Pada sesi Mulai dari Diri, Bapak/Ibu sudah mengingat kembali bagaimana biasanya Bapak/Ibu memastikan ketercapaian Capaian Pembelajaran, memastikan proses belajar berlangsung efektif, serta bagaimana Bapak/Ibu biasanya mendampingi guru dalam menyusun asesmen pembelajaran. Sekarang, marilah kita mengenal konsep dari Asesmen Formatif dan Sumatif, serta bagaimana fungsi dan peran kedua jenis asesmen dalam Paradigma Baru Asesmen, lalu menelaah bersama dimana terdapat perbedaan dengan asesmen yang biasanya Bapak/Ibu buat.
Sebagai pengetahuan awal, mari refleksikan pengetahuan yang Bapak/Ibu pahami,
Apa sajakah kira-kira hal yang penting diperhatikan dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran di kelas?
Apa perbedaan Asesmen Formatif dan Asesmen Sumatif?
Silahkan tuangkan jawaban Anda pada kolom NOTES yang ada dibagian YOUR NOTES AND QUESTIONS!
*) Anda juga disilahkan untuk memberikan komentar terhadap jawaban yang dikirimkan oleh peserta lain, dengan meng-klik tombol Reply pada jawabannya.
Asesmen bukan sekadar untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik. Asesmen dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam proses belajar. Selama ini, seringkali asesmen cenderung dilakukan hanya untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Sehingga, asesmen diposisikan seolah-olah sebagai kegiatan yang terpisah dari proses pembelajaran.
Penilaian seharusnya dilaksanakan melalui tiga pendekatan, yaitu assessment of learning (penilaian akhir pembelajaran), assessment for learning (penilaian untuk pembelajaran), dan assessment as learning (penilaian sebagai pembelajaran) seperti pada gambar berikut ini.
Terdapat beberapa definisi tentang penilaian formatif. Higgins dkk. (2010), misalnya mendefinisikan penilaian formatif sebagai tugas yang dikerjakan oleh peserta didik selama proses pembelajaran agar peserta didik memperoleh umpan balik dari pendidik untuk memperbaiki capaian belajarnya, terlepas apakah pekerjaan peserta didik tersebut dinilai atau tidak.
Penilaian formatif yang biasa disebut assessment for learning adalah proses mengumpulkan data/informasi/bukti-bukti mengenai sejauh mana (seberapa baik) kemajuan peserta didik dalam menguasai kompetensi, menginterpretasikan data/informasi tersebut, dan memutuskan kegiatan pembelajaran yang paling efektif bagi peserta didik agar dapat menguasai materi/kompetensi secara optimal. Penilaian formatif merupakan bagian dari langkah-langkah pembelajaran, dilakukan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung yang merupakan bagian dari praktik keseharian pendidik dan peserta didik di dalam proses belajar mengajar di kelas Penilaian formatif yang dilakukan pendidik tidak hanya penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning) tetapi juga penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning). Penilaian sebagai pembelajaran yaitu proses penilaian yang dilakukan pendidik yang memungkinkan peserta didik melihat capaian dan kemajuan belajarnya untuk menentukan target belajar, misalnya dalam bentuk penilaian diri atau penilaian antarteman
Perhatikan kedua gambar berikut ini
Selama ini assessment of learning paling dominan dilakukan oleh pendidik di-bandingkan assessment for learning dan assessment as learning. Penilaian pencapaian hasil belajar seharusnya lebih mengutamakan assessment as learning dan assessment for learning dibandingkan assessment of learning, sebagaimana ditunjukkan gambar di bawah ini.
Pada kurikulum ini guru diharapkan memberikan proporsi lebih banyak pada pelaksanaan asesmen formatif daripada menitikberatkan orientasi pada asesmen sumatif.
Harapannya, ini akan mendukung proses penanaman kesadaran bahwa proses lebih penting daripada sebatas hasil akhir.
Jumlah asesmen formatif sebaiknya lebih banyak dari jumlah asesmen sumatif
Jelaskan tujuan asesmen formatif adalah untuk perbaikan dan pengembangan diri. Asesmen formatif dapat membantu mereka mendapatkan nilai yang lebih baik dalam asesmen sumatif di akhir, juga untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran.
Bangun keterkaitan antara asesmen sumatif dan formatif. Dengan merancang asesmen formatif yang berkontribusi pada tugas sumatif dapat menurunkan beban kerja murid dan memperjelas relevansi tugas formatif.
Mengubah paradigma belajar yang menitikberatkan pada nilai menjadi belajar yang menitikberatkan pada proses.
Jika ketergantungan pada asesmen sumatif masih terjadi dengan umpan balik yang sedikit, maka dapat menghambat proses murid untuk “mengalami pengetahuan”.
Contoh bentuk asesmen tidak tertulis
Diskusi kelas
Mengembangkan kemampuan berkomunikasi murid di depan publik dan mengemukakan pendapat.
•Melatih murid untuk belajar berdemokrasi, mendengarkan dan menerima pendapat orang lain yang mungkin berbeda dengannya, juga merespons pendapat tersebut dengan cara yang sopan dan simpatis.
Drama
Mengembangkan kemampuan seni peran dan berkomunikasi murid.
Mendorong murid untuk melihat sebuah masalah dari perspektif yang berbeda sehingga dapat menumbuhkan jiwa empati dan berpikiran kritis murid.
Produk
Membuat model miniatur 3 dimensi (diorama), produk digital, produk seni, dll.
Mengembangkan kreativitas
Menanamkan pengertian mengenai sebuah peristiwa
Presentasi
Mengembangkan kemampuan berkomunikasi
Mendorong murid untuk memahami topik presentasi dengan mendalam
Tes Lisan
Kuis tanya jawab secara lisan
Mengonfirmasi pemahaman murid
Menerapkan umpan balik
Contoh bentuk asesmen tertulis
Refleksi
Melatih murid untuk berperan aktif dalam mengevaluasi pembelajaran mereka sendiri dan memikirkan bagaimana cara mereka dapat memperbaiki diri.
Hasil refleksi ini dapat digunakan guru untuk melihat sisi lain proses pembelajaran murid
Jurnal
Melatih kemampuan murid untuk mengorganisasi dan mengekspresikan ide/pemikiran mereka dalam bentuk tulisan.
Biasanya ditulis dengan bahasa yang kurang formal sehingga memberikan murid kebebasan berpikir kreatif.
Menjadi alat untuk murid merefleksikan perkembangan mereka secara berkesinambungan.
Esai
Mengasah keterampilan menulis akademis murid, seperti mengembangkan argumen, menyajikan bukti, mencari sumber terpercaya untuk mendukung argumen, dan menggunakan referensi dengan tepat.
Mengembangkan cara berpikir kritis dan daya analisis murid.
Poster
Mendorong kemampuan murid untuk mengeksplorasi topik dan mengkomunikasikan pemahaman mereka dengan cara semenarik mungkin
Tes Tertulis
Kuis pilihan ganda
Kuis pertanyaan
Menerapkan umpan balik
Mengapa Umpan Balik Penting?
Umpan balik merupakan kumpulan informasi mengenai bagaimana seseorang melakukan suatu kegiatan.
Umpan balik biasanya berisi hal baik yang sudah dilakukan, hal yang butuh perbaikan dan hal yang bisa dikembangkan untuk aktivitas selanjutnya
Umpan Balik bagi Guru
Memberi informasi perkembangan murid untuk memodifikasi pengajaran dan pembelajaran di masa depan.
Umpan Balik bagi Murid
Membantu murid untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka sehingga murid dapat mengatur dan merasa berperan dalam proses pembelajaran mereka.
Memberikan umpan balik kepada sesama teman juga memberikan kesempatan bagi murid untuk belajar dari satu sama lain.
Untuk lebih memahami asesmen paradigma baru, mempelajari paradigma baru asesmen yang akan diterapkan pada kurikulum Sekolah Penggerak ini dengan mempelajari materi berikut dan menjawab pertanyaan.
Setelah mempelajari materi di dalam bacaan tersebut, silakan menjawab pertanyaan berikut ini.
Apa saja perbedaan antara Asesmen Formatif dan Asesmen Sumatif?
Apa saja hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan Asesmen Formatif dan Asesmen Sumatif sehingga sesuai dengan Prinsip Asesmen? Apa tujuannya?
Silahkan tuangkan jawaban Anda pada kolom NOTES yang ada dibagian YOUR NOTES AND QUESTIONS!