Kegiatan Seleksi Karya Ilmiah dalam Rangka Digitalisasi dan Katalogisasi Laporan Akhir/Skripsi Praja IPDN

Tanggal postingan: 2011 Mar 9 08:10:06

(Jatinangor, 24 Maret 2011) Perpustakaan IPDN Jatinangor mengadakan kegiatan “Seleksi Karya Ilmiah Dalam Rangka Digitalisasi dan Katalogisasi Laporan Akhir/Skripsi Praja IPDN” bertempat di lantai dua perpustakaan IPDN Jatinangor pada tanggal 24 Maret 2011. Tujuan diselenggarakannya acara ini yaitu untuk memberi wawasan dan pemahaman kepada pustakawan dan staf perpustakaan dalam menyeleksi, mengolah dan melayani bahan pustaka digital serta memaksimalkan fungsi digitalisasi dan katalogisasi laporan akhir serta skripsi praja IPDN. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari sivitas akademika IPDN serta para tamu dari luar lembaga.

Acara ini dibagi ke dalam beberapa sesi: yang pertama pembukaan oleh Pembantu Rektor I Bidang Akademik Bapak Prof. Dr. H. Wirman Syafri, M.Si, beliau memberikan beberapa pointer tertulis yaitu pedoman seleksi karya ilmiah untuk publikasi di antaranya kesesuaian sistematika antara judul, permasalahan, teori, metode dan analisis, jadi semua isi bab yang sesuai dengan ketentuan tersebut sudah layak publikasi, jika tidak sesuai pustakawan dapat memilih dari bab-bab tertentu saja yaitu judul, abstrak, daftar isi, kesimpulan dan daftar pustaka. Setelah pembukaan dari Pembantu Rektor I Bidang Akademik acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Unit Perpustakaan Dra. Gatiningsih, MT serta Kepala Unit Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dr. Etin Indrayani, MT sebagai pengusung ide pengadaan digitalisasi laporan akhit/skripsi praja IPDN.

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi serta pemahaman oleh Wakil Rektor IPDN Bapak Prof. Dr. Sadu Wasistiono, MS. Beliau berpendapat bawha Untuk memilih skripsi/laporan akhir tidak harus semua karena hanya bersifat pemborosan, Maka bisa Dipilih berdasarkan nilai IPK tertinggi, kualitas topik, selanjutnya konsistensi alur pikir (dilihat dari kesesuaian masalah teori, analisis, kesimpulan dan saran yang dibahas) dan yang terakhir bahasa penulisan. Selain itu, Prof. Sadu juga memberi pemaparan tentang tiga kompetensi dasar yang akan dikembangkan di IPDN yaitu: Keaktualan kompetensi teoritis, Kompetensi legalistik (dasar peraturan perundang-undangan yang aktual) serta Kompetensi empiris (cerita dunia nyata/pengalaman di lapangan). Pada akhir pemberian materi serta masukan Prof. Sadu member saran agar skripsi/laporan akhir dipublikasikan saja untuk umum, hal itu bertujuan untuk menampung masukan dari khalayak/akademisi dan yang terakhir beliau mengharapkan adanya studi kasus penyelenggaraan pemerintahan di daerah untuk melihat keadaan sesungguhnya di lapangan yang dapat menunjang kelayakan isi skripsi/laporan akhir.

Selain Bapak Wakil Rektor IPDN, di acara ini Perpustakaan IPDN juga mengundang pembicara dari Universitas Negeri Yogyakarta yaitu Cepi Syafruddin A. Jabar S.Pd, M.Pd. beliau memberikan pemahaman kepada peserta mengenai digitalisasi, beliau berpendapat bahwa proses digitalisasi dapat mengatasi keterbatasan waktu, keterbatasan tempat, keamanan serta publikasi yang dapat dapat diakses oleh banyak orang dan dari manapun. Beliau juga memaparkan tentang hak cipta dalam Undang-undang Hak Cipta tahun 2002, Pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, jadi Bapak Cepi Syafruddin berpendapat bahwa peran perpustakaan dalam mempublikasikan hasil karya orang lain harus memikirkan selain untuk memberikan pendidikan bagi masyarakat luas dengan informasi, menjadi penghubung antara lembaga dengan dunia luar di bidang ilmu-ilmu, menjadi media penyampaian informasi yang beberapa di antaranya dikategorikan sebagai kekayaan intelektual, Menciptakan iklim akademik yang terbuka dan lugas, dapat menyampaikan perbedaan-perbedaan pendapatnya, dan terjadi saling percaya dan saling menghormati, perpustakaan juga harus memikirkan hak ekonomi dan hak moral pengarang, salah satu cara yang dapat ditempuh yaitu dengan mengirimkan surat kepada pengarang, penerbit atau pemegang hak cipta suatu karya agar memberikan izin kepada perpustakaan mendigitalkan hasil karyanya.

Last update : Admin (13-12-2010)