Environmentality: Technologies of Government and the Making of Subjects, Arun Agrawal, Duke University Press Books, 2005

Agrawal membawa studi lingkungan dan pembangunan, ekonomi institusional baru, dan teori kekuasaan dan subjektivitas Foucauldian yang berhubungan dengan penelitian historis dan etnografisnya. Dia mengunjungi hampir 40 desa di Kumaon, di mana ia meneliti hutan desa, mewawancarai ratusan orang Kumaon, dan memeriksa catatan lapangan. Mengacu pada penelitian lapangan dan dokumennya, dia menunjukkan bagaimana strategi desentralisasi mengubah hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, masyarakat pengambil keputusan dan penduduk biasa, dan individu dengan lingkungan. Dalam membahas perubahan ini dan signifikansinya, Agrawal menetapkan bahwa teori politik lingkungan diperkaya dengan perhatian terhadap keterkaitan antara kekuasaan, pengetahuan, institusi, dan subjektivitas.

Di Kumaon di India bagian utara, masyarakat desa melakukan pembakaran hutan di awal tahun 1920-an, memprotes peraturan kolonial Inggris untuk melindungi lingkungan. Namun pada tahun 1990-an, mereka mulai melakukan konservasi hutan. Dalam studi inovatif historis dan politis nya, Arun Agrawal menganalisis transformasi yang mencolok ini. Dia menggambarkan dan menjelaskan munculnya identitas lingkungan dan perubahan dalam hubungan negara-daerah dan menunjukkan bagaimana keduanya berhubungan. Dengan demikian, dia menunjukkan bahwa keilmuan dalam properti umum, ekologi politik, dan environmentalisme feminis dapat digabungkan – dalam sebuah pendekatan yang disebutnya environmentality – untuk memahami perubahan dalam usaha konservasi secara lebih baik. Pemahaman seperti ini jauh relevan melampaui Kumaon: masyarakat lokal di lebih dari limapuluh negara terlibat dalam usaha untuk melindungi sumber daya lingkungan mereka.