Decentralization and Adat Revivalism in Indonesia: The Politics of Becoming Indigenous (Rethinking Southeast Asia), Adam D. Tyson, Routledge, 2010

Buku ini mengkaji proses dinamis transisi politik dan kebangkitan adat di Indonesia yang baru saja terdesentralisasi. Transisi politik pada Mei 1998 menjadi tahapan untuk melewati kerangka hukum desentralisasi Indonesia. Hukum-hukum ini meliputi usaha politis dan teknokrat untuk menyerahkan kekuasaan dari pusat (Jakarta) ke daerah. Bertentangan dengan harapan, peningkatan partisipasi publik sering mengunakan bentuk kebangkitan adat – proses yang disengaja diperebutkan yang berhubungan untuk mengintensifkan upaya politik di seluruh kepulauan Indonesia. Penulis menjelaskan bahwa adat sejajar dengan dengan perjuangan untuk perbaikan dan pengakuan hak asasi, termasuk hak untuk mengatur pemerintahan dan wilayah sendiri. Hal ini tidak dapat dipahami secara terisolasi dan juga tidak bisa dipisahkan dari dunia yang lebih luas.

Berdasarkan kenyataan di lapangan dan menggunakan studi kasus dari Sulawesi untuk menggambarkan argumen penting, buku ini menyediakan gambaran mengenai konsep analitis utama dan ulasan singkat tahapan sejarah Indonesia yang relevan. Buku ini mempertimbangkan perjuangan atas hak asasi dan pengakuan yang berfokus pada proses pengaturan dan pengawasan lembaga. Akhirnya, Tyson mengkaji perebutan atas tanah dan konflik sumber daya. Konflik lokal dan regional sering bersatu dengan bentuk representasi etnik yang secara konstan dinegosiasi ulang bersama dengan alokasi dan hak sumber daya dan usaha untuk melestarikan dan menemukan kembali identitas budaya.

Buku ini akan menjadi bacaan yang bermanfaat bagi mahasiswa dan peneliti Studi Politik, Studi Perkembangan, Antropologi dan Studi dan Politik Asia Tenggara.