Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Kristina Dede Odi
Alumni Bagian Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja -Prodi IKM, FKM UNDANA
Sintha Lisa Purimahua
Dosen Bagian Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja -Prodi IKM, FKM UNDANA
Luh Putu Ruliati
Dosen Bagian Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja -Prodi IKM, FKM UNDANA
Keywords: Work Attitude, Lighting, Temperature, Work Fatigue, Eye Fatigue, Tailor.
ABSTRACT
The discomfort of work environment which is caused by temperature will affect a worker to complete his or her job. For lack of attention to work place adjusment, position, and work equipment will certanly cause problems dealing with occupational desease. Job that have a need of accuracy without unequal to lighting, have the impact to eye fatigue. This study was aimed to find out the relationship of attitude to work, lighting, and temperature towards work fatigue and eye fatigue at tailors in Kampung Solor Kupang 2017. The type of this research was an analytic survey with cross sectional approach. The number of population was 34 tailors with the total sample 34 tailors who spread in 16 of stitch. In analising the data, the researcher used chi square with significant correlation to work fatigue, p value =0,011. Work attitude had significant correlation to eye fatigue with p value=0,037, lighting had no significant correlation to work fatigue with p value=0,683, lighting had correlation with eye fatigue p value =0,045, temperature had significant relation to work fatigue by p value=0,023 and it had no correlation to eye fatigue by p value =0,106.
REFERENCES
[1] Achmadi, U. F.1990.Upaya Kesehatan Kerja Sektor Informal di Indonesia. Jakarta : Depkes RI.
[2] Agnestry,P.S.,Kalsum, & M.M.Sinaga. 2015. Hubungan Sikap Kerja Dengan Musculoskeletal Disorders Pada Penjahit Di Pusat Industri Kecil Menteng Medan.Skripsi: Fakultas Kesehatan Masyarkat, Universitas Sumatera Utara.
[3] Anizar. (2012). Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja Industri Cetakan Ke-2 .Jakarta: Graha Ilmu.
[4] Ariyanti, R.C.2016. Hubungan Antara Intensitas Penerangan Dan Suhu Udara Dengan Kelelahan Mata Karyawan Pada Bagian Administrasi Di PT. Hutama Karya Wilayah IV Semarang. Skripsi: Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas :Ilmu Jurnal IKESMA Volume 14 Nomor 1 Maret 201874 Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang.
[5] Budiono. (2003). Kelelahan (Fatigue) pada Tenaga Kerja. Bunga Rampai Hiperkes dan Keselamatan Kerja Edisi ke-2.Semarang: Universitas Diponegoro.
[6] Depkes RI. (2003). Modul Pelatihan Bagi Fasilitator Kesehatan Kerja.Jakarta: Depkes RI Pusat Kesehatan Kerja.
[7] Depkes RI. (2002). Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri.Jakarta. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002.
[8] Firmansyah, F.2010. Pengaruh Intensitas Penerangan Terhadap Kelelahan Mata eprints.uns.ac.id/122/1/167100309201010441.pdf (Diakses pada tanggal 25 Agustus 2017).
[9] Gempur, S. (2003). Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja .Jakarta: Prestasi Pustaka.
[10] Gempur, S. (2004). Manusia, Peralatan dan Lingkungan.Jakarta: Prestasi Pustaka.
[11] Guyton. (1991). Fisiologi Kedokteran II, Diterjemahkan oleh Adji Dharma.Jakarta: EGC Buku Kedokteran.
[12] Harrianto, R. (2010). Buku Ajar Kesehatan Kerja .Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
[13] Indriati, T. (2015). Hubungan Intensitas Pencahayaan, Suhu, dan Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Penjahit Di Pasar Kampung Solor Kota Kupang.Kupang: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana.
[14] Nina.W & Tri M.2004. Hubungan Intensitas Penerangan dengan Kelelahan Mata Pada Pengrajin Batik Tulis. Skripsi: Fakultas Kesehatan Masyarakat ,Universitas Airlangga
[15] Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan .Jakarta: Rineka Cipta.
[16] Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta: Rineka Cipta.
[17] Nurmianto, E. (2003). Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Tinjau Ergonomi, Psikologi, dan Kompetensi untuk Perancangan Kerja dan Produk.Surabaya: Guna Widya.
[18] Paulina & Salbiah.2016.Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kelelahan Pada Pekerja Di PT Kalimantan Steel. Skripsi : Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Pontianak.
[19] Rai, P. C. (2006). Pengaruh Penerangan Dalam Ruang Terhadap Produktivitas Mahasiswa Desain Interior.http://www.petra.ac.id/¬puslit/journals/dir.php?DepartemenID=INT. Diakses pada tanggal 7 januari 2017.
[20] Ramadhani, A.F. 2012. Analisis Tingkat Pencahayaan Dan Keluhan Kelelahan Mata Pada Pekerja Di Area Produksi Pelumas Jakarta PT Pertamina (Persero) Tahun 2002. Skripsi : Fakultas Kesehatan Mayarakat, Program Sarjana Kesehatan Mayarakat Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Depok.
[21] Rosy.D.2011.Hubungan Tekanan Panas dengan Kelelahan Kerja. eprints.uns.ac.id/8515/1/217430811201104371.pdf (diakses 25 Agustus 2017).
[22] Sedarmayanti. (2009). Tata Kerja dan Produktivitas Kerja.Bandung: Mandar Maju.
[23] Sihombing, A. P. (2015). Hubungan Sikap Kerja Dengan Muscoluskeletal Disorders Pada Penjahit Di Pusat Industri Kecil Menteng Medan 2015.Medan: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
[24] Siswanto. (1993). Penerangan.Jakarta: Balai Pelayanan Ergonomi KesKer.
[25] Siswatiningsih.1998.Hubungan Antara Intensitas Penerangan dengan Kelelahan. eprints.undip.ac.id/8804/(25 Agustus 2017).
[26] Soewarno. (1992). Penerangan Tempat Kerja.Jakarta: Pusat Pelayanan Ergonomi dan Kesker.
[27] Suma'mur. (1989). Ergonomi untuk Produktivitas Kerja.Jakarta: CV Haji Masagung.
[29] Suma'mur. (1996). Higiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja.Jakarta: PT. Toko Gunung Agung.
[30] Suma'mur. (2009). Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.Jakarta: Sagung Seto.
[31] Sunyoto. (2011). Analisis Data Untuk Penelitian Dengan SPSS Untuk Mahasiswa dan Praktisi Kesehatan. Yogyakarta. Nuha Medika.
[32] Syamruth, Y. (2009). Buku Ajar Biostatistika Inferensial (Aplikasi dalam ilmu-ilmu kesehatan).Kupang: Undana Press.
[33] Tarwaka, Bakri. S,HA dan Sudiajeng.L. (2004). Ergonomi untuk Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Produktivitas.Edisi Ke-1 . Surakarta: UNIBA Press.
[34] Tarwaka. (2013). Ergonomi Industri, Dasar-dasar Pengetahuan dan Aplikasi di Tempat Kerja.Edisi Ke-1. Surakarta: Harapan Press.
[35] Tunggul & Koesyanto. (2005). Panduan Praktikum Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja .Semarang: UPT UNNES Press.
[36] Ulfa, M.,& Indriati. 2013. Sikap Kerja yang Berhubungan Dengan Keluhan Subjektif Pada Penjahit Di Jalan Patua Surabaya.Skripsi: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlanggga.Surabaya.
[37] Umiyati.2009. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Penjahit.repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/.../1/92637-UMIYATI-FKIK.pdf (25 Agustus 2017)