Banjarmasin, Suasana ruang tunggu Suzuki Mitra Megah Banjarmasin pagi itu tampak berbeda. Di antara deretan mobil mengkilap dan kesibukan teknisi, terselip sebuah diskusi hangat yang menjadi penentu masa depan. Hari ini, tim pembimbing dari SMK Negeri 1 Tapin Selatan hadir bukan sekadar untuk berkunjung, melainkan untuk memastikan "benih-benih" teknisi masa depan mereka tumbuh di tanah yang tepat.
Kegiatan monitoring Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini jauh dari kesan formalitas birokrasi. Dengan duduk melingkar di area lounge, guru pembimbing dan mentor industri duduk bersama membedah progres para siswa.
Apa yang dibahas? Bukan hanya soal datang jam berapa, tapi sejauh mana tangan-tangan muda ini mulai terbiasa memegang kunci pas, mendiagnosis mesin modern, hingga cara mereka menyapa pelanggan dengan standar pelayanan Suzuki yang mendunia.
Melihat siswa kami bisa beradaptasi dengan ritme kerja Auto2000 adalah kebanggaan tersendiri," ujar salah satu guru pembimbing. Di sisi lain, pihak industri mengakui bahwa kehadiran siswa PKL membawa energi baru sekaligus tantangan untuk menurunkan standar keahlian kepada generasi Z.
Monitoring ini menjadi bukti bahwa SMK Negeri 1 Tapin Selatan tidak melepas siswanya begitu saja. Ada pengawalan ketat agar setiap tetes keringat di bengkel menjadi pelajaran berharga yang tidak ditemukan di buku teks.
Pertemuan ditutup dengan jabat tangan erat. Sebuah simbol bahwa sinergi antara sekolah dan Auto2000 bukan sekadar tanda tangan di atas materai, melainkan komitmen nyata untuk mencetak tenaga kerja yang siap tempur, bukan sekadar siap kerja.