Students' Books / Grade 11
Author: A. Musthofa Bisri
Kumpulan cerpen yang ditulis dalam bentang waktu yang panjang hingga 2018 ini mencerminkan kedalaman, kepekaan, dan sekaligus kesederhanaan batin A. Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam menangkap segala realitas di sekelilingnya, realitas negeri ini. Sebagai kiai, budayawan, dan seniman, cerpen-cerpennya diramu dengan sangat apik dan utuh, sehingga siapa pun yang membacanya bakal terkesan “diingatkan, dimomong” dengan penuh kasih sayang.
Author: Abdullah Aymaz
Emphasizing the character of the religion of Islam as consisting of faith and practice, this book analyzes thoroughly the five most important “pillars of Islam” that form the core of Islamic life, namely the profession of faith, the Prayer, which is the first practical manifestation of faith, fasting, charity, and pilgrimage to Mecca. Explaining lucidly the necessity of fulfilling these “pillars” of Islam with the intention of pleasing God and purely for His sake, the author gives us insights into the moral, spiritual, psychological, physical, individual, and social aspects of these five central practices of Islamic worship in the context of our modern age of globalization.
Author: A. Fuadi
Ranah 3 Warna adalah novel kedua karya Ahmad Fuadi yang diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2009. Novel ini merupakan kedua dari trilogi Negeri 5 Menara bercerita tentang Alif yang baru selesai menamatkan sekolah di Pondok Madani (PM) Ponorogo Jawa Timur dan perjalanannya mewujudkan mimpi menjadi Habibie di Teknologi Tinggi Bandung, lalu merantau untuk menggapai jendela dunia sampai ke Amerika.
Author: Abdullah Aymaz
Inspired by Islamic sources, this is a lyrical story of blessed Mary, mother of Jesus, peace be upon her. The poem is followed by a biographical account detailing Prophet Zachariah’s being Mary’s guardian, God’s special protection and sustenance for her, and her superiority to all women.
Author: Rasyid Haylamaz
Nabi Muhammad Saw. adalah seorang mursyid sejati yang membimbing umat manusia dalam kegelapan, dan rembulan bercahaya di tengah gelapnya malam. Allah Swt. berfirman: “Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan. Dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi.” (QS. Al-Ahzaab [33]: 45-46). Dialah bulan purnama yang memancarkan belas kasih, menebar cahaya ke segala penjuru. Dalam jiwa dan raganya hanya tersimpan rasa kasih sayang. Sebagaimana Allah Swt. telah menyanjungnya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya [21]: 107). Begitu juga dalam sabda Rasulullah: “Wahai umat manusia, aku adalah anugerah kasih sayang yang dihadiahkan kepada kalian.”
Author: Musa Kazim Gulcur
Nabi Muhammad Saw. adalah seorang mursyid sejati yang membimbing umat manusia dalam kegelapan, dan rembulan bercahaya di tengah gelapnya malam. Allah Swt. berfirman: “Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan. Dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi.” (QS. Al-Ahzaab [33]: 45-46). Dialah bulan purnama yang memancarkan belas kasih, menebar cahaya ke segala penjuru. Dalam jiwa dan raganya hanya tersimpan rasa kasih sayang. Sebagaimana Allah Swt. telah menyanjungnya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya [21]: 107). Begitu juga dalam sabda Rasulullah: “Wahai umat manusia, aku adalah anugerah kasih sayang yang dihadiahkan kepada kalian.”
Author: Angela Duckworth
Banyak orang yang mengira jika untuk mencapai sebuah kesuksesan, faktor yang paling berpengaruh adalah bakat alami, sehingga saat seseorang tidak mampu meraih kesuksesan, hal tersebut dirasa karena tidak mempunyai bakal alami di suatu bidang. Akibat stigma dan prasangka tersebut, banyak orang yang mulai merasa pesimistis ketika tidak mampu meraih tujuan yang mereka inginkan, sehingga perasaan rendah diri pun langsung menguasai karena sepertinya sudah tidak ada harapan lagi untuk memiliki bakat.
Author: Andrea Hirata
Arai adalah saudara jauh Ikal yang telah menjadi yatim piatu sejak kelas 3 SD. Ia adalah anak yang sangat tabah menjalani hidupnya. Bayangkan saja, ketika Ikal dan Ayahnya menjemput Arai, mereka sedih melihat keadaan Arai, tetapi Arai menghibur Ikal dengan mainan buatannya. Adapun Jimbron adalah sahabat setia mereka yang sangat terobsesi kepada kuda. Ia sangat mengerti seluk-beluk setiap jenis kuda. Ketiga anak itu sering dimarahi Pak Mustar karena ulah konyol mereka. Pak Mustar adalah sosok orang yang sangat bersahaja, tegas, dan disiplin. Ia adalah pahlawan bagi anak-anak di Belitung. Berkatnya, Ikal dan teman-temannya tidak perlu menempuh jalan sejauh ratusan kilometer untuk pergi ke sebuah sekolah negeri. Pak Mustar menjadi galak karena anaknya tidak dapat masuk ke SMA yang susah-payah dibangunnya hanya karena nilai ujiannya kurang 0,25 dari batas minimal.
Author: Andrea Hirata
Keberanian dan keteguhan hati telah membawa Ikal pada banyak tempat dan peristiwa. Sudut-sudut dunia telah dia kunjungi demi menemukan A Ling. Apa pun Ikal lakukan demi perempuan itu. Keberaniannya ditantang ketika tanda-tanda keberanian A Ling tampak. Dia tetap mencari meski tanda-tanda itu masih samar. Dapatkah keduanya bertemu kembali? Novel ini menceritakan semua hal tentang Laskar Pelangi, A Ling, Arai, Lintang, dan beberapa tokoh dalam cerita sebelumnya. Tetap dengan sihir kata-katanya, Anda akan dibawa Andrea pada kisah yang menakjubkan sekaligus mengharukan.