Menyalakan Genset, Menyalakan Semangat: Siswa dan Guru SMP YPK Tanah Merah Ikuti Pemuda Sains Indonesia Tingkat Nasional Tahun Ajaran 2025/2026
Penulis : Qhorilin Putri - Fasilitator Indonesia Mengajar
Menyalakan Genset, Menyalakan Semangat: Siswa dan Guru SMP YPK Tanah Merah Ikuti Pemuda Sains Indonesia Tingkat Nasional Tahun Ajaran 2025/2026
Penulis : Qhorilin Putri - Fasilitator Indonesia Mengajar
Piagam Penghargaan PSI
Pemenang Peraih Medali Emas
Renny Meyvi Labobar
Piagam Penghargaan PSI
Pemenang Peraih Medali Emas
Hana Tetletlora
Piagam Penghargaan PSI
Pemenang Peraih Medali Emas
Ronaldo Hudzon Manyakori
Piagam Penghargaan PSI
Pemenang Peraih Medali Emas
Moshe Theodor Mokalu
Kegiatan Lomba Pemuda Sains Indonesia Tingkat Nasional
Semangat belajar dan berkompetisi kembali ditunjukkan oleh keluarga besar SMP YPK Tanah Merah. Pada Minggu, 8 Maret 2026, sejumlah siswa bersama guru mengikuti ajang Pemuda Sains Indonesia tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Festival bekerja sama dengan BEM FKIP Universitas Muhammadiyah Jember. Kompetisi ini dilaksanakan secara daring menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) yang mekanismenya mirip dengan pelaksanaan ANBK.
Keikutsertaan ini menjadi ruang belajar sekaligus eksplorasi bagi siswa. Terutama bagi siswa kelas IX yang secara jadwal tidak dapat mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) karena berbenturan dengan agenda ujian serta masa akhir keaktifan mereka di sekolah. Di sisi lain, siswa kelas VIII yang sebelumnya telah mengikuti seleksi OSN tingkat sekolah namun belum menjadi perwakilan juga kembali mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui kompetisi sains tingkat nasional ini.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan sejumlah tantangan teknis di lapangan. Kompetisi yang menggunakan waktu Indonesia Barat (WIB) mengharuskan peserta di wilayah timur Indonesia melakukan penyesuaian waktu pelaksanaan. Karena itu, siswa dan guru SMP YPK Tanah Merah mengikuti ujian pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIT.
Tantangan muncul ketika kondisi listrik di wilayah sekolah mengalami pemadaman yang berdampak pada kestabilan jaringan internet. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta. Sekolah mengambil langkah cepat dengan menyalakan genset agar perangkat komputer tetap dapat digunakan dan kegiatan berjalan sebagaimana mestinya. Koordinasi antara guru pendamping, operator sekolah, serta para peserta berlangsung dengan baik sehingga seluruh rangkaian ujian dapat diikuti dengan lancar.
“Listrik memang belum stabil di sini, tetapi kesempatan anak-anak untuk mencoba kompetisi tingkat nasional tidak boleh terlewat begitu saja. Karena itu kami menyiapkan komputer di laboratorium dan menyalakan genset agar mereka tetap bisa mengikuti ujian,” ujar salah satu guru pendamping.
Dalam ajang ini, SMP YPK Tanah Merah mengikutsertakan enam siswa, terdiri dari lima peserta Olimpiade IPA dan satu peserta Olimpiade Bahasa Indonesia. Selain itu, tiga guru juga turut berpartisipasi pada kategori guru, masing-masing pada Olimpiade Matematika, Biologi, dan Fisika Dasar. Antusiasme para peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan, menunjukkan bahwa semangat belajar tetap tumbuh meski di tengah berbagai keterbatasan.
Hasil kompetisi Pemuda Sains Indonesia tingkat nasional 2026 diumumkan pada Selasa, 10 Maret 2026. Dari partisipasi tersebut, beberapa peserta dari SMP YPK Tanah Merah berhasil mencatatkan hasil yang membanggakan. Pada kategori Olimpiade IPA siswa, Moshe Theodor Mokalu menempati peringkat 31 dari 449 peserta nasional, disusul Avrizal Serang pada peringkat 38 serta Alhamid Satria Masipa pada peringkat 46, serta Icrafil Kamisopa pada peringkat 73. Sementara itu, pada Olimpiade Bahasa Indonesia, Axel M. Maboro berhasil meraih peringkat 76 dari total 606 peserta.
Pada kategori guru, capaian yang tidak kalah membanggakan juga diraih oleh para pendidik SMP YPK Tanah Merah. Renny Meyvi Labobar, S.Pd,.Gr. meraih peringkat 13 nasional pada Olimpiade Matematika dari 237 peserta, Ronaldo Hudson Manyakori, S.Pd,.Gr. menempati peringkat 25 nasional pada Olimpiade Biologi dari 244 peserta, serta Hana Tetletlora, S.Pd,.Gr. meraih peringkat 17 nasional pada Olimpiade Fisika Dasar dari 181 peserta.
Hasil ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan berkompetisi tetap dapat tumbuh meski di tengah berbagai keterbatasan teknis selama pelaksanaan kegiatan. Bagi SMP YPK Tanah Merah, pengalaman ini bukan semata tentang peringkat, tetapi juga tentang keberanian untuk mencoba, belajar, dan terus mengembangkan potensi akademik baik bagi siswa maupun guru.
Tanah Merah, 10 Maret 2026
Piagam Penghargaan PSI
Pemenang Peraih Medali Emas
Avrizal Serang
Piagam Penghargaan PSI
Pemenang Peraih Medali Emas
Alhamid Satria Masipa
Piagam Penghargaan PSI
Pemenang Peraih Medali Emas
Icrafil Kamisopa
Piagam Penghargaan PSI
Pemenang Peraih Medali Emas
Axel M. Maboro