Yustari
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga
Jayanti Dian Eka Sari
Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga
Keywords: Kepuasan hidup, Ibu Bekerja, Ibu Rumah Tangga
ABSTRACT
Kepuasan hidup dapat dirasakan oleh semua orang, termasuk kaum ibu. Peran seorang ibu dapat dibedakan menjadi ibu bekerja dan ibu rumah tangga. Perbedaan peran tersebut dapat mempengaruhi tingkat kepuasan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kepuasan hidup ibu bekerja dan ibu rumah tangga pada Ibu PKK Desa Kaligung Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 35 orang. Penelitian ini dilakukan pada Ibu PKK di Desa Kaligung, Banyuwangi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner Life Satisfaction Index. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner didapatkan hasil bahwa nilai rata-rata ibu bekerja sebesar 1.64 sedangkan nilai rata-rata ibu rumah tangga sebesar 1.67. Artinya, tingkat kepuasan hidup pada kelompok ibu rumah tangga lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan hidup pada kelompok ibu bekerja. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan perencanaan program terkait upaya peningkatan dukungan keluarga bagi seorang ibu agar lebih dapat meningkatkan kepuasan hidupnya.
REFERENCES
1] Amat, S., Mahmud, Z., 2009. Hubungan antara Ketegasan Diri dan Kepuasan Hidup dalam Kalangan Pelajar Institusi Pengajian Tinggi indo. Jurnal Pendidikan Malaysia 34.
2] Ananda, K.S., 2012. Ibu rumah tangga lebih rentan depresi?URL https://www.merdeka.com/sehat/ibu-rumah-tangga-lebih-rentan-depresi.html accessed 15 November 2019.
3] Anggraini, A.P., 2018. Ibu Rumah Tangga Adalah Profesi “Terberat” Dibanding Pekerjaan Lainnya Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Ibu Rumah Tangga Adalah Profesi ‘Terberat’ Dibanding Pekerjaan Lainnya.”URL https://lifestyle.kompas.com/read/2018/03/17/075000420/ibu-rumah-tangga-adalah-profesi-terberat-dibanding-pekerjaan-lai nnya . accessed 13 June 2019.
4] Apreviadizy, P., Puspitacandri, A., 2014. Perbedaan Stres Ditinjau dari Ibu bekerja dan Ibu Tidak Bekerja. Jurnal Psikologi Tabularasa 9, 58–65.
5] Apsaryanthi, N.L.K., Lestari, M.D., 2017. Perbedaan Tingkat Psychological Well-Being Pada Ibu Rumah Tangga Dengan Ibu Bekerja Di Kabupaten Gianyar. Jurnal Psikologi Udayana 4.
6] Arshad, M., Gull, S., Mahmood, K., 2015. Life satisfaction among working and non working women. European Journal of Research in Social Sciences Vol 3.
7] Desa Kaligung, 2017. Profil Desa. URL http://kaligung.desa.id/web/detailnews/profil-desa . accessed 20 March 2020.
8] Ed Diener, 1984. Subjective Well Beiing. Psychological Bulletin95, 542–575.
9] Febrida, M., 2014. Ibu Pekerja Tak Lagi Merasa Bersalah Saat Jauh dari Anak. Liputan6.com. URL https://www.liputan6.com/health/read/2036620/ibu-pekerja-tak-lagi-merasa-bersalah-saat-jauh-dari-anak . accessed 10 March 2020.
10] Female, R., 2016. Ibu Rumah Tangga Hidup Lebih Bahagia ketimbang Ibu Bekerja. URL https://lifestyle.kompas.com/read/2016/09/30/080000520/ibu.rumah.tangga.hidup.lebih.bahagia.ketimbang.ibu.bekerja . accessed 15 June 2016.
11] Frone, M., Russell, M., Cooper, M., 1992. Antecedents and Outcomes of Work-Family Conflict: Testing a Model of the Work-Family Interface. The Journal of applied psychology 77, 65–78.
12] Guney, S., 2009. Life Satisfaction of University Students in Turkey. In: Poster: 1st World Positive Psychology Conference. Pennsylvania: USA.
13] Guney, S., Kalafat, T., Boysan, M., 2010. Dimensions of mental health: Life satisfaction, anxiety and depression: A preventive mental health study in Ankara University students population. Procedia -Social and Behavioral Sciences 2, 1210–1213.
14] Handayani, W., Abdinnah, F., 2012. Stress Mana, Menjadi Ibu atau Wanita Karir?. viva.co.id. URL https://www.viva.co.id/arsip/316215-stress-mana-menjadi-ibu-atau-wanita-karir . accessed 10 March 2020.
15] Hapsar, E., 2013. Riset: Ibu Rumah Tangga Adalah Orang Paling Berbahagia. URL http://repositorio.unan.edu.ni/2986/1/5624.pdf .accessed 10 June 2019.
16] Husnayani, S., Khumas, A., Siswanti, D.N., 2015. Kebahagiaan dan Kesedihan Istri yang Memilih Berhenti Berkarir.
17] Myers, D.G., 1992. The Pursuit of Happiness. New York: Morrow.
18] Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, 2019. Data Persebaran Penduduk. URL https://www.banyuwangikab.go.id/profil/kependudukan-dan-naker.html. accessed 16 June 2019.
19] Rohmawati, N., 2009. Tingkat Stres pada Ibu yang Memiliki Anak Tuna Grahita Ditinjau dari Tahap Perkembangan. Universitas Muhammadiyah Malang.
20] Sugiyono, 2012. Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. PT. Bumi Aksara, Jakarta.