A Force for Change: How Leadership Differs from Management, John P. Kotter, Free Press, 1990

Kritikus yang kehilangan harapan akan hadirnya pemimpin yang karismatik dan imajinatif untuk menggantikan pemimpin korporasi Amerika yang manipulatif tidak berkata banyak mengenai apa itu kepemimpinan atau manajemen. Saat ini, John P. Kotter, yang berfokus pada alasan mengapa kita mengalami krisis kepemimpinan, dalam The Leadership Factor menunjukkan apa makna kepemimpinan saat ini, mengapa hal itu jarang berasosiasi dengan sosok karismatik yang mengesankan, tepatnya bagaimana kepemimpinan berbeda dari manajemen, serta mengapa baik kepemimpinan maupun manajemen penting untuk keberhasilan bisnis, khususnya untuk organisasi yang kompleks yang beroperasi di lingkungan yang berubah-ubah.

Sebagaimana dijelaskan secara gamblang oleh Kotter, kepemimpinan bagi sebagian besar orang bukan merupakan figur seperti dewa yang bisa mengubah orang biasa menjadi orang super, tetapi dalam faktanya merupakan sebuah proses yang menciptakan perubahan – proses yang biasanya melibatkan ratusan bahkan ribuan “tindakan kecil kepemimpinan” yang diatur oleh orang yang memiliki kemampuan untuk menyadari hal itu.

Kepemimpinan ini mengubah NCR dari seorang pecundang menjadi pemenang sejati dalam anjungan tunai mandiri, meskipun ada kompetisi sengit dari IBM. Proses yang sama di American Express dan SAS membantu pertumbuhan bisnis secara dramatis meskipun faktanya mereka “dewasa” dan “menyerupai komoditas”. Kotter juga menunjukkan bagaimana kepemimpinan mengubah operasional P&G and Kodak; menghasilkan keberhasilan besar dalam bisnis di PepsiCo, ARCO, dan ConAgra; dan membuat hal yang tidak mungkin bisa terjadi di Digital.

John Kotter menyimpulkan bahwa ribuan perusahaan saat ini telalu diatur dan dipimpin, bukan karena manajernya kurang berkarisma, tetapi karena terlalu sedikit eksekutif yang mempunyai pemahaman yang jelas mengenai apa itu kepemimpinan dan apa yang bisa dicapainya. Tanpa visi seperti itu, orang yang paling hebat sekalipun pasti memiliki kesulitan untuk memimpin secara efektif dan untuk menciptakan budaya yang bisa membantu orang lain untuk memimpin.