Bapak/Ibu, kali ini kita masuk pada sesi pembelajaran 2, yaitu Eksplorasi Konsep.
Pada sesi pembelajaran kali ini, Bapak/Ibu akan banyak melakukan eksplorasi mandiri dengan menelaah paradigma baru asesmen dalam kurikulum Sekolah Penggerak ini.
Anda secara mandiri akan berproses dengan paparan materi yang berisikan keterangan asesmen paradigma baru dan asesmen diagnostik. Di tiap bagiannya nanti akan terdapat serangkaian penugasan mandiri yang perlu Anda kerjakan, namun mampu membantu Anda untuk mendalami materi tersebut.
Selamat berproses!
Proses belajar dan pembelajaran merupakan fokus penting dalam pendidikan. Pembelajaran merupakan setiap upaya yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik yang dapat menyebabkan peserta didik melakukan kegiatan belajar.
Proses pembelajaran yang baik memperhatikan prinsip pembelajaran. Berikut ini 5 prinsip pembelajaran.
Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakter dan perkembangan mereka.
Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas belajar peserta didik dan kapasitas mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, mendorong pengembangan kapasitas belajar
Kegiatan belajar mendukung perkembangan kognitif dan karakter peserta didik secara berkelanjutan dan holistik.
Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks kehidupan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.
Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.
Asesmen bukan sekadar untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik. Selama ini, seringkali asesmen cenderung dilakukan hanya untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Sehingga, asesmen diposisikan seolah-olah sebagai kegiatan yang terpisah dari proses pembelajaran.
Asesmen pembelajaran merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran, sehingga kegiatan asesmen dilakukan pengajar sepanjang rentang waktu berlangsungnya proses pembelajaran
Mengapa proses asesmen penting?
Untuk mengetahui tingkat pencapaian pembelajaran selama dan setelah proses pembelajaran berlangsung
Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian pembelajaran
Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial.
Umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan.
Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua.
Asesmen perlu dirancang dan dilakukan sesuai dengan tujuan.
Asesmen dirancang secara adil, valid dan dapat dipercaya, memberikan informasi yang kaya bagi guru, peserta didik dan orang tua mengenai kemajuan dan pencapaian pembelajaran, serta keputusan tentang langkah selanjutnya.
Asesmen sebaiknya meliputi berbagai bentuk tugas, instrumen, dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditargetkan.
Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat untuk peserta didik dan orang tua, dan data yang berguna untuk penjaminan dan peningkatan mutu pembelajaran.
Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakter dan perkembangan mereka.
Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas belajar peserta didik dan kapasitas mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat
Kegiatan belajar mendukung perkembangan kognitif dan karakter peserta didik secara berkelanjutan dan holistik
Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks kehidupan, menghargai budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra
Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan
Untuk lebih memahami asesmen paradigma baru yang akan diterapkan pada kurikulum Sekolah Penggerak ini, silakan mempelajari materi berikut dan menjawab pertanyaan yang menyertainya.
Setelah mempelajari materi di dalam bacaan tersebut, silakan menjawab pertanyaan berikut ini.
Pada kurikulum ini, menentukan satu bentuk instrumen asesmen yang paling efektif adalah penting sehingga dapat digunakan berulang kali pada setiap tujuan pembelajaran. Benar atau Salah? Alasannya?
Pola pikir apa yang perlu ditanamkan untuk membangun kapasitas peserta didik untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat?
Bagaimana asesmen dapat dirancang sehingga relevan dengan konteks kehidupan dan budaya peserta didik?
Silahkan tuangkan jawaban Anda pada kolom NOTES yang ada dibagian KOLOM KOMENTAR!
*) Anda juga disilahkan untuk memberikan komentar terhadap jawaban yang dikirimkan oleh peserta lain, dengan meng-klik tombol Reply pada jawabannya
Setelah Anda memahami tentang Prinsip Asesmen, kita akan belajar tentang Asesmen Diagnostik.
Sebelum membaca materi di bawah cobalah tebak kira-kira:
Apa tujuan Asesmen Diagnostik?
Ada berapa macam Asesmen Diagnostik?
Silahkan tuangkan jawaban Anda pada kolom NOTES yang ada dibagian YOUR NOTES AND QUESTIONS!
*) Anda juga disilahkan untuk memberikan komentar terhadap jawaban yang dikirimkan oleh CGP lain, dengan meng-klik tombol Reply pada jawabannya.
Seperti Bapak/ Ibu guru ketahui, kemampuan dan keterampilan siswa di dalam sebuah kelas berbeda-beda. Ada yang lebih cepat paham dalam topik tertentu, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami topik tersebut. Seorang siswa yang cepat paham dalam satu topik, belum tentu cepat paham dalam topik lainnya. Asesmen diagnosis memetakan kemampuan semua siswa di kelas secara cepat, untuk mengetahui siapa saja yang sudah paham, siapa saja yang agak paham, dan siapa saja yang belum paham. Dengan demikian Bapak/ Ibu guru dapat menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan siswa.
Secara umum, sesuai namanya asesmen diagnostik bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar siswa dan mengetahui kondisi awal siswa.
Asesmen diagnostik terbagi menjadi asesmen diagnostik non-kognitif dan asesmen diagnosis kognitif. Tujuan dari masing-masing asesmen diagnostik adalah sebagai berikut:
Asesmen diagnostik non kognitif ditujukan untuk mengukur aspek psikologis dan kondisi emosional peserta didik. Asesmen diagnostik non kognitif lebih mengutamakan pada kesejahteraan psikologi dan sosial emosi peserta didik.
Asesmen diagnostik non-kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal-hal berikut:
Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi sisiwa
Aktivitas siswa selama belajar di rumah
Kondisi keluarga siswa dan pergaulan siswa
Gaya belajar, karakter, serta minat siswa
Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik non-kognitif adalah:
Persiapan
siapkan alat bantu berupa gambar yang mewakili emosi, siapkan pertanyaan panduan
buat daftar pertanyaan kunci mengenai aktivitas siswa
Pelaksanaan
Meminta siswa mengekspresikan perasaannya selama belajar serta menjelaskan aktivitasnya
Tindak Lanjut
Identifikasi siswa dengan ekspresi emosi negatif dan ajak berdiskusi empat mata
Menentukan tindak lanjut dan mengomunikasikan dengan siswa serta orang tua bila diperlukan
Ulangi pelaksanaan asesmen non-kognitif pada awal pembelajaran
*Tips "Ketrampilan bertanya dan membuat pertanyaan penting pada asesmen ini!"
Asesmen diagnostik kognitif bertujuan mendiagnosis kemampuan dasar siswa dalam topik sebuah mata pelajaran.
Asesmen diagnostik kognitif dapat dilaksanakan secara rutin yang disebut asesmen diagnostik kognitif berkala, pada awal pembelajaran, akhir setelah guru selesai menjelaskan dan membahas topik, dan waktu lain.
Asesmen Diagnostik bisa berupa Asesmen Formatif maupun Asesmen Sumatif.
Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik kognitif adalah:
Persiapan
Pelaksanaan
Diagnosis dan Tindak Lanjut
Selanjutnya, silahkan cermati bahan bacaan berikut kemudian jawabalah pertanyaan yang menyertainya.
*) Silahkan gunakan tombol navigasi yang ada di bahan pembelajaran untuk memudahkan Anda dalam mempelajari materi.
Setelah membaca materi di dalam bacaan tersebut, mari kita menjawab pertanyaan di bawah ini sambil mengingat kembali refleksi pengalaman yang telah kita lakukan di awal:
Apa tujuan Asesmen Diagnostik?
Jadi, apa saja informasi tentang peserta didik yang bisa Bapak/Ibu gali dengan asesmen diagnostik?
Silahkan tuangkan jawaban Anda pada kolom NOTES yang ada dibagian KOLOM KOMENTAR!
*) Anda juga disilahkan untuk memberikan komentar terhadap jawaban yang dikirimkan oleh peserta lain, dengan meng-klik tombol Reply pada jawabannya.