Ekspresi Emosi
dikembangkan oleh Fajar Juliansyah
dikembangkan oleh Fajar Juliansyah
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)
A. Identitas
Nama Layanan: Pengembangan Kematangan Emosi
Jenis Layanan: Bimbingan Kelompok
Sasaran: Peserta didik
Waktu Pelaksanaan: 1 x 45 menit
Tempat: Ruang Kelas/Ruang BK
Fasilitator: Guru BK
B. Tujuan
Mengenal cara-cara mengekspresikan perasaan secara wajar.
Memahami keragaman ekspresi perasaan diri dan perasaan orang lain.
Mengekspresikan perasaan atas dasar pertimbangan kontekstual.
C. Materi Layanan
Konsep dasar emosi dan ekspresinya.
Keragaman ekspresi emosi dalam berbagai situasi.
Cara mengekspresikan emosi yang wajar dan sesuai konteks.
D. Metode dan Teknik
Metode: Experiential Learning
Teknik: Permainan Interaktif, Diskusi Kelompok, Refleksi
E. Langkah-Langkah Pelaksanaan
Pendahuluan (5 menit)
Guru BK membuka sesi dengan menyapa dan menjelaskan tujuan kegiatan.
Ice breaking singkat untuk membangun suasana.
Kegiatan Inti (30 menit)
Eksperimentasi (10 menit):
Peserta dibagi dalam kelompok kecil (4–6 orang) dapat menggunakan aplikasi pembagi kelompok pada Tools Guru BK
Pemain pertama menekan layar untuk mengundi emosi secara acak.
Pemain menceritakan pengalaman sesuai emosi yang muncul.
Anggota lain menilai apakah ekspresi emosi tersebut sudah wajar atau belum.
Giliran berpindah ke pemain berikutnya hingga waktu selesai.
Refleksi (15 menit):
Identifikasi: Peserta mengenali pengalaman emosi yang dialami.
Analisis: Membahas apakah ekspresi tersebut sudah wajar dan bagaimana respons orang lain.
Generalisasi: Menyimpulkan pembelajaran tentang kematangan emosi.
Penutup (10 menit)
Guru BK memberikan umpan balik dan kesimpulan.
Motivasi peserta untuk menerapkan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi ditutup dengan refleksi akhir dan salam.
F. Evaluasi
Observasi keterlibatan peserta dalam permainan dan diskusi.
Refleksi tertulis mengenai pemahaman peserta setelah kegiatan.
G. Sumber Daya
Perangkat digital untuk mengundi emosi.
Lembar refleksi peserta.
Alat tulis.
RPL ini dirancang agar siswa dapat memahami dan mengembangkan kematangan emosi mereka melalui pengalaman langsung dalam kelompok. Guru BK berperan sebagai fasilitator untuk mengarahkan refleksi dan diskusi agar lebih bermakna bagi peserta didik.