Teks laporan hasil observasi adalah laporan beserta penjabaran umum tentang hasil dari pengamatan (observasi) yang sudah dilakukan oleh penulisnya.
Laporan hasil observasi berisi hasil kegiatan pengamatan yang didasarkan pada fakta dan data. Laporan ini ditulis berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh penulis.
Baca juga:
Sesuai dengan objek pengamatannya, teks laporan hasil observasi ini dibagi menjadi tiga kategori umum. Ketiganya ialah laporan fenomena alam, peristiwa budaya, dan kondisi sosial. Inilah yang membedakan teks ini dengan teks deskripsi.
Salah satu fungsi dari teks laporan hasil observasi adalah membantu penulis melaporkan kegiatan pengamatan yang telah dilakukan. Pada intinya, jenis teks ini berguna memberi informasi terkait berbagai hal yang sudah ditemukan penulis dalam pengamatannya.
Sejumlah fungsi dari teks laporan hasil observasi adalah:
Melaporkan kegiatan pengamatan
Memaparkan latar belakang penyusunan peraturan, ketetapan atau pemecahan masalah dalam pengamatan
Sebagai media dokumentasi
Sebagai sumber informasi yang valid.
Seperti sudah disebutkan di atas, terdapat perbedaan antara teks laporan hasil observasi dengan jenis teks lainnya. Perbedaan itu juga bisa dilihat dari ciri-ciri jenis teks ini.
Berikut daftar ciri-ciri teks laporan Hasil Observasi:
Bersifat objektif dan universal
Objek yang menjadi topik adalah objek tunggal
Informasi ditulis lengkap dan sempurna
Disusun berdasarkan fakta di lapangan sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan
Laporan yang ditulis adalah hasil penelitian terbaru yang sudah terbukti kebenarannya
Tidak menyertakan pendapat atau dugaan yang tidak relevan atau menyimpang
Saling berkesinambungan secara runtut dan berjenjang antara kelas dan subkelas klasifikasi yang dilaporkan.
Sebelum menulis teks laporan hasil observasi, penulis perlu memahami terlebih dahulu strukturnya. Terdapat tiga bagian utama struktur teks laporan hasil observasi.
Berikut adalah penjelasan terkait 3 bagian di struktur teks laporan hasil observasi:
1. Pernyataan Umum/Klasifikasi
Bagian "Pernyataan Umum" memuat tentang informasi dari hasil pengamatan yang sudah dilaksanakan. Bagian ini berperan sebagai pembuka teks.
Isi bagian ini memuat pemaparan klasifikasi objek pengamatan. Misalnya, dalam konteks laporan hasil observasi fenomena alam, klasifikasi itu bisa terkait dengan tanaman, tanah, hewan, hutan, dan lain sebagainya.
Baca juga:
Kelas, subkelas, dan rincian tentang objek pengamatan juga turut disebutkan pada bagian awal dari teks laporan hasil observasi ini.
Sebagai contoh, jika objek observasi adalah hewan, bagian awal struktur laporan hasil observasi akan berisi nama ilmiah, klasifikasi umum binatang (serangga, atau mamalia, unggas, dan lainnya), serta tempat habitat secara umum.
2. Deskripsi Bagian
Bagian ini memuat pemaparan hasil pengamatan yang lebih rinci. Informasi klasifikasi atau penggolongan diuraikan secara urut dari kelas yang besar sampai dengan yang kecil.
Singkatnya, bagian ini berisi detail mengenai objek atau bagian-bagian dari objek pengamatan. Contohnya, jika objek observasi adalah hewan, bagian ini memuat penjelasan tentang anatomi tubuh, pola makan, daur hidup, habitat, sampai kebiasan unik yang ditemukan dalam proses observasi.
3. Kesimpulan atau Deskripsi Manfaat
Bagian terakhir di struktur teks laporan hasil observasi ini menjelaskan manfaat dari pengamatan terhadap objek. Isi bagian ini juga dapat berupa kesimpulan umum dan rekomendasi.
Teks laporan hasil observasi ditujukan untuk memberi informasi berdasarkan pengamatan yang bersifat objektif dan universal. Karena itu, diksi dan bahasa yang digunakan perlu disesuaikan dengan ciri-ciri kebahasaan teks laporan hasil observasi.
Berikut ini ciri-ciri kebahasaan teks laporan hasil observasi:
Menggunakan kata benda (nomina) yang diikuti penjenis dan pendeskripsi
Menggunakan kata kerja (verba) relasional, contohnya ialah, merupakan, yaitu, termasuk, meliputi, terdiri dari, dan lain sebagainya.
Menggunakan kata kerja (verba) aktif untuk menjelaskan perilaku, contohnya berlari, memangsa, hidup, tidur, beranak, bertelur dan lain sebagainya.
Menggunakan kata penghubung, seperti: Tambahan (dan atau serta); Perbedaan (berbeda dengan); Persamaan (sebagaimana, demikian halnya, seperti halnya); dan Pertentangan (tetapi, meski demikian, sementara, sedangkan).
Menggunakan paragraf yang memuat informasi utama dengan kalimat utama, diikuti penjelasan rinci aspek yang ingin dilaporkan pada beberapa paragraf selanjutnya.
Menggunakan istilah ilmiah, seperti: degeneratif, sindrom, phobia, diabetes melitus, osteoporosis dan lain sebagainya.
Untuk memperdalam pemahaman terkait teks laporan hasil observasi, peserta didik pun perlu menyimak dan mengamati contoh.
Berikut contoh teks laporan hasil observasi:
Mengenal Tonggeret, Serangga Bersuara Nyaring
Tonggeret (Cicadidae) adalah salah satu serangga yang paling dikenal karena suaranya yang sangat nyaring. Suara ini dihasilkan oleh organ khusus yang disebut tymbal, yang terletak di bagian perut. Tymbal adalah membran tipis yang dapat bergetar dengan cepat ketika otot-otot penggeraknya berkontraksi. Getaran ini menghasilkan gelombang suara yang diperkuat oleh rongga udara di dalam perut tonggeret, yang berfungsi seperti amplifier. Suara tonggeret dapat mencapai 120 desibel, setara dengan suara pesawat jet saat lepas landas.
Namun, tidak semua tonggeret bersuara nyaring. Hanya tonggeret jantan yang memiliki kemampuan ini, dan mereka melakukannya untuk menarik perhatian tonggeret betina. Setiap jenis tonggeret memiliki suara yang unik dan spesifik, sehingga mereka hanya dapat kawin dengan jenis yang sama. Suara nyaring juga berfungsi sebagai mekanisme pertahanan dari predator, seperti burung, yang akan sulit mendekati tonggeret tanpa terganggu oleh suaranya.
Tonggeret termasuk hewan herbivora, yaitu hewan yang hanya memakan tumbuhan. Tonggeret dewasa memiliki mulut berbentuk jarum yang digunakan untuk menusuk batang pohon dan mengisap sari makanannya. Tonggeret tidak merusak pohon secara langsung, tetapi dapat menyebabkan kerusakan tidak langsung dengan meninggalkan luka bekas tusukan atau telur di permukaan pohon.
Tonggeret memiliki siklus hidup yang sangat menarik. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah tanah sebagai nimfa, yaitu bentuk larva dari serangga. Nimfa menggali lubang sedalam 30-50 cm dan hidup dengan menghisap cairan dari akar pohon. Lama hidup nimfa bervariasi tergantung jenisnya, mulai dari 2-3 tahun hingga 17 tahun. Ketika waktunya tiba, nimfa akan keluar dari tanah dan merayap ke pohon terdekat. Di sana, mereka akan mengalami metamorfosis menjadi tonggeret dewasa dengan mengelupas kulit luar mereka. Tonggeret dewasa hanya hidup selama 2-4 minggu, dan beberapa spesies hanya bertahan 3-4 hari. Mereka akan kawin dan bertelur di cabang atau batang pohon dan rerumputan, kemudian mati.
Tonggeret juga memiliki hubungan erat dengan manusia, khususnya petani. Di beberapa daerah, petani memanfaatkan suara tonggeret sebagai pertanda kemarau akan datang. Hal ini karena tonggeret lebih aktif bersuara ketika cuaca panas dan kering, yaitu pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Saat mendengar suara tonggeret ramai-ramai, petani akan bersiap untuk menanam tanaman palawija, seperti jagung dan kacang.
Namun, akibat perubahan iklim, pola suara tonggeret menjadi tidak teratur dan tidak dapat lagi diandalkan sebagai penanda musim kemarau. Selain itu, tonggeret juga dimanfaatkan sebagai makanan oleh beberapa masyarakat, terutama di Asia dan Afrika. Tonggeret diolah dengan cara digoreng atau dibakar, dan dikonsumsi sebagai camilan atau lauk pauk.
Tentu, dengan senang hati saya bantu membuat soal pilihan ganda untuk materi Menyimak Lapor
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
Tujuan utama melakukan observasi adalah untuk... a. Mengetahui pendapat orang lain b. Mengumpulkan data dan informasi secara langsung c. Membuat sebuah karya tulis d. Menyelesaikan masalah
Bagian yang menjelaskan secara rinci tentang objek atau peristiwa yang diamati dalam laporan hasil observasi adalah... a. Pendahuluan b. Isi c. Penutup d. Kesimpulan
Ciri khas bahasa yang digunakan dalam laporan hasil observasi adalah... a. Menggunakan bahasa kiasan dan metafora b. Menggunakan bahasa baku dan objektif c. Menggunakan bahasa sehari-hari dan informal d. Menggunakan bahasa persuasif
Salah satu cara untuk mengkreasi informasi dari laporan hasil observasi adalah dengan... a. Menyalin ulang seluruh isi laporan b. Membuat ringkasan laporan c. Menambahkan opini pribadi d. Mengubah fakta menjadi fiksi
Informasi yang paling tepat untuk dicantumkan dalam laporan hasil observasi adalah... a. Perasaan pengamat saat melakukan observasi b. Pendapat teman tentang objek yang diamati c. Data dan fakta yang diperoleh dari hasil observasi d. Tujuan dilakukannya observasi
Struktur yang benar dari laporan hasil observasi adalah... a. Pendahuluan - Isi - Kesimpulan b. Isi - Pendahuluan - Penutup c. Kesimpulan - Isi - Pendahuluan d. Penutup - Isi - Pendahuluan
Saat menyimak laporan hasil observasi, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah... a. Nada suara pembicara b. Bahasa tubuh pembicara c. Informasi yang disampaikan d. Cara berpakaian pembicara
Salah satu keterampilan yang dibutuhkan dalam mengkreasi informasi adalah... a. Kemampuan menghafal b. Kemampuan berimajinasi c. Kemampuan menganalisis d. Kemampuan menggambar
Contoh informasi yang bisa diperoleh dari laporan hasil observasi tentang pertumbuhan tanaman adalah... a. Warna favorit tanaman b. Tinggi tanaman setiap minggu c. Nama latin tanaman d. Legenda tentang tanaman
Tujuan akhir dari mengkreasi informasi adalah... a. Membuat laporan yang panjang b. Menyampaikan informasi dengan cara yang menarik c. Menyalin informasi dari sumber lain d. Mengumpulkan data sebanyak-banyaknya