MENCEGAH BULLYING (PERUNDUNGAN)
Berdasarkan bentuknya, bullying dapat dibagi ke dalam kategori-kategori berikut ini:
1. Bullying secara verbal, yaitu dengan menggunakan kata-kata, baik secara lisan maupun tulisan. Contoh: menggunakan kata panggilan yang tidak pantas, merendahkan seseorang berdasarkan aspek tertentu (suku, agama, jenis kelamin, orientasi seksual) menantang, mengancam, dll.
2. Bullying secara sosial, yaitu merusak nama baik seseorang atau hubungan seseorang dengan orang lain. Contoh: Mengucilkan dengan sengaja, mempermalukan di depan umum, menyebarkan aib, gosip dan kebohongan mengenai seseorang.
3. Bullying secara fisik, yaitu dengan menyakiti tubuh atau barang milik seseorang. Contoh: Memukul, menendang, mendorong, meludah, merampas atau merusak barang milik seseorang.
Cyberbullying, yaitu bullying menggunakan media elektronik seperti telepon seluler, pesan singkat, komputer, media sosial, dan laman web. Contoh: memajang gambar atau video yang mempermalukan
Dampak Terhadap Korban
Korban-korban bullying memiliki kecenderungan lebih besar untuk mengalami:
1. Gangguan depresi dan kecemasan, meningkatnya depresi dan kesepian, perubahan pola makan dan tidur, dan kehilangan minat dalam melakukan hal-hal yang sebelumnya disukai.
2. Berbagai masalah kesehatan, fisik dan psikologis.
3. Penurunan pencapaian akademis dan kehadiran di sekolah, serta meningkatkan kecenderungan anak untuk bolos, tidak naik kelas, bahkan keluar dari sekolah.
Penyebab Bullying
Biasanya pelaku memulai bullying di sekolah pada usia muda, dengan melakukan teror pada anak laki-laki dan perempuan secara emosional atau intimidasi psikologis. Anak mengganggu karena berbagai alasan. Biasanya karena mencari perhatian dari teman sebaya dan orang tua mereka, atau juga karena merasa penting dan merasa memegang kendali. Banyak juga bullying di sekolah dipacu karena meniru tindakan orang dewasa atau program televisi.
Cara mencegah bulliying
1. Menghindari Pelaku
2. Menghindari tempat sepi
3. Tidak menyendiri
4. Membentuk satgas anti bulliying
Cara mengatasi bulliying
1. Dampingi korban dan mengindarkan dari pelaku
2. Analisis penyebabnya
3. HUbungkan ke pihak lain yang bias menolong dan menildungi seperti, guru, orang dewasa atau keluarga.
. COMFORTABLE (PERASAAN POSITIF)
1. Materi Bulying yang di bahas memberikan semangat bagi saya untuk ikut aktif mencegah buliyying di sekolah
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
2. Ketika melihat teman di bully maka sikap saya
a. Ikut membully
b. Menonton
c. Pura-pura tidak tahu
d. Melaporkan pada Guru
3. Ketika memiliki teman yang suka membuli maka sikap saya
a. Mencegah dan menasehati supaya tidak membully orang
b. Membiarkan saja
c. Pura-pura tidak tahu
d. Ikut menjadi pembully
4. kalau di ajak mengkampanyekan kegiatan pencegahan bulliying maka saya akan
a. Ikut aktif
b. Ikut kalau lagi mau
c. Tidak bersedia karena banyak tugas
d. Menentang kegiatan tersebut
5. Kalau di ajak membully ( menjadi pelaku bully) oleh teman saya maka saya akan
a. Menolak dengan tegas
b. Pura-pura mau
c. Mau mengikuti ajakanya
d. Tidak memberikan jawaban