Swedia memutuskan untuk kembali menggunakan buku cetak di sekolah setelah lebih dari 10 tahun bergantung pada pembelajaran digital. Keputusan ini diambil karena penurunan keterampilan membaca dan menulis siswa, serta untuk mengurangi dampak negatif dari waktu layar yang berlebihan. Pemerintah Swedia mengalokasikan dana besar untuk menyediakan buku cetak dan meningkatkan akses perpustakaan, serta mendorong sekolah untuk bebas ponsel.
Berikut beberapa alasan dan detail terkait kebijakan ini:
Penurunan keterampilan dasar:
Pembelajaran digital diyakini tidak efektif dalam mengembangkan keterampilan dasar seperti membaca dan menulis.
Gangguan fokus:
Siswa kesulitan berkonsentrasi dan mengingat informasi saat menggunakan layar digital.
Dampak negatif waktu layar:
Waktu layar yang berlebihan dianggap berdampak negatif pada kesehatan mental dan kemampuan fokus siswa.
Buku cetak lebih efektif:
Buku cetak terbukti membantu siswa memahami materi lebih mendalam, meningkatkan kemampuan membaca, dan mengurangi distraksi.
Peningkatan akses:
Pemerintah Swedia berupaya meningkatkan akses ke perpustakaan dan menyediakan lebih banyak buku di sekolah.
Sekolah bebas ponsel:
Penerapan aturan sekolah bebas ponsel untuk membatasi waktu layar dan mendukung pembelajaran yang lebih fokus.
Dukungan untuk guru:
Guru-guru didorong untuk menggunakan kembali metode pembelajaran tradisional seperti menulis tangan.
Dana yang besar:
Pemerintah Swedia mengalokasikan 104 juta euro (sekitar Rp 1,7 triliun) untuk pengadaan buku cetak dan mendukung kebijakan ini.
Penulis : Fajna 8b
Sumber : AI