Pada suatu hari, ada seorang anak bernama Fani. Saat jam pulang sekolah, Fani tidak dijemput oleh orang tuanya, sehingga ia pulang dengan berjalan kaki.
Di pertengahan jalan, Fani melihat sebuah cahaya di balik semak-semak. Ia pun penasaran dan berkata,
“Kira-kira ada apa, ya, di balik semak-semak itu?”
Fani lalu mencari sumber cahaya tersebut. Ternyata, ia menemukan sebuah pensil yang bercahaya. Pensil itu kemudian dibawanya pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Fani langsung mencoba pensil tersebut. Ia menggambar sebuah uang koin di buku tulisnya. Boom! Fani terkejut karena tiba-tiba uang koin itu muncul di atas bukunya.
Tak lama kemudian, ibu Fani memanggil,
“Fani, ayo makan siang!”
“Iya, Bu,” jawab Fani.
Fani pun pergi menemui ibunya dan tanpa sadar meninggalkan pensil ajaib itu di atas meja belajarnya. Karena pintu kamarnya terbuka, adik Fani melihat cahaya dari meja tersebut. Ia merasa penasaran dan mendekatinya.
“Wah, pensil apa ini? Kok bercahaya sekali?” kata adik Fani.
Adik Fani lalu mencoba menggambar seorang raksasa di buku. Boom! Seketika raksasa itu muncul di hadapannya. Adik Fani sangat ketakutan dan segera memanggil Fani serta ibunya.
Raksasa itu kemudian mengamuk dan menghancurkan isi rumah Fani. Melihat kejadian tersebut, Fani tiba-tiba mendapatkan ide.
“Aha! Aku punya ide!” seru Fani.
“Apa itu, Fani?” tanya ibunya.
“Bu, tolong ambilkan seember air!”
Ibunya segera mengambil seember air. Setelah itu, Fani menyiramkan air tersebut ke tubuh raksasa. Seketika, raksasa itu pun musnah.
Agar kejadian serupa tidak terulang, Fani segera mematahkan pensil ajaib tersebut dan membuangnya ke sungai.
Pada suatu hari, hiduplah dua orang anak bernama Sima dan Simo. Sima berkata,
“Ayo, kita pergi bermain bersama.”
Mereka pun bermain bersama hingga tanpa sadar masuk ke sebuah hutan.
Di dalam hutan, mereka menemukan sebuah pintu tua dan kumuh di balik sebuah batu besar.
“Ayo, kita masuk ke dalam pintu itu,” ujar Simo.
Setelah mereka memasuki pintu tersebut, mereka menemukan sebuah jalan yang berkilauan. Karena merasa penasaran, mereka mengikuti jalan itu. Semakin lama, jalan tersebut menuntun mereka ke sebuah hutan yang berbeda. Anehnya, hutan itu berkilauan seperti dipenuhi berlian.
Namun, tiba-tiba terdengar suara keras,
“Pergi dari sini!”
Ternyata, suara itu berasal dari seorang raksasa yang sangat besar. Sima dan Simo tidak sempat melarikan diri. Mereka pun ditangkap oleh raksasa tersebut dan dimasukkan ke dalam penjara.
“Bagaimana ini?” ujar Sima dengan cemas.
“Aku pun tidak tahu,” sahut Simo.
Saat mereka sedang kebingungan, ternyata ada anak raksasa yang mengenali mereka. Anak raksasa itu pernah tersesat di Bumi dan pernah diselamatkan oleh Sima dan Simo.
Sebagai balas budi, anak raksasa tersebut berbicara kepada ayahnya,
“Ayah, tolong lepaskan mereka.”
Mendengar hal itu, ayah raksasa pun membebaskan Sima dan Simo.
“Maafkan saya telah menangkap kalian,” ujar ayah raksasa.
Sebagai tanda terima kasih, Sima dan Simo diberi sebuah berlian yang sangat besar, lalu mereka pun kembali pulang ke Bumi dengan selamat.