Pelatihan Pengolahan Bahan Pustaka Bagi Tenaga Teknis Perpustakaan IPDN Kampus Pusat dan Daerah

Tanggal postingan: 2013 Feb 11 13:37:48

Pada hari Rabu s.d Jum’at tanggal 6 s.d 8 Februari 2013, Perpustakaan IPDN melaksanakan kegiatan pelatihan yang bertajuk “Pengolahan Bahan Pustaka Bagi Tenaga Teknis Perpustakaan IPDN Kampus Pusat dan Kampus Daerah” sebagai tindak lanjut pengembangan e-library IPDN perlu menyamakan persepsi tentang pengolahan bahan pustaka antara pengelola perpustakaan kampus pusat dan daerah, agar compatible dengan sistem yang telah dibangun. Acara ini diikuti oleh seluruh staf dan Pimpinan Perpustakaan IPDN kampus Jatinangor serta Staf dan Pimpinan Perpustakaan IPDN Kampus Daerah (Cilandak, Bukitinggi, NTB, Manado, Pekanbaru, Makasar, Papua, Kalbar). Yang berbeda dari acara ini adalah kegiatan yang biasanya di selenggarakan di dalam kampus IPDN kali ini panitia menyelenggarakan kegiatan di luar kampus, bertempat di Takasimaya Hotel Lembang harapan panitia seluruh peserta pelatihan bisa mendapatkan suasana baru dan tempat yang lebih kondusif karena baik penyelenggaraan maupun peserta tidak terganggu oleh kegiatan rutinitas serta perbaikan gedung perpustakaan Jatinangor yang masih dalam masa finishing. Pada acara pelatihan ini panitia mengundang narasumber dari Perpustakaan Pusat ITB, Perpustakaan Planologi ITB, Perpustakaan Poltekes Bandung, Bapusipda dan Perpustakaan Nasional. Narasumber mengupas tuntas materi dari inventarisasi sampai input data.Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya setelah itu dilanjutkan dengan laporan yang disampaikan oleh Kepala Biro Administrasi Akademik, Perencanaan dan Kerjasama Drs. Arief M. Edie, M.Si. Pembukaan secara resmi oleh Pembantu Rektor I Prof. Dr. H. Wirman Syafri, M.Si yang sekaligus memberikan sambutan, beliau menyampaikan bahwa bagi sebagian orang yang tidak memahami fungsi perpustakaan, mungkin mereka akan menganggap bahwa perpustakaan itu menjemukan. Padahal, perpustakaan memiliki peran penting dalam lingkungan akademik. Perpustakaan IPDN sendiri memiliki peranan strategis bagi para pemustaka yang membutuhkan literatur-literatur. Selain itu, ketika ada akreditasi universitas maka perpustakaan akan menjadi salah satu poin penilaian. Oleh karena itu, perpustakaan harus melakukan pelayanan yang seoptimal mungkin termasuk dalam segi pengolahan bahan pustakanya. Untuk ke depannya staf perpustakaan atau pegawai lain yang berminat untuk menjadi fungsional pustakawan segera mengusulkan untuk menjadi pustakawan karena adanya penghapusan eselonering sesuai dengan UU ASN. Harapannya setelah kegiatan ini, para peserta dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat dari kegiatan ini sehingga perpustakaan IPDN baik kampus pusat maupun kampus daerah lebih maju. Pemaparan materi yang disampaikan oleh Dra. Rd. Lenny Fatimah N, M.Pd dari Institut Teknologi Bandung dengan judul Inventarisasi Bahan Pustaka menjelaskan pada proses dalam pengolahan bahan pustaka dibagi kedalam empat bagian yaitu: inventarisasi (pemeriksaan bahan pustaka, pengelompokkan berdasarkan bidang/judul, pengecapan minimal 3, pencatatan ke buku induk); klasifikasi berdasarkan DDC; katalogisasi; dan shelving (berdasarkan jenis dan sandi pustaka). Inventarisasi merupakan kegiatan pencatatan bahan pustaka yang telah diputuskan menjadi milik perpustakaan. Pencatatan ini penting agar pengelola perpustakaan maupun orang yang berkepentingan dengan perpustakaan mengetahui jumlah koleksi yang dimiliki, rekam jejak dari pengadaan koleksi tersebut, dan agar tertib administrasi. Klasifikasi adalah penggolongan atau pengelompokkan buku berdasarkan subyek atau isi bahan pustaka yang bersangkutan. Dengan dasar ini maka bahan pustaka yang subyeknya sama akan berdekatan atau berada pada rak yang sama apapun bentuk bahan pustaka tersebut. Selanjutnya katalogisasi adalah proses pembuatan daftar pustaka (buku, majalah, CD, film mikro dan sebagainya) milik suatu perpustakaan. Daftar ini berfungsi untuk mencatat koleksi yang dimiliki, membantu proses temu kembali, dan mengembangkan standar-standar bibliografi internasional, dan yang terakhir shelving adalah kegiatan penjajaran koleksi ke dalam rak/tempat koleksi berdasarkan sistem tertentu. Kegiatan ini merupakan langkah terakhir dari proses pengolahan bahan pustaka. Tujuannya agar koleksi dapat ditemukan dengan mudah dan dapat dikenali oleh pengguna/pemustaka atau pustakawan.

Dihari terakhir setelah melakukan jadwal kegiatan pelatihan yang cukup padat, serta telah menguras konsentrasi dan energi para peserta kegiatan, untuk memulihkan kembali semangat peserta dan dalam rangka membangun kekompakan soliditas, solidaritas serta penyeimbangan respon otak kiri dan otak kanan peserta melanjutkan kegiatan refresing ke Pangalengan tepatnya di situ Cileunca untuk melakukan kegiatan team building dan arung jeram. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan media refreshing kepada seluruh peserta pelatihan, karena kecendrungan akan adanya profesionalisme kerja yang semakin menurun merupakan hal yang selama ini tidak bisa dipungkiri sehingga menyebabkan kejenuhan serta aktivitas dan produktivitas yang kurang dalam kinerja suatu perpustakaan. program ini adalah salah satu konsep kegiatan yang dipilih sebagai alternative untuk memberikan Energizer / Recharge ( Kekuatan baru) dalam mengembangkan serta memotivasi karyawannya sehingga mendapatkan hasil maximal dalam pencapaian goal achievement atau target apa yang diharapkan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan supplement baru kepada para peserta serta membangun kerjasama dan kebersamaan antar staf perpustakaan demi kemajuan Perpustakaan IPDN baik Pusat maupun Daerah.