SEMINAR NASIONAL PEMERINGKATAN WEB INSTITUSI

Tanggal postingan: 2012 Mar 30 04:30:32

Inisiatif untuk mempromosikan dan membuka akses pengetahuan guna meningkatkan kehadiran dan kinerja akademik, lembaga-lembaga penelitian, dan pelayanan publik di situs web telah dirintis oleh berbagai lembaga perangkingan internasional seperti webometric, ARWU, dan 4ICU. Faktanya upaya perangkingan tersebut telah melahirkan perubahan impak, paradigma serta rekayasa ulang proses bisnis (business process re-engineering) di berbagai institusi pendidikan, penelitian, perpustakaan dan layanan publik di berbagai negara. Misi utama yang dipromosikan dan didorong oleh lembaga-lembaga perangkingan berbasis web adalah peningkatan kiprah Open Archive Initiative (OAI). Selain itu pemeringkatan web institusi itu penting untuk menggali informasi tentang filosofi, strategi, dan metodologi untuk pengukuran kinerja web dan keunggulan institusi serta memacu institusi untuk memanfaatkan web sebagai media publikasi dan diseminasi informasi untuk mendukung kinerja dan daya saing institusi dalam konteks Open Archive Initiative (OAI). Oleh karena itu, Institut Pemerintahan Dalam Negeri melalui UPTIK dan Unit Perpustakaan telah mengikuti Seminar Pemeringkatan Web Institusi yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) pada hari Senin tanggal 27 Februari 2012 bertempat di IPB International Convention Center (IICC), Convention Hall Lt. 2 Botani Square, Jl. Raya Pajajaran Bogor.

Narasumber dan materi yang disampaikan dalam Seminar Pemeringkatan Web Institusi ini, antara lain :

1. Drs. Mansur Sutedjo, SIP, Kepala Perpustakaan Institut Teknologi Surabaya (ITS) menyampaikan materi Strategi Sukses Repository Perpustakaan ITS. Beliau mengemukakan bahwa Perpustakaan digital merupakan konsep baru dalam bidang perpustakaan, lahir akibat perkembangan teknologi informasi. Data disimpan dalam bentuk digital, dilengkapi dengan sistem temu kembali serta diperlukan jaringan komputer atau internet untuk operasionalnya. Perpustakaan digital merupakan sarana yang tepat untuk mempublikasikan karya ilmiah yang sifatnya lokal, yang semula hanya bisa dinikmati kalangan terbatas pada akhirnya dapat dinikmati masyarakat luas. Konsep perpustakaan digital atau dikenal dengan Repository pada perkembangannya telah melahirkan berbagai repository termasuk Repository Perpustakaan ITS atau ITS Digital Repository atau ITS Repository. Keberhasilan dari Repository Perpustakaan ITS menempati ranking pertama di

Indonesia tidak terlepas dari kerja keras seluruh staf Perpustakaan, dukungan Pimpinan ITS, dana cukup tersedia dan strategi pengembangan yang dicanangkan. Strategi pengembangan yang ditempuh adalah mengembangkan Repository yang sudah dibangun 2006-2007 (sebagai modal awal) kemudian mengusulkan draft SK Rektor Tentang Wajib Simpan Karya Ilmiah ke Perpustakaan; memperbesar kapasitas simpan (server), adapun spesifikasi Server Repository Perpustakaan ITS yang telah diremajakan adalah HP Intel Xeon 2 GHz, Memory 2 GB, Kapasitas penyimpanan 2 x 500 GB, OS Linux Debian 5, Script PHP 5, Database My SQL; mengembangkan viewer dan watermark serta mengembangkan fasilitas unggah mandiri. Selanjutnya mengajukan proposal kegiatan setiap tahun dengan target kegiatan dan besarnya dana yang diperlukan kepada Rektor ITS. Rektor menerbitkan Surat Keputusan Pembentukan Tim Pelaksana Digitalisasi Koleksi Konten Lokal UPT Perpustakaan ITS, sehingga dengan SK tersebut Tim bisa melaksanakan kegiatan unggah karya ilmiah dengan target yang telah ditentukan.

2. Dr (h.c) Isidro F. Aguillo menyampaikan materi yang berjudul Motivation, Philosophy, Strategy, and Metdhology for Webometrics Ranking Cybermetrics Labs, CSIS, Spanyol. Beliau menyampaikan bahwa secara umum webometrik adalah suatu pemeringkatan univeristas-universitas internasional berdasarkan pada informasi yang diperoleh dari website universitas – universitas tersebut. Adapun hakekat dari webometrik ini yakni secara cakupan global semua universitas dengan kehadiran web independen, termasuk semua universitas dari negara-negara berkembang dan univeristas yang tidak mengadakan penelitian intensif, cakupan keseluruhan mengukur kinerja seluruh misi universitas , bukan hanya dari kegiatan yang terkait dengan penelitian ilmiah , namun juga kegiatan – kegiatan yang dilakukan dengan cara yang sederhana dan terpadu, ajang pemeringkatan , stabilitas praktek-praktek a-priori ( dipandu secara ilmiah) yang memberatkan sanksi bagi model web yang buruk ( nama domain ) tidak menjadi suatu prioritas. Pemeringkatan tersebut dilakukan pada kurang lebih 20.000 universitas – universitas yang ada di seluruh dunia. Membuat suatu perangkingan yang selektif juga harus dipertimbangkan berdasarkan wilayah dan negara.Perangkingan webometrik ini telah dibangun sejak tahun 2004 yang diperbaharui dua kali per tahun yaitu tiap bulan Januari dan Juli. Ada empat parameter yang dinilai oleh WEBOMETRIC dalam melakukan perangkingan:

  1. SIZE (10%) Merupakan jumlah halaman yang dapat diakses oleh 2 mesin pencari (Majestic, SEO) pada situs web PT
  2. VISIBILITY (50%) Merupakan jumlah link yang didapatkan oleh 2 mesin pencari (Majestic dan SEO) yang mengarah ke situs web PT
  3. RICH-FILES (10%) merupakan jumlah file-file ilmiah dalam format microsoft word (doc.), microsoft power-point (ppt.), adobe postscript (ps.) dan adobe acrobat (.pdf) yang dapat ditemukan oleh mesin pencari (Google)
  4. SCHOLAR (30%) merupakan jumlah tulisan-tulisan ilmiah, jurnal, academic report, sitasi yang dapat diakses oleh Google Scholar dan Scimago.

Solusi bagi IPDN tentunya mengacu kebijakan dari pimpinan yang mendukung pelaksanaan program TIK dan E-Library di IPDN agar mencapai peringkat web yang baik karena webometrik menunjukkan eksistensi lembaga. Berkenaan dengan hal ini diperlukan kebijakan lembaga yang mengacu pada peningkatan sumber daya (infrastruktur dan manusia) terkait dengan sistem dan jaringan informasi. Mengintegrasikan sistem informasi publik dengan sistem (administrasi) internal. Merealisasikan desentralisasi distribusi informasi, tetapi dengan kontrol terpusat, sehingga memungkinkan partisipasi aktif seluruh sivitas di berbagai level untuk berkontribusi sebagai sumber informasi publik dalam berbagai bentuk (publikasi, kegiatan, produk, video, perpustakaan, blog, dll).

Sumber: Admin UPTIK